Bengkayang,SP- Semangat pantang menyerah ditunjukkan seorang calon anggota Polri di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, yang kembali mengikuti seleksi meski telah empat kali gagal pada tahapan sebelumnya.
Peserta bernama The Lionel Messi (20) asal kecamatan Lumar itu kembali mendaftar dan mengikuti pemeriksaan administrasi awal (rikmin) penerimaan terpadu anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polres Bengkayang, Senin (6/4).
Dia mengaku tetap optimistis mampu lolos di tengah ketatnya persaingan.
“Motivasi saya tetap sama, ingin membahagiakan orang tua dan mengabdi kepada negara. Kegagalan sebelumnya menjadi pelajaran untuk tampil lebih baik,” ujar Lionel.
Menurutnya, pengalaman kegagalan justru menjadi bekal untuk mempersiapkan diri lebih matang, baik dari sisi fisik, administrasi, maupun mental.
Dia menjelaskan, pada seleksi sebelumnya dia gagal pada tahap perengkingan. Dan berharap di seleksi terakhir ini bisa lolos menjadi anggota Polisi.
Bagi Lionel proses ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan cita-cita sebagai abdi negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Lionel sendiri anak ketiga dari pasangan David dan Aopina dan memiliki tinggi badan 167,4 centimeter dan berat badan 66,70 kilogram.
Sementara itu, Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab mengatakan animo masyarakat cukup tinggi dalam seleksi tahun ini. Tercatat 129 orang mendaftar secara daring, 104 peserta menyerahkan berkas, dan 102 orang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pemeriksaan administrasi awal.
“Seleksi ini dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Kami tegaskan tidak ada praktik percaloan. Jika ada yang mencoba bermain, segera laporkan,” kata Syahirul.
Ia menambahkan peserta yang mengikuti seleksi berasal dari berbagai jalur, mulai dari calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara Polki dan Polwan, hingga Tamtama. Selain itu, terdapat pula jalur khusus seperti Bakomsus Intelijen, Kehumasan, Akuntansi, dan Polairud.
Tahapan pemeriksaan administrasi awal digelar selama dua hari, 6–7 April 2026, di Aula Tunggal Panaluan Polres Bengkayang.
Kapolres menegaskan seluruh tahapan seleksi melibatkan pengawasan internal dan eksternal guna menjamin objektivitas serta mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
“Masuk Polri itu gratis. Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembah (Perkumpulan Bentang Alam Hijau) Bengkayang yang diminta menjadi pengawas eksternal Stepanus Robin, mengapresiasi pelaksanaan seleksi yang dinilai semakin transparan.
“Keterlibatan pengawas eksternal dalam setiap tahapan, termasuk pemeriksaan fisik, menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga objektivitas dan akuntabilitas proses rekrutmen,” katanya.
Kehadiran pengawas eksternal lanjutnya, di lapangan memastikan bahwa setiap prosedur dilakukan secara objektif, sehingga seluruh rangkaian proses rekrutmen dapat dipertanggungjawabkan dan berjalan dengan penuh transparansi.
Tahapan seleksi selanjutnya akan meliputi pemeriksaan kesehatan, tes psikologi, hingga uji akademik.