BENGKAYANG, SP – Bea Cukai Jagoi Babang mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Keripik Anen asal Kabupaten Bengkayang dalam memenuhi persyaratan kepabeanan untuk melaksanakan ekspor perdana ke Sarawak, Malaysia.
Kepala Bea Cukai Jagoi Babang Arman Tarmidzi mengatakan pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong lebih banyak UMKM berorientasi ekspor melalui edukasi dan asistensi kepabeanan sehingga mampu menembus pasar internasional.
"Dalam asistensi ini, kami mendampingi pelaku usaha memenuhi seluruh ketentuan ekspor, mulai dari penyusunan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) hingga manifest melalui sistem CEISA 4.0. Setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, Keripik Anen siap melaksanakan ekspor perdana ke Sarawak," katanya, Rabu (29/7).
Ia menjelaskan, pada tahap awal volume ekspor direncanakan sekitar 400 kilogram per bulan. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya permintaan pasar sekaligus membuka peluang ekspansi ke negara tujuan lainnya.
Menurut dia, keberhasilan ekspor UMKM tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.
Peningkatan produksi akan mendorong penyerapan tenaga kerja, meningkatkan permintaan terhadap komoditas pertanian lokal, serta memperkuat rantai pasok di daerah.
Sementara itu, Bea Cukai Jagoi Babang menegaskan akan terus memberikan edukasi dan asistensi kepada pelaku UMKM yang memiliki potensi ekspor. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing produk lokal, meningkatkan nilai tambah komoditas daerah, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kinerja ekspor nasional.
Manajer Keripik Anen, Yulianti, mengatakan pihaknya menyambut baik pendampingan yang diberikan Bea Cukai Jagoi Babang karena memberikan kepastian mengenai prosedur ekspor yang harus dipenuhi.
Ia mengatakan perusahaan selama ini menggunakan singkong mentega segar yang dipasok dari petani di Kabupaten Bengkayang serta bermitra dengan petani di Kota Singkawang dan Kabupaten Mempawah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produk olahan.
"Pendampingan ini menjadi langkah penting bagi kami untuk memperluas pasar. Selama ini produk kami sudah banyak dibawa reseller ke Malaysia, tetapi melalui ekspor resmi kami berharap pemasaran dapat berkembang lebih luas," katanya.
Yulianti menambahkan ekspor perdana tersebut diharapkan menjadi awal bagi produk pangan olahan asal Bengkayang untuk bersaing di pasar internasional sekaligus meningkatkan permintaan terhadap hasil pertanian lokal yang menjadi bahan baku utama. (nar)