Kayong Utara post authorKiwi 25 April 2026

Kayong Utara Masuk Lima Daerah Rawan Karhutla

Photo of Kayong Utara Masuk Lima Daerah Rawan Karhutla akil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla sebagai Tindak Lanjut Arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Rabu (22/4) di Ruang Rapat Bupati Kayong Utara. 

SUKADANA,SP - Kabupaten Kayong Utara termasuk dalam lima daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar). Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara melakukan langkah cepat, kolaboratif, dan berbasis pencegahan dini menghadapi karhutla.

“Meski kita berada pada urutan kelima, hal ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru ini menjadi alarm bagi kita semua untuk bergerak cepat dan memperkuat kesiapsiagaan sejak dini sejak dini mencegah karhutla,” tegas Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara, Amru Chanwari ketika memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Kayong Utara, Rabu (22/4).

Wabup Amru mengatakan, rakor tersebut digelar menindaklanjuti arahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada Apel Kesiapsiagaan Karhutla yang sebelumnya digelar di Kota Pontianak.

Wabup Amru mengungkapkan secara nasional Provinsi Riau bersama Provinsi Kalbar menjadi salah satu wilayah yang masuk kategori rawan karhutla. 

Penanggulangan karhutla kata Wabup Amru, tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor. Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara berupaya menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat.

Wabup Amru juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca yang dalam beberapa hari terakhir diguyur hujan, tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kewaspadaan. Ia menekankan bahwa kesiapan menghadapi karhutla harus dilakukan secara berkelanjutan, bukan reaktif saat kejadian.

“Kondisi hujan saat ini jangan membuat kita lengah. Justru persiapan harus kita lakukan sejak dini. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk pelaku usaha dan masyarakat,” pesannya.

Wabup Amru meminta para camat untuk aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat di wilayah masing-masing, mengingat keterbatasan personel di lapangan. Pendekatan preventif melalui edukasi dan sosialisasi dinilai sebagai kunci utama dalam menekan potensi terjadinya karhutla.

“Kita harus fokus pada upaya pencegahan. Sosialisasi kepada masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk menggugah kesadaran bersama. Lebih baik kita repot di awal dalam melakukan sosialisasi, daripada menghadapi dampak besar di kemudian hari,” ujarnya.(r/ble) 

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda