Ponticity post authorKiwi 24 April 2026

Cuap Bareng Prudential Dorong Kreator Pontianak Jadi Pebisnis Digital

Photo of Cuap Bareng Prudential Dorong Kreator Pontianak Jadi Pebisnis Digital Prudential Indonesia menggelar Cuap bareng Prudential di Pontianak, membekali kreator muda dengan strategi personal branding, engagement, dan literasi finansial untuk membangun bisnis digital berkelanjutan.

PONTIANAK,SP - Di tengah derasnya arus konten digital dan menjamurnya tren side hustle di kalangan generasi muda, peluang baru terus terbuka bukan hanya sebagai ruang ekspresi, tetapi juga sebagai sumber penghasilan. Namun di balik peluang itu, ada satu hal yang kerap luput yakni bagaimana menjadikannya berkelanjutan.

Menjawab tantangan itu, PT Prudential Life Assurance kembali menghadirkan program Influencer Gathering bertajuk Cuap bareng Prudential di Pontianak. Setelah sebelumnya digelar di Bandung dan Semarang pada Februari 2026, program ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendorong kreator muda mengembangkan personal branding sekaligus membangun bisnis berbasis konten digital.

Fenomena ini memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Indonesia saat ini memiliki lebih dari 12 juta content creator aktif, menjadikan ekonomi kreator sebagai salah satu sektor yang tumbuh pesat. Di Pontianak, peluang tersebut semakin relevan dengan dominasi generasi muda Gen Z dan milenial yang mencapai lebih dari setengah populasi.

Namun peluang besar itu datang bersama tantangan. Tidak semua kreator mampu mengelola konten menjadi sumber penghasilan yang stabil. Di sinilah pentingnya penguatan keterampilan, mulai dari strategi membangun engagement hingga literasi keuangan.

Program Cuap bareng Prudential yang digelar pada 18 April 2026 di Haruna Cafe dihadiri sekitar 100 content creator (Cuapers) dan 30 Tenaga Pemasar Prudential Indonesia. Mengusung tema “Digital Entrepreneurship: From Personal Branding to Sustainable Business”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus kolaborasi.

Peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya personal branding, tetapi juga dibekali strategi konkret dalam membangun audiens dan menjaga konsistensi konten. Dalam sesi talkshow, Marianne Rumantir membagikan sejumlah tips praktis, mulai dari menentukan niche yang tepat, menjaga ritme unggahan, hingga mengoptimalkan engagement melalui storytelling yang autentik.

Pendekatan ini menjadi penting, mengingat banyak kreator yang terjebak pada tren tanpa arah yang jelas. Padahal, keberlanjutan dalam dunia digital justru ditentukan oleh konsistensi dan kejelasan identitas.

Tak hanya soal konten, peserta juga diperkenalkan pada pengelolaan keuangan sederhana. Mulai dari membagi penghasilan untuk kebutuhan harian, tabungan, hingga proteksi sebuah pendekatan yang jarang disentuh dalam ekosistem kreator.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menegaskan bahwa peluang di era digital harus diimbangi dengan pemahaman yang matang.

“Generasi muda saat ini memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun personal branding dan menciptakan sumber penghasilan melalui platform digital. Namun, peluang ini juga perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik. Melalui program ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk tidak hanya kreatif, tetapi juga mampu mengoptimalkan potensi tersebut menjadi peluang yang berkelanjutan,” ujarnya.

Program Cuap sendiri Cerita Untuk Akses Perlindungan membuka ruang bagi mahasiswa, pekerja muda, hingga kreator digital untuk terlibat dalam edukasi keuangan. Melalui konten yang mereka produksi, pesan tentang pentingnya perlindungan finansial disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan audiens.

Jika muncul ketertarikan dari masyarakat terhadap produk asuransi, proses selanjutnya akan ditangani oleh tenaga pemasar Prudential yang berlisensi. Sementara itu, para kreator tetap fokus mengembangkan konten, dengan peluang mendapatkan reward atau insentif berdasarkan performa.

Pendekatan ini menunjukkan satu hal: ekosistem digital tidak lagi berdiri sendiri. Ia mulai terhubung dengan sektor lain, termasuk keuangan dan perlindungan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, langkah seperti ini menjadi relevan. Bukan hanya mendorong kreativitas, tetapi juga membangun fondasi yang lebih kuat bagi generasi muda untuk bertahan dan berkembang.

Karena pada akhirnya, menjadi kreator bukan sekadar soal viral. Tapi bagaimana bertahan, tumbuh, dan menjadikannya peluang yang benar-benar berkelanjutan.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda