Ponticity post authorelgiants 23 April 2026

Mahasiswa Universitas OSO Bawa Misi SDGs ke Lemukutan

Photo of Mahasiswa Universitas OSO Bawa Misi SDGs ke Lemukutan KKN - Sebanyak 13 mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas OSO melaksanakan KKN di Pulau Lemukutan dengan fokus program SDGs, mulai dari pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, hingga konservasi lingkungan pesisir.

PONTIANAK, SP - Sebanyak 13 mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Lemukutan sepanjang April 2026. Kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin akademik, tetapi dirancang sebagai implementasi langsung program berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir.

KKN ini mengusung lima fokus utama SDGs sebagai kerangka kerja, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan, pendidikan berkualitas, pengelolaan lingkungan, hingga penanganan perubahan iklim. Pendekatan ini membuat program yang dijalankan tidak berjalan parsial, melainkan saling terhubung dalam satu tujuan besar yakni pembangunan berkelanjutan.

Pada sektor ekonomi, mahasiswa mendorong penguatan SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pendampingan UMKM lokal, dukungan terhadap kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pengolahan hasil laut. Tidak berhenti di produksi, mereka juga membantu pemasaran produk lokal serta promosi wisata bahari sebagai potensi unggulan desa.

Di bidang kesehatan (SDG 3), kegiatan difokuskan pada edukasi gizi seimbang, kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta keterlibatan langsung dalam kegiatan posyandu bersama masyarakat setempat. Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan sejak usia dini.

Sementara itu, pada sektor pendidikan (SDG 4), mahasiswa menghadirkan kelas literasi anak, pelatihan komputer dasar, pendirian perpustakaan mini, hingga pembentukan Lemukutan English Club. Program ini menjadi langkah konkret dalam membuka akses pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pesisir.

Di bidang lingkungan, fokus diarahkan pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi) melalui pelatihan pengelolaan sampah dan pembentukan bank sampah. Sedangkan untuk SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), mahasiswa terlibat dalam edukasi transplantasi karang, konservasi pesisir, serta kampanye adaptasi iklim.

Setiap mahasiswa memiliki peran yang terstruktur sesuai bidangnya. Mereka tidak hanya menjalankan program berbasis teori, tetapi juga terjun langsung dalam proses pemberdayaan masyarakat.

Salah satu peserta KKN, Aliantoro, menyampaikan komitmennya untuk memberikan kontribusi terbaik selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap kontribusi kami dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, serta menjadi pengalaman berharga dalam pengembangan diri kami sebagai agen perubahan masa depan,” ujarnya, kemarin.

Dukungan juga datang dari masyarakat setempat. Tokoh masyarakat Pulau Lemukutan, Pak Andi, menilai kehadiran mahasiswa membawa energi positif bagi desa.

“Kehadiran mereka membantu masyarakat dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan hingga pelestarian lingkungan. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat luas,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala Desa Pulau Lemukutan, Ahmad Yusuf. Ia menilai program KKN ini mampu memperkuat pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dari sisi akademik, Ketua Program Studi Ilmu Kelautan Universitas OSO, Zan Zibar, menegaskan bahwa KKN menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa.

“Ini merupakan wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian SDGs,” ungkapnya.

Melalui rangkaian program yang dijalankan, KKN ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga meninggalkan fondasi keberlanjutan bagi masyarakat Pulau Lemukutan. Pendampingan ekonomi, edukasi kesehatan, peningkatan pendidikan, hingga konservasi lingkungan menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan.

Dengan pendekatan kolaboratif dan semangat pengabdian, KKN Prodi Ilmu Kelautan Universitas OSO menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas. Mereka hadir sebagai agen perubahan yang bekerja langsung bersama masyarakat, membawa gagasan sekaligus solusi di tengah kebutuhan nyata. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda