Sanggau post authorKiwi 23 April 2026

Curah Hujan Cukup Tinggi sebabkan Sungai Ensabal Sanggau Meluap, Genangan Air Capai 70 Cm

Photo of Curah Hujan Cukup Tinggi sebabkan Sungai Ensabal Sanggau Meluap, Genangan Air Capai 70 Cm

SANGGAU,SP - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, memicu terjadinya banjir dan genangan air di sejumlah titik pada Rabu, 22 April 2026 sore Personil Polsek Parindu bergerak cepat melakukan monitoring guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman serta meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Kegiatan monitoring dilakukan sejak pukul 10.00 WIB hingga selesai oleh jajaran Polsek Parindu di sejumlah lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir yang berpotensi menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor (batingsor).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat dua titik utama yang terdampak banjir di wilayah Kecamatan Parindu. Lokasi pertama berada di Komplek Pastoran Paroki Pusat Damai, Desa Pusat Damai, dengan ketinggian air mencapai sekitar 30 hingga 70 sentimeter.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan air di lokasi tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk fasilitas pendidikan. Sejumlah sekolah seperti SMA Karya Kasih dan SMP Yos Sudarso terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar karena area sekolah terdampak banjir.

Sementara itu, titik banjir kedua terpantau di Dusun Mundun, Desa Palem Jaya. Air menggenangi perlintasan jalan dengan ketinggian berkisar antara 15 hingga 30 sentimeter, sehingga menghambat mobilitas warga yang melintas di jalur tersebut.

Kapolsek Parindu, Iptu N. Ling, S.H., M.Sos., menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan banjir guna memastikan situasi tetap terkendali. Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana lanjutan.

“Kami telah melakukan monitoring di beberapa titik terdampak banjir. Hingga saat ini, situasi masih dalam kondisi aman dan tidak ada korban jiwa. Namun demikian, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi,” ujarnya.

Iptu N. Ling menjelaskan bahwa kenaikan debit air di Komplek Pastoran disebabkan oleh meluapnya Sungai Ensabal yang tidak mampu menampung kiriman air dari hulu. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, fenomena batingsor yang terjadi di wilayah Parindu merupakan dampak langsung dari kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan tersebut. Oleh karena itu, koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.

Polsek Parindu juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. Upaya kolaboratif antara aparat dan masyarakat dinilai penting dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem demi menjaga keselamatan bersama. (Dit)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda