PONTIANAK, SP - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I menerima audiensi Pimpinan Bank Syariah Nasional (BSN) Cabang Pontianak, Selasa (21/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Kanwil Kemenag Kalbar itu menjadi momentum silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama dalam penguatan layanan keuangan syariah di lingkungan Kementerian Agama Kalimantan Barat.
Sementara itu, pihak BSN dipimpin oleh Ketua Cabang BSN Pontianak, Imron, bersama timnya yakni Galang Mandiri, Tedy Juriadi, dan Siti Marwiyah.
Pimpinan BSN Cabang Pontianak menyampaikan latar belakang berdirinya lembaga tersebut yang masih tergolong baru sebagai bank mandiri.
“Kami baru menjadi institusi pada 20 Desember, sebelumnya kami merupakan BTN Syariah dengan status anak BUMN di bawah Danantara.
Dulu kami masih unit usaha, dan setelah berjalan kami dibentuk menjadi bank sendiri. Harapan kami, memohon support, arahan, dan bimbingan dalam mengembangkan bank syariah, khususnya di lingkungan Kalimantan Barat,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Kalbar menekankan pentingnya implementasi prinsip syariah secara menyeluruh dalam sistem perbankan.
Dalam dialog tersebut, Kakanwil juga menanyakan produk layanan yang ditawarkan oleh BSN. Pihak BSN menjelaskan bahwa mereka siap menyesuaikan dengan kebutuhan Kementerian Agama.
“Kami mendukung sesuai kebutuhan Kemenag, seperti pembiayaan rumah, tabungan emas, pinjaman pegawai, dan lainnya,” jelas pihak BSN.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil mendorong agar BSN juga menghadirkan layanan tabungan haji dan umroh.
“Silakan dikembangkan juga produk tabungan haji dan umroh,” ujarnya.
Selain itu, Kakanwil juga menambahkan masukan terkait program Taspen, agar pihak BSN dapat mendata nama-nama pegawai yang akan memasuki masa pensiun sebagai bagian dari potensi layanan ke depan.
Di akhir pertemuan, Kakanwil berharap adanya kolaborasi konkret ke depan, termasuk dengan bidang terkait di lingkungan Kemenag Kalbar.
“Semoga ke depan bisa terjalin kolaborasi, termasuk dengan Pak Rohadi di bagian zakat dan wakaf,” pungkasnya.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan BSN di Kalimantan Barat. (*)