Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Nuryamin
“Sinergi dengan institusi pendidikan dan lembaga sosial menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan responsif. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran Program Satyagatra sebagai pusat layanan keluarga yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,”
PONTIANAK, SP – Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan keluarga melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang digelar di Aula Kencana Perwakilan BKKBN Kalbar.
Kerja sama tersebut melibatkan sejumlah mitra strategis, yakni Universitas Muhammadiyah Pontianak melalui Fakultas Psikologi dan Kesehatan, Program Studi Psikologi Islam IAIN Pontianak, serta Rumah Zakat Kalimantan Barat.
Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat Program Satyagatra sebagai pusat layanan terpadu bagi keluarga.
Program ini menghadirkan layanan konseling, edukasi, hingga pendampingan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.
Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Nuryamin, menegaskan bahwa sinergi dengan institusi pendidikan dan lembaga sosial menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkualitas dan responsif.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat peran Program Satyagatra sebagai pusat layanan keluarga yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, program studi psikologi dari perguruan tinggi akan dilibatkan secara langsung sebagai konselor dalam layanan konseling keluarga.
Selain itu, institusi akademik juga akan menjadi rujukan layanan lanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan lebih mendalam.
Di sisi lain, kolaborasi dengan Rumah Zakat difokuskan pada dukungan terhadap Program Bangga Kencana, khususnya dalam percepatan penurunan stunting melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan keluarga.
Branch Manager Rumah Zakat Kalbar, Azrul Putra Nanda, menyatakan kesiapan pihaknya untuk berkontribusi aktif dalam program tersebut.
“Kami berkomitmen untuk bersinergi bersama BKKBN, khususnya melalui program GENTING atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Pada tahap awal, kami menargetkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting sebagai bentuk kepedulian bersama,” jelasnya.
Saat ini, BKKBN Kalbar telah mengembangkan 57 titik layanan Satyagatra yang tersebar di berbagai wilayah, dengan target menjangkau 1.575 keluarga.
Layanan ini mencakup delapan jenis konseling, mulai dari informasi Program Bangga Kencana, konseling keluarga balita, remaja, pranikah, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan layanan Satyagatra semakin komprehensif, profesional, dan mudah diakses, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera di Kalbar. (*)