Nasional post authorelgiants 19 April 2026

Ancol Akan Reklamasi dan Bangun Beach Club Modern, Gaet Investor Lokal dan Global, Ubah Wajah Jadi Destinasi Wisata Terpadu

Photo of Ancol Akan Reklamasi dan Bangun Beach Club Modern, Gaet Investor Lokal dan Global, Ubah Wajah Jadi Destinasi Wisata Terpadu

JAKARTA, SP – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengumumkan rencana strategis untuk merevitalisasi kawasan rekreasi Ancol melalui pengembangan proyek reklamasi seluas 65 hektare serta pembangunan fasilitas beach club modern. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat posisi Ancol sebagai destinasi liburan kelas internasional.

Dalam rencana pengembangan tersebut, PJAA menyiapkan skema investasi dengan estimasi nilai mencapai Rp5 triliun hingga Rp 6 triliun. Proyek ini tidak hanya difokuskan pada perluasan lahan, namun juga integrasi fasilitas gaya hidup yang dinamis.

Singkatnya, Ancol ingin berubah dari sekadar "taman rekreasi" menjadi "destinasi gaya hidup" di mana masyarakat bisa berinteraksi, bekerja, dan bersenang-senang dalam satu ekosistem yang terpadu.

Salah satu sorotan utama dalam rencana pengembangan ini adalah pembangunan beach club yang berlokasi di kawasan eks-Segara. Fasilitas ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman liburan komprehensif yang memadukan elemen wellbeing, sarana olahraga modern seperti lapangan padel, serta area semi-beach club yang eksklusif.

Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis menegaskan bahwa perubahan mendasar kawasan Ancol diperlukan karena perilaku wisatawan secara pundamental kini telah bergeser.

"Saat ini, ekspektasi masyarakat tidak lagi hanya sekadar berkunjung untuk melihat-lihat. Pengunjung mencari experience (pengalaman), connection (koneksi), dan value (nilai) dari destinasi yang mereka datangi,” ujarnya.

Selain itu, transformasi juga merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta serta pemegang saham untuk melakukan modernisasi menyeluruh, guna memastikan Ancol tetap relevan untuk 50 tahun ke depan.

“Oleh karena itu, kami bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem, di mana Ancol bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan ekosistem yang menawarkan perjalanan pengalaman yang lengkap bagi pengunjung," ujarnya.

Dengan mengusung visi "Integrated Experience-Driven Ecosystem", Ancol pun berkomitmen untuk menciptakan pengalaman yang lebih mendalam, bermakna, dan relevan bagi generasi masa kini dan masa depan.

Syahmudrian mengatakan dalam waktu dekat, Ancol akan melakukan pembaruan fasilitas signifikan. Salah satu yang menjadi prioritas adalah revitalisasi kawasan eks-Segara menjadi area gaya hidup modern, yang mencakup fasilitas semi-beach club dan lapangan padel di tepi pantai.

Selain itu, Ancol sedang menjajaki pengembangan nightlife entertainment untuk mendukung visi menjadikan Ancol sebagai destinasi wisata yang hidup sepanjang hari.

"Kami memiliki aspirasi besar untuk menjadikan Ancol sebagai destinasi yang hidup selama 24 jam ke depan, guna memenuhi kebutuhan gaya hidup Gen Z dan Gen Alpha. Bahkan, kami sedang berdiskusi dengan pihak MRT untuk mengintegrasikan akses transportasi, sehingga masyarakat dapat mencapai Ancol dengan lebih mudah dan nyaman," tambah Syahmudrian.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pihaknya telah menetapkan empat pilar strategis yakni, peningkatan value visitor, optimalisasi aset dan ekosistem, pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making), dan kolaborasi strategis dengan mitra domestik maupun global.

Syahmudrian menjelaskan, fokus perusahaan kini bergeser dari sekadar mengejar kuantitas jumlah pengunjung menjadi peningkatan kualitas pengalaman. Pengunjung akan diarahkan untuk memiliki agenda dan itinerary (rencana perjalanan) yang terstruktur selama berada di Ancol.

Ancol juga akan mengoptimalkan lahan seluas 65 hektare yang saat ini belum termanfaatkan secara maksimal. Pengembangan ini mencakup perluasan lahan (land extension) di sisi utara bagian barat.

Kemudian, seluruh rencana strategis, termasuk penyelenggaraan event dan pengembangan fasilitas, akan didasarkan pada analisis data tren pengunjung dan pola perilaku, sehingga lebih akurat dan tepat sasaran.

“Selain itu, Ancol membuka pintu selebar-lebarnya bagi mitra domestik maupun global untuk berkolaborasi, guna meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional,” jelasnya.

Syahmudrian menambahkan, di balik transformasi infrastruktur tersebut, Ancol juga melakukan transformasi internal melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) dan budaya kerja. Fokus utamanya adalah menanamkan budaya "service-obsessed", di mana setiap insan Ancol memiliki komitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengunjung (I’m with you).

Model Bisnis

Untuk merealisasikan proyek ini secara efisien, PJAA menerapkan model bisnis kolaboratif melalui sistem land sharing atau kerja sama dengan mitra strategis. Strategi ini memungkinkan Ancol untuk mengembangkan kawasan tanpa harus membebani neraca keuangan perusahaan dengan belanja modal (capital expenditure) yang besar.

Antusiasme pasar terhadap proyek ini pun dinilai sangat tinggi. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 16 calon investor, baik dari dalam negeri maupun investor asing asal Eropa, China, dan Korea Selatan, telah menyatakan minat untuk berpartisipasi dalam pengembangan kawasan ini.

Syahmudrian mengatakan calon mitra kerja asing ini memiliki keinginan yang besar untuk ikut dalam proyek reklamasi ini. Melalui kerangka kerja sama tersebut, Ancol tidak perlu menggelontorkan modal kerja atau capital expenditure (capex) besar untuk proyek tersebut.

“Saat ini, pihak manajemen tengah dalam tahap seleksi ketat untuk memastikan kemitraan yang memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan dan pengunjung,” kata Syahmudrian.

Pria yang akrab disapa Ian itu mengatakan, proses tender ini mengadopsi skema beauty contest. Melalui skema ini, Ancol hanya akan memilih satu calon mitra kerja untuk menggarap reklamasi dengan nilai proyek sekitar Rp5 triliun hingga Rp6 triliun.

Dia menambahkan, reklamasi akan dilakukan di atas lahan seluas 65 hektare dari Pantai Barat hingga Utara Ancol. Nantinya, proyek reklamasi ini akan dibagi dengan pemenang tender untuk kebutuhan bisnis dan kebutuhan umum.

“Jadi lahan reklamasi tersebut akan difokuskan untuk perluasan kawasan wisata, termasuk pembangunan beach club dan destinasi wisata baru. Lalu, sekitar 20 hektar dari lahan reklamasi tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan depo MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta fase 2B,” jelasnya.

Hal ini dibenarkan Komisaris Utama Pembangunan Jaya Ancol Irfan Setiaputra. Dia menyebut proyeksi reklamasi seluas 62 hektare di kawasan perairan Utara Jakarta sampai saat ini masih dibahas manajemen. Namun, perluasan bisnis melalui aksi korporasi berupa reklamasi ini menjadi bagian transformasi Ancol.

"Kami semua sudah dapat persetujuan (izin lingkungan). Kami sedang mencari partner untuk reklamasi tersebut. Dan mari kami lihat sama-sama apa yang akan terjadi di atas tanah reklamasi," kata Irfan saat jumpa pers di Ancol, Selasa (14/4/2026).

Irfan mengatakan sejumlah investor berminat menanam modal untuk pembangunan reklamasi, tetapi belum ada kesepakatan kedua belah pihak. Sehingga, memasuki Kuartal-II 2026 ini, korporasi gencar menjajaki kemitraan yang menguntungkan.

"Kami komisaris tentu saja berharap bahwa partner yang nanti diganti oleh direksi bisa memberikan penawaran yang menarik buat orang-orang yang bisa datang ke Ancol karena ada reklamasi tersebut," katanya.

Menurutnya, kondisi global saat ini bisa menjadi peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja, baik dari sisi peningkatan jumlah kunjungan wisata, properti, maupun optimalisasi lahan yang dikerjasamakan dengan partner strategis.

Apalagi, imbuh dia, menjelang 500 tahun Kota Jakarta pada 2027, Gubernur DKI Jakarta akan mendorong agar Ancol menjadi Wajah Jakarta.

“Biasanya, (kalau situasi global tak menentu) orang menahan diri untuk liburan. Tapi, kami melihat justru ini peluang, orang jalan-jalan, berlibur mungkin memilih destinasi wisata di dalam negeri saja, ketimbang ke luar negeri. Tiket pesawat juga kan mahal. Sejauh ini, kami juga tidak terdampak oleh situasi global tersebut,” tukasnya. (rm/sr)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda