Ketapang post authorKiwi 01 Maret 2026

Bupati Ketapang Tutup Gawai Adat Bejujokng XV di Simpang Dua

Photo of Bupati Ketapang Tutup Gawai Adat Bejujokng XV di Simpang Dua Penutupan Gawai Adat Bejujokng XV di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Sabtu (28/2/2026).

KETAPANG,SP - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., secara resmi menutup rangkaian Gawai Adat Bejujokng XV di Desa Gema, Kecamatan Simpang Dua, Sabtu (28/2/2026).

Penutupan gawai adat tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang Matius Yudi, Wakil Ketua DAD Kabupaten Ketapang H. Jahilin, unsur Forkopimcam, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak masyarakat untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa (Jubata/Duwata Perimbang Alam Bumi) atas hasil panen padi yang melimpah. Ia menegaskan bahwa tradisi gawai merupakan warisan budaya masyarakat Dayak yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Tradisi bersyukur atas panen padi ini hampir merata di seluruh wilayah Ketapang. Ini menunjukkan kedekatan masyarakat Dayak dengan alam dan leluhur,” ujarnya.

Bupati juga mengapresiasi masyarakat Desa Gema yang konsisten menyelenggarakan Gawai Adat Bejujokng hingga tahun ke-15. Menurutnya, pelaksanaan gawai dari tahun ke tahun semakin baik dan kini setara dengan gawai tingkat kabupaten.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga jati diri dan identitas budaya di tengah kemajuan zaman. Ia mengajak masyarakat untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi, budaya, dan politik, serta mampu mengelola kekayaan alam demi kesejahteraan bersama.

Sebagai bentuk komitmen pelestarian budaya, Bupati mengungkapkan rencana pembangunan miniatur rumah betang atau rumah adat di Desa Gema. Ia meminta agar penyusunan detail engineering design (DED) dapat disiapkan tahun ini sehingga pembangunan bisa dimulai pada tahun berikutnya secara gotong royong oleh seluruh desa di Kecamatan Simpang Dua.

Menutup sambutannya, Bupati berharap Gawai Adat Bejujokng terus dilestarikan sebagai kekuatan budaya dan identitas masyarakat Dayak di Kabupaten Ketapang. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda