Kubu Raya post author Kiwi 02 Juli 2026

Nelayan Sungai Kakap Dibekali Informasi Iklim, Kolaborasi UPB, BMKG dan HNSI Tingkatkan Keselamatan serta Produktivitas Melaut

Photo of Nelayan Sungai Kakap Dibekali Informasi Iklim, Kolaborasi UPB, BMKG dan HNSI Tingkatkan Keselamatan serta Produktivitas Melaut

KUBU RAYA, SP - Upaya meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus produktivitas hasil tangkapan nelayan terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak bersama BMKG Maritim Stasiun Pontianak dan Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Kubu Raya menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) bertajuk "Pemanfaatan Informasi Iklim untuk Keselamatan dan Peningkatan Produktivitas Hasil Tangkap" di Pondok Muara Kakap, Pelabuhan Perikanan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu (25/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para nelayan dan masyarakat pesisir Sungai Kakap sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya informasi iklim dan prakiraan cuaca maritim dalam mendukung aktivitas penangkapan ikan yang lebih aman, efektif, dan produktif.

Pelaksanaan kegiatan dilatarbelakangi tingginya ketergantungan nelayan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di perairan Kalimantan Barat. Perubahan cuaca yang semakin dinamis kerap menjadi ancaman keselamatan saat melaut sekaligus memengaruhi hasil tangkapan.

Melalui edukasi tersebut, para nelayan dibekali kemampuan membaca informasi prakiraan cuaca, tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, serta memanfaatkan berbagai layanan informasi resmi BMKG yang dapat diakses melalui telepon seluler sebelum berangkat melaut.

Fungsional BMKG Maritim Stasiun Pontianak, Randy Ardianto, SST, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa informasi cuaca maritim merupakan salah satu faktor penting yang harus menjadi dasar pengambilan keputusan bagi nelayan.

"Informasi cuaca maritim bukan sekadar angka dan gambar. Ketika dibaca dengan benar, informasi ini menjadi penentu keselamatan nelayan sekaligus panduan menentukan waktu terbaik untuk melaut," ujarnya.

Selain aspek keselamatan, kegiatan juga membahas pemanfaatan informasi iklim untuk meningkatkan produktivitas hasil tangkapan.

Dosen Universitas Panca Bhakti, Dr. Ir. Sigit Sugiardi, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap pola musim dan kondisi perairan dapat membantu nelayan menentukan lokasi penangkapan yang lebih potensial, menghemat biaya operasional, serta meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkap.

"Nelayan yang cerdas iklim adalah nelayan yang lebih selamat sekaligus lebih sejahtera. Informasi iklim harus kita ubah menjadi keputusan melaut yang tepat," katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Kubu Raya, Deni, Wakil Ketua DPC HNSI Busryo, tokoh masyarakat, aparat Desa Sungai Kakap, perwakilan TNI Angkatan Laut, dosen Universitas Panca Bhakti, yakni Dr. M. Setyo Gunawan dan Aris, S.E., Ak., M.M., serta mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan lapangan.

Sekretaris DPC HNSI Kabupaten Kubu Raya, Deni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai informasi iklim sangat dibutuhkan para nelayan yang setiap hari menghadapi ketidakpastian cuaca di laut.

"Kami mengapresiasi kolaborasi ini. Bekal informasi iklim sangat berarti bagi keselamatan nelayan kami. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak anggota HNSI di Kabupaten Kubu Raya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. M. Dina Octaviani, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menerapkan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat.

Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, BMKG, pemerintah, dan organisasi nelayan dapat terus diperkuat agar pemanfaatan informasi iklim menjadi budaya baru di kalangan masyarakat pesisir.

"Kami ingin hasil kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Harapannya, kebiasaan memanfaatkan informasi iklim sebelum melaut menjadi budaya baru bagi nelayan Sungai Kakap sehingga keselamatan meningkat dan produktivitas hasil tangkapan ikut bertambah," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para nelayan memperoleh pemahaman praktis mengenai cara mengakses dan memanfaatkan informasi cuaca serta iklim secara mandiri. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu menekan risiko kecelakaan di laut, membantu nelayan menentukan waktu dan lokasi penangkapan yang lebih tepat, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Kolaborasi antara Universitas Panca Bhakti Pontianak, BMKG Maritim Stasiun Pontianak, dan DPC HNSI Kabupaten Kubu Raya ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan dalam memperkuat kapasitas nelayan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan layanan informasi publik demi mewujudkan komunitas nelayan Kalimantan Barat yang lebih tangguh, aman, dan sejahtera.

Berikut berita yang telah ditambah dengan informasi dari undangan BPS pada foto, sehingga lebih lengkap dan utuh. (aep)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda