Kubu Raya post authorelgiants 03 November 2025

Silaturahmi dan Pembagian Hadiah Ujian Catur Wulan I di Pondok Pesantren Salafy Nurul Huda 3 Parit Kongsi, Desa Sungai Enau

Photo of Silaturahmi dan Pembagian Hadiah Ujian Catur Wulan I di Pondok Pesantren Salafy Nurul Huda 3 Parit Kongsi, Desa Sungai Enau Foto Bersama: Silaturahmi dan Pembagian Hadiah Ujian Catur Wulan I di Pondok Pesantren Salafy Nurul Huda 3 Parit Kongsi, Desa Sungai Enau

Malam Minggu, 1 November, langit Parit Kongsi terasa begitu ramah. Udara lembut berembus membawa aroma tanah basah. Sekitar pukul 19.00, Musholla Nurul Huda 3 menjadi saksi kebersamaan yang hangat menjadi tempat berkumpulnya para santri, asatidz, wali santri, dan masyarakat dalam acara Silaturahmi dan Pembagian Hadiah Ujian Catur Wulan I. Sebuah malam yang sederhana, namun menyala dengan cahaya ilmu dan keikhlasan.

Kehadiran pengurus pondok, pengurus yayasan, aparatur setempat seperti ketua RT, tokoh masyarakat, serta para wali santri, menambah keakraban suasana. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan acara, tetapi merajut kembali jalinan ukhuwah yang telah lama tumbuh di bawah naungan Nurul Huda tempat di mana ilmu dan adab berjalan beriringan.

Acara dibuka dengan ayat suci Al-Qur’an yang bergema lembut, seolah menjadi doa yang naik perlahan ke langit malam. Dalam acara tersebut Ketua Yayasan, Ustadz Muntaha Murtadho, berdiri menyampaikan sambutannya dengan penuh keteduhan. Dalam kata-katanya yang menyejukkan, beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak dan menyampaikan apresiasi yang tulus kepada para santri yang telah meraih prestasi.

Beliau juga mengajak para wali santri dan masyarakat sekitar untuk terus berkontribusi dan mendukung keberlangsungan lembaga, sebab madrasah adalah rumah besar yang membutuhkan gotong royong dan kerja sama dari semua pihak. Dalam kesempatan yang sama, beliau menegaskan bahwa Madrasah Nurul Huda 3 merupakan lembaga madrasah pertama di kampung ini, tonggak awal yang menjadi penyeimbang agar anak-anak tidak hanya mengenal pelajaran dunia, tapi juga memahami ilmu agama yang menjadi bekal akhirat.

Tibalah pada momen yang paling ditunggu-tunggu, yaitu pembagian hadiah bagi para santri berprestasi. Wajah-wajah berseri tampak di bawah cahaya lampu musholla. Ada tawa, ada haru, ada rasa bangga yang sederhana namun dalam. Setiap nama yang dipanggil bukan sekadar simbol juara, tapi saksi perjalanan panjang antara ikhtiar dan doa. Di balik secarik kertas nilai, ada malam-malam penuh zikir dan halaman kitab yang diselami dengan tekun.

Lebih dari sekadar seremoni, malam itu menjadi cermin kecil tentang arti perjuangan dalam menuntut ilmu. Di tengah dunia yang serba cepat dan dangkal, madrasah seperti Nurul Huda 3 berdiri teguh menjaga denyut ilmu agar tetap hidup, menanamkan adab agar jiwa tetap bersahaja.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Suara “Aamiin” bergema serempak, berpadu dengan desir angin malam yang membawa harapan. Semoga ilmu yang dipelajari menjadi berkah, para guru diberi panjang umur, dan para santri dijaga hatinya agar tetap teguh di jalan thalabul ‘ilmi.

Dan di akhir malam itu, sebelum semua beranjak pulang, tersisa satu pesan yang menggema dalam hati setiap yang hadir.

Bahwa cahaya ilmu tidak pernah padam oleh waktu selama masih ada guru yang ikhlas mengajar, santri yang tekun belajar, dan masyarakat yang setia mendukung, maka nur itu akan terus menerangi kampung, generasi, dan peradaban.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda