Kubu Raya post author Kiwi 31 Agustus 2026

Kombinasi Water Bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca, TNI AU Kerahkan Tiga Alutsista Andalan di Langit Kalbar

Photo of Kombinasi Water Bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca, TNI AU Kerahkan Tiga Alutsista Andalan di Langit Kalbar

KUBU RAYA, SP - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat terus diperkuat.

Di tengah ancaman titik api dan kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat, TNI Angkatan Udara melalui Pangkalan TNI AU (Lanud) Supadio mengoptimalkan kekuatan udara untuk membantu pemerintah daerah menekan laju karhutla.

Tak hanya mengandalkan satu metode, penanganan dilakukan melalui kombinasi Water Bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Tiga alutsista TNI AU dikerahkan untuk menjalankan misi tersebut, yakni Helikopter Super Puma, Helikopter EC-725 Caracal, dan Pesawat Casa NC-212i.

Pengerahan kekuatan udara ini menjadi bagian dari langkah nyata TNI AU dalam mendukung penanggulangan karhutla sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak kebakaran yang terus mengancam sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Helikopter Super Puma dari Skadron Udara 6 dan EC-725 Caracal dari Skadron Udara 8 menjadi ujung tombak dalam misi water bombing.

Kedua helikopter tersebut membawa air untuk kemudian dijatuhkan langsung ke kawasan yang terbakar, terutama pada titik-titik api yang sulit dijangkau oleh pasukan pemadam melalui jalur darat.

Dari udara, kru helikopter harus bekerja dengan ketepatan tinggi. Setiap misi diarahkan pada lokasi yang membutuhkan penanganan segera, dengan mempertimbangkan kondisi medan, arah angin, serta perkembangan titik api di lapangan.

Di sisi lain, TNI AU juga mengerahkan Pesawat Casa dari Skadron Udara 4 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca.

Pesawat tersebut melaksanakan penyemaian bahan semai berupa garam pada wilayah yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.

Upaya tersebut dilakukan untuk merangsang pertumbuhan awan sehingga meningkatkan peluang terjadinya hujan. Dengan turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan, kondisi lahan yang kering diharapkan dapat menjadi lebih basah dan potensi meluasnya kebakaran maupun dampak kabut asap dapat ditekan.

Komandan Lanud Supadio menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan sinergi.

Karena itu, seluruh kemampuan operasi udara yang dimiliki TNI dikerahkan untuk menangani Karhutla ini agar tidak meluas. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda