MELAWI, SP - Konferensi Kabupatennya (Konkan) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar pada Rabu (11/6/2025) akhirnya menyepakati Yussenno untuk kembali menjadi nakhoda Ketua PGRI Melawi masa bakti 2025-2030.
Konkab PGRI ini juga menjadi ajang menyusun program kerja yang akan dijalankan selama masa bakti tersebut.
Ketua Panitia Konkab PGRI Melawi, M.Firman, menyampaikan bahwa pemilihan berlangsung lancar dan demokratis, dengan seluruh peserta sepakat secara bulat untuk kembali memberikan amanah kepada Yussenno memimpin organisasi profesi guru tersebut.
“Seluruh peserta Konkab sepakat dan menyatakan dukungan penuh kepada Bapak Yussenno untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua PGRI Melawi. Pemilihan dilakukan secara aklamasi karena tidak ada calon lain yang diajukan dan semua suara bulat mendukung beliau,” ungkap Firman.
Menurut Firman, Konkab PGRI Melawi tahun ini juga menjadi momentum evaluasi dan refleksi capaian organisasi selama lima tahun terakhir serta penyusunan program strategis ke depan.
“Dengan terpilihnya kembali Pak Yussenno, PGRI Melawi diharapkan semakin solid dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks di era digital dan transformasi pendidikan nasional,” harapnya.
Dalam sambutannya usai terpilih, Yussenno menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan seluruh anggota PGRI Melawi. Ia berkomitmen untuk terus mendorong penguatan peran guru dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ini adalah amanah besar yang akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Kita akan terus berjuang untuk kesejahteraan guru dan kemajuan pendidikan di Melawi,” ungkap Yussenno.
Sebelumnya, saat pembukaan Konkab, Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, menekankan guru di bawah naungan PGRI dituntut memiliki integritas dan kemampuan profesional agar mampu melaksanakan darma baktinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bupati menegaskan, pemerintah daerah menaruh harapan besar kepada PGRI yang memiliki peran sangat strategis dalam menciptakan generasi muda yang berkualitas, berkompeten, dan siap menghadapi tantangan di masa depan, untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,
Dadi juga berharap kepada PGRI agar selalu bersinergi dengan pemerintah daerah dan bersama-sama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
“Melawi sangat memerlukan hadirnya guru-guru yang profesional, memiliki integritas tinggi dan siap melakukan perubahan dalam pendidikan,” ujar Dadi. (eko)