Melawi,SP - Masih banyak desa atau dusun di Kabupaten Melawi yang hingga kini masih gelap gulita karena tidak memiliki jaringan listrik dari PLN. Padahal, listrik juga menjadi kebutuhan utama masyarakat saat ini.
Kondisi ini turut disuarakan oleh Ketua DPRD Melawi, Hendegi Januardi dalam audiensi bersama PLN UPT Nanga Pinoh dan PLN UP3 Sanggau, Senin (28/7) di ruang rapat Kantor Bupati Melawi. Turut hadir perwakilan PLN UPT Nanga Pinoh, Beni, serta Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy. Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan pihak PLN dalam membahas berbagai persoalan dan rencana pengembangan kelistrikan.
Ogi, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa kebutuhan akan listrik menjadi salah satu aspek mendesak yang harus ditangani secara serius, mengingat masih adanya daerah-daerah di Melawi yang belum tersentuh jaringan listrik.
Ia mengusulkan agar PLN dapat lebih memperhatikan wilayah-wilayah yang masih gelap gulita, terutama di Kecamatan Ella-Menukung dan Tanah Pinoh Barat.Menurutnya masih terdapat sejumlah desa di dua kecamatan tersebut yang hingga kini belum mendapatkan akses listrik, yang tentunya sangat mempengaruhi kualitas hidup dan aktivitas perekonomian masyarakat setempat.
“Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi merupakan kebutuhan dasar yang akan membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Serupa dengan Ketua DPRD, Bupati Melawi, Dadi Sunarya UsfaYursa, yang secara langsung memberikan masukan dan usulan terkait kondisi kelistrikan di sejumlah kecamatan yang dinilai masih tertinggal dalam hal infrastruktur energi.
Bupati Dadi Sunarya juga menegaskan pentingnya percepatan pembangunan jaringan listrik, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat pedesaan yang selama ini masih bergantung pada penerangan seadanya, seperti genset atau lampu minyak.
Lebih lanjut, pemerintah daerah berharap agar PLN bisa merancang langkah-langkah strategis dan konkret dalam menyelesaikan permasalahan ini, termasuk melalui perluasan jaringan atau pembangunan infrastruktur baru di daerah-daerah pelosok.
Pihak PLN menyambut baik masukan dan aspirasi yang disampaikan. Mereka menyatakan komitmennya untuk menjadikan persoalan kelistrikan di Melawi sebagai prioritas dalam rencana kerja ke depan, khususnya untuk daerah-daerah yang saat ini belum terjangkau listrik.
Pihak PLN juga ada kerjasama Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Melawi, terkait pemasangan listrik dibeberapa sekolah, salah satunya Desa Nanga Keruap dan Tanjung Beringin kecamatan Menukung.
PLN juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah terpencil memang menghadapi tantangan geografis dan biaya operasional tinggi, namun mereka siap menjalin sinergi dengan pemerintah daerah untuk mencari solusi terbaik.
Audiensi tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga sinergi antara PLN dan Pemerintah Kabupaten Melawi demi mewujudkan pemerataan listrik yang berkelanjutan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (eko)