MATARAM, SP - Partai Hanura mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi organisasi diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan desa, sementara peluang bergabungnya kader dari partai politik lain mulai terbuka.
Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengungkapkan sedikitnya lima kader dari partai besar mulai mendekati Hanura dan berpeluang bergabung.
Hal itu disampaikan Rio saat mengumpulkan seluruh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura se-Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam agenda konsolidasi di Mataram, Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Rio meminta seluruh jajaran Hanura bekerja lebih awal dan serius untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang singa tersebut pada Pemilu 2029.
Rio mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, struktur kepengurusan Hanura di NTB saat ini telah terbentuk 100 persen hingga tingkat kecamatan. Selanjutnya, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Saya mendapatkan laporan bahwa sudah 100 persen pengurus kecamatan di NTB. Sekarang sedang ongoing process untuk mempersiapkan kepengurusan di tingkat desa, sekaligus 1.000 anggota berdasarkan jumlah kepengurusan di ranting atau desa dan kelurahan,” kata Rio.
Menurut mantan Ketua Umum Partai NasDem tersebut, struktur organisasi yang telah terbentuk menjadi modal penting untuk membangun mesin politik Hanura menghadapi Pemilu 2029.
Ia menegaskan, konsolidasi tidak boleh berhenti pada pemenuhan persyaratan verifikasi partai. Seluruh jajaran harus mulai menyiapkan bakal Calon Legislatif (Bacaleg), strategi pemenangan, serta memperkuat mesin politik sejak jauh hari.
“Artinya tidak hanya mempersiapkan verifikasi, tapi sudah menyiapkan mesin politiknya. Nanti semua papan partai dipasang, kemudian habis ini kita akan menandatangani Rakerda, Rakercam untuk mempersiapkan bacaleg dan sebagainya. Artinya mesin politik di NTB sudah bekerja,” ujarnya.
Tiga Daerah Jadi Prioritas
Rio memberikan perhatian khusus terhadap tiga daerah di NTB yang saat ini belum memiliki keterwakilan Hanura di DPRD, yakni Kabupaten Lombok Utara, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.
Ketiga daerah tersebut menjadi sasaran utama Hanura untuk merebut kembali kursi legislatif pada Pemilu 2029.
“Kami ingin hari ini di tiga kabupaten yang tidak ada kursinya itu, yang memimpinnya adalah orang-orang yang punya potensi untuk memimpin Hanura,” jelas Rio.
Ia optimistis pembenahan struktur organisasi dan penempatan figur yang tepat akan meningkatkan perolehan kursi Hanura, baik di tingkat kabupaten/kota maupun DPRD Provinsi NTB.
Perkuat Konsolidasi Internal
Di tengah konsolidasi internal tersebut, Rio mengungkapkan adanya lima kader dari partai besar yang mulai mendekati Hanura.
Menurutnya, kelima kader tersebut masih berada dalam posisi wait and see, sembari melihat perkembangan organisasi dan mesin politik Hanura sebelum menentukan langkah politik.
Rio menegaskan Hanura tidak akan melakukan pendekatan dengan cara membujuk kader partai lain. Sebaliknya, partai akan menunjukkan keseriusan melalui pembenahan organisasi dan kerja politik yang terukur.
“Ibarat saham, ketika kinerjanya bagus dan perusahaannya sehat, orang akan beli sahamnya. Kami tidak meyakinkan orang dengan cara membujuk, tapi dengan bekerja lebih awal dan menyempurnakan struktur. Dengan begitu, nilai saham partai naik dan orang tertarik masuk,” katanya.
Ia menyebut ketertarikan tersebut muncul karena para kader melihat keseriusan Hanura dalam membangun organisasi serta perkembangan elektabilitas partai.
“Mereka melihat ada keseriusan dan Hanura diurus dengan benar. Kalau di partainya yang lama dia merasa tidak nyaman atau tidak dapat nomor bagus, kita janjikan kalau calon di sini, kita kasih nomor satu,” ujar Rio.
Meski demikian, Rio tidak mengungkapkan identitas kelima kader maupun partai asal mereka.
Ia menilai peluang perpindahan tersebut juga tidak terlepas dari hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Hanura mulai mengalami peningkatan.
“Kemungkinan mereka akan hitung-hitung untuk bergabung ke Hanura. Kalau cara kerja Hanura on the track seperti ini, mereka meyakini bahwa Hanura akan naik terus,” tuturnya.
Konsolidasi 28 Provinsi
Untuk menyamakan ritme perjuangan di seluruh Indonesia, DPP Partai Hanura akan melakukan konsolidasi secara intensif ke sejumlah daerah.
Sedikitnya 28 provinsi menjadi sasaran kunjungan dengan pola yang sama, yakni memperkuat struktur organisasi sekaligus membangun optimisme kader menuju Pemilu 2029.
“Bahasa kemenangan dan kesiapan mesin politik dari Aceh sampai Papua harus sama. Jadi masa depan partai ada di tangan pengurus DPC, PAC, hingga ranting. Kami menyebarkan virus optimisme ini kepada kader dan masyarakat di luar Hanura,” kata Rio.
Ia menegaskan Hanura tidak boleh menggantungkan masa depan partai kepada pihak lain. Kekuatan utama harus berasal dari kader dan struktur internal partai.
“Kami tidak boleh bergantung dari harapan orang lain. Masa depan partai ini ada di tangan kadernya. Masa depan partai ini ada di tangan pengurus DPC, DPRT, PAC, dan DPD,” tegasnya.
Ahmad Dahlan Pimpin Hanura NTB
Penguatan organisasi Hanura di NTB juga ditandai dengan pelantikan Ahmad Dahlan alias Leo sebagai Ketua DPD Partai Hanura NTB periode 2025-2030.
Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Benny Ramdhani. Dalam kesempatan yang sama, Benny juga melantik jajaran pengurus DPC Hanura di 10 kabupaten/kota se-NTB.
Ahmad Dahlan menegaskan pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi tonggak awal untuk mengembalikan kejayaan Hanura di Bumi Gora.
“Pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial semata, melainkan tonggak awal perjuangan Hanura untuk kita tingkatkan, baik dari raihan suara maupun jumlah kursi di lembaga legislatif provinsi dan 10 kabupaten/kota,” ujar Leo.
Untuk tiga daerah yang saat ini belum memiliki kursi Hanura, Leo mengaku telah menyiapkan sejumlah figur yang dinilai memiliki kompetensi dan jaringan kuat.
Di Lombok Utara, Hanura menyiapkan figur yang disebut merupakan koordinator kelompok tani. Sementara di Sumbawa Barat, partai menempatkan figur pengusaha yang dinilai memiliki jaringan luas.
Untuk Kabupaten Sumbawa, Hanura juga tengah menyiapkan figur yang memiliki popularitas serta jaringan politik yang kuat.
“Kita pernah jadi pimpinan DPRD di Sumbawa, sekarang zonk. Sehingga sekarang saya memasang orang yang kompeten dan punya jaringan luas di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Leo optimistis kepengurusan baru Hanura NTB mampu bekerja lebih serius dan solid untuk meningkatkan suara serta merebut kembali kursi legislatif yang hilang.
“Insya Allah tiga kabupaten yang sebelumnya zonk akan mendapatkan kursi dan mengembalikan masa kejayaan Hanura,” katanya.
Hanura Dukung Iqbal untuk Periode Kedua
Di sisi lain, Sekjen DPP Partai Hanura Benny Ramdhani menegaskan arah politik Hanura di NTB, termasuk dukungan terhadap Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal apabila kembali maju pada periode kedua.
Benny mengatakan, meski posisi Hanura di tingkat nasional dapat berbeda dengan konfigurasi politik di daerah, khusus untuk NTB Hanura tetap menjadi bagian dari koalisi yang mendukung pemerintahan Lalu Muhamad Iqbal.
“Dengan latar belakang kepemimpinan dan visi yang jelas dari Bapak Gubernur, maka jika pada periode berikutnya beliau maju kembali, Hanura akan berdiri bersama-sama dengan Gubernur NTB,” kata Benny.
Benny juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menjadikan politik sebagai ruang untuk memperuncing perbedaan. Menurutnya, partai politik harus mampu menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat.
“Ketika politik memanas, jadilah pemersatu. Yang dibutuhkan bangsa ini bukan sekadar kehadiran partai politik, melainkan Persatuan Indonesia Raya,” tegasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi dukungan yang diberikan Hanura terhadap pemerintahannya.
Iqbal mengungkapkan, Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) merupakan salah satu tokoh yang sejak awal mendorong dirinya kembali ke daerah dan maju dalam Pilkada NTB.
“Di tingkat nasional Hanura mungkin berbeda koalisi, tapi di NTB, Hanura sejak awal adalah bagian dari koalisi kami. Saya berutang budi kepada Hanura dan Pak OSO, yang dari awal meyakini dan menitipkan tiketnya agar NTB dipimpin oleh orang yang tepat,” ungkap Iqbal.
Ia juga mengajak seluruh pengurus dan kader Hanura meninggalkan pola politik lama dan bertransformasi menjadi kekuatan yang mampu menjadi enabler pembangunan daerah.
Menurut Iqbal, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan format, etika, dan norma politik baru yang lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Jadi kita butuh format, etika, dan norma politik baru yang membawa keberpihakan jelas kepada rakyat. Mari kita jadikan krisis sebagai peluang dan bersama-sama memajukan NTB,” pungkasnya.
Dengan struktur organisasi yang terus diperkuat, target merebut kembali kursi di tiga kabupaten, serta terbukanya peluang bergabungnya kader dari partai politik lain, Hanura NTB kini mulai menata langkah lebih awal menuju Pemilu 2029. (tim)
Provinsi Bali Lokasi ke-11 Aksi TIM Task Force
TIM Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) DPP Partai Hanura menargetkan struktur Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 7.285 kecamatan di Indonesia rampung sebelum akhir Oktober 2026. Mereka terus berkeliling untuk menggelar konsolidasi dan menyolidkan kader menuju Pemilu 2029.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengungkapkan bahwa pihaknya mengawali konsolidasi dari Provinsi Banten pada 8 Agustus 2026, dan menjadikan Provinsi Bali sebagai lokasi ke-11 rangkaian kegiatan tersebut.
Selama berkeliling, Tim Task Force melihat adanya perubahan aura dan optimisme yang terpancar dari wajah para kader.
"Bali cukup mantap. Kepengurusan hampir 100 persen. Dari Bali, kami ke akan Jambi, masih ada 27 provinsi lagi. Aura kader positif menatap kemenangan di Pemilu 2029," kata Rio saat menggelar konsolidasi dan rapat teknis Tim Task Force dengan DPD dan DPC Hanura se-Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (2/9/2026).
Dia membeberkan target Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura dari rangkaian kegiatan yang dilakukan Tim Task Force. Dikatakannya, DPP Hanura menargetkan struktur PAC di 7.285 kecamatan rampung sebelum akhir Oktober 2026, dan konsolidasi akan dilanjutkan di tingkat Pimpinan Ranting (desa dan kelurahan), serta Pimpinan Anak Ranting (RT/RW).
"Setelah keliling ke sejumlah provinsi, kami melihat Hanura sudah on the track. Partai ini tengah menata masa depannya. Hanura punya kompas yang jelas dan terukur, serta time line menuju kemenangan Pemilu 2029," kata Wakil Ketua Umum Hanura itu.
Dia meyakini semua kader Hanura lebih siap menghadapi kompetisi dibanding pemilu sebelumnya. Dia pun mengajak semua kader Hanura memanaskan mesin politik mulai mulai sekarang, serta meningkatkan pengabdian dan kerja nyata di tengah masyarakat.
"Mudahan-mudahan kalau kami keliling di 27 provinsi lagi, atas izin ketua umum, saya yakin ada perubahan mindset paea kader. Saat ini, kami sudah melihat aura positif dan keyakinan diri dari para kader, berpolitik dengan gembira dan tidak ada keraguan,” imbuhnya.
Lebih lanjut Rio mengatakan, keikhlasan dan soliditas seluruh kader akan membawa dampak besar terhadap perjuangan partai.
Bahkan, dia meminta, para pimpinan Hanura di daerah, tidak ragu untuk mengganti pengurus yang tidak jalan. "Seribu singa yang dipimpin oleh seekor domba, akan kalah melawan seribu ekor domba yang dipimpin seekor singa. Jadi, segera ganti para pemimpin yang bermental domba. Terlebih, para Ketua DPC yang hadir hari ini, para singa Hanura," tegasnya.
Rio juga menginstruksikan semua lapisan pengurus menyosialisasikan logo baru Hanura, hingga seluruh pelosok Indonesia. Dia menilai, partai yang dinakhodai oleh Oesman Sapta Odang (OSO) itu masih memiliki kekuatan dan energi besara, karena mempunyai 525 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di seluruh Indonesia.
"Pasang papan logo baru di setiap PAC, nanti akan ada bantuan dari DPP. Pulang dari sini, tebarkan virus optimisme, singa akan keluar kandang mengagetkan publik, Hanura akan menang di Pemilu 2029," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna menegaskan kesiapan pihaknya untuk menghadapi verisikasi partai politik peserta Pemilu 2029, yang akan dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Dia yakin bahwa Hanura Bali akan lolos dalam tahapan verifikasi administratif dan faktual peserta Pemilu 2029, bahkan akan menambah raihan kursi legislatif di semua tingkatan pada pemilu legislatif (pileg) mendatang.
"Baru sekarang DPP turun memantau, menyonsong kemenangan Pemilu, merajut kembali kejayaan partai ke seluruh provinsi. Ini menambah semangat kami untuk meraih target 36 kursi DPRD plus 1 kursi DPR. Target itu realistis. Sebab, Bali pernah jadi basis Hanura, dan kami ingin rebound di Pemilu 2029," pungkasnya. (tim)
Hanura Gaspol Bidik Kursi DPR RI pada Pemilu 2029
PARTAI Hanura tidak ingin kembali terlambat mempersiapkan diri menghadapi Pemilu 2029. Setelah dua periode gagal menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold), partai tersebut mulai menggeber konsolidasi organisasi sejak jauh-jauh hari dengan target kembali lolos ke DPR RI.
Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat struktur partai hingga tingkat paling bawah, sekaligus menyiapkan mesin politik dan kader potensial yang akan bertarung di setiap daerah pemilihan (dapil).
Percepatan konsolidasi itu dijalankan melalui Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, tim khusus yang dibentuk Ketua Umum untuk memastikan pembenahan organisasi berjalan cepat, rapi, dan tepat sasaran.
Ketua Tim Task Force Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan konsolidasi tersebut menjadi bagian dari strategi besar Hanura untuk mempersiapkan mesin politik jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 berlangsung.
“Task Force Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura dalam rangka untuk rapat teknis dan konsolidasi kepengurusan dari tingkat DPC atau kabupaten/kota dan provinsi bersama DPP untuk merumuskan beberapa hal yang terkait dengan konsolidasi partai se-Sumatera Utara,” kata Rio saat melakukan konsolidasi di Sumatera Utara, Senin (10/8/2026).
Rio menargetkan seluruh DPC segera merampungkan susunan Pimpinan Anak Cabang (PAC) paling lambat September 2026. Setelah struktur kecamatan terbentuk, konsolidasi dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan ranting di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, penyelesaian struktur organisasi sejak dini akan menjadi modal penting bagi Hanura untuk meningkatkan perolehan suara pada Pemilu 2029.
“Jadi semua persoalan konsolidasi partai, Hanura sudah bertekad untuk menyelesaikan pada tahun 2026. 2027 struktur sudah siap 100 persen sehingga kami sudah keluar dari sarangnya untuk bergerak di setiap dapil pemilihan, baik DPR RI maupun DPRD provinsi, kabupaten/kota,” ujarnya.
Ketua DPC yang Tak Bergerak Bisa Diganti
Rio meminta seluruh DPC tidak menunda pembentukan PAC. Ia bahkan menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap ketua DPC yang tidak mampu menjalankan instruksi organisasi.
“Sumatera Utara 70 kursi DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Oleh karena itu, Saudara sekalian tidak boleh ada yang terlambat membangun mesin politik di setiap kecamatan. September akhir harus tutup itu Sumut. Kalau enggak jalan juga, kita ganti Ketua DPC-nya,” tegasnya.
Rio mengatakan langkah tersebut bukan sekadar ancaman. Sebelumnya, Hanura telah mencopot dua Ketua DPC di Banten karena dinilai tidak menjalankan tugas organisasi, yakni Ketua DPC Pandeglang dan Ketua DPC Kota Serang.
Menurutnya, konsolidasi tidak boleh hanya dilakukan menjelang pemilu. Mesin politik harus dibangun jauh sebelumnya agar partai memiliki waktu cukup untuk melakukan pemetaan kekuatan di setiap dapil.
Task Force Percepat Mesin Politik Hanura
Rio menjelaskan, Task Force dibentuk untuk memastikan proses konsolidasi berjalan lebih cepat sekaligus menjaga kualitas struktur organisasi di seluruh daerah.
“Task Force atau Satgas ini dibentuk oleh Ketua Umum, ditunjuk dalam rapat harian, bertugas untuk memastikan bahwa terjadi kecepatan, terjadi percepatan, terjadi kerapian dalam soal organisasi partai ini. Task Force harus memastikan itu bisa selesai tepat waktu dan rapi,” jelasnya.
Tim tersebut bersifat khusus dan bekerja lintas bidang untuk mendorong pembentukan struktur organisasi, mengevaluasi pengurus yang tidak aktif, serta membangun kembali semangat dan optimisme kader di daerah.
Targetnya, struktur kepengurusan tingkat kecamatan di seluruh Indonesia dapat dirampungkan sebelum akhir Oktober 2026. Setelah itu, Hanura akan lebih fokus pada kerja politik di setiap dapil.
Tak Mau Lagi Kebut Konsolidasi Jelang Pemilu
Rio menilai konsolidasi partai tidak mungkin dilakukan secara maksimal hanya tiga hingga enam bulan sebelum pemilu.
Karena itu, Hanura memilih bekerja lebih awal agar memiliki waktu untuk memetakan potensi setiap dapil, termasuk menentukan figur yang memiliki peluang kuat untuk mendulang suara.
“Sehingga kami bisa mempersiapkan diri menghadapi Pemilu sejak awal, tidak lagi bicara konsolidasi organisasi, tapi sudah bicara tentang di dapil ini siapa yang akan kita letakkan. Kami akan melakukan survei di daerah pemilihan, sehingga nanti kami menempatkan calegnya memang dikenal di dapil itu, caleg yang menguasai dapilnya, dan caleg yang siap bertarung pada Pemilu 2029,” ungkapnya.
Strategi tersebut diharapkan membuat penempatan calon legislatif tidak sekadar berdasarkan struktur partai, tetapi juga mempertimbangkan popularitas, jaringan, elektabilitas, serta kemampuan kandidat menguasai wilayah pemilihannya.
Bidik Kembali Senayan
Setelah dua kali gagal melewati ambang batas parlemen, Hanura menjadikan Pemilu 2029 sebagai momentum untuk kembali mendapatkan kursi di DPR RI.
Rio mengaku sangat optimistis target tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh kader dan struktur partai bekerja secara konsisten sejak sekarang.
“Sangat optimis, 1.000 persen, 1.000 persen optimis. Kalau enggak optimis saya enggak akan turun seperti ini, karena energinya masih ada, maka kami menyatukan,” tuturnya.
Rangkaian konsolidasi Task Force DPP Hanura sendiri telah dimulai dari Banten pada 8 Agustus 2026 dan dilanjutkan ke sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Sumatera Utara, serta wilayah lainnya.
Konsolidasi nasional tersebut menjadi bagian dari strategi Hanura melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari struktur organisasi, evaluasi kader, pemetaan dapil, hingga persiapan calon legislatif.
Dengan konsolidasi yang dimulai sejak 2026, Hanura berharap 2027 sudah dapat memasuki fase kerja politik yang lebih agresif. Mesin organisasi tidak lagi sibuk membangun struktur, tetapi mulai bergerak merebut simpati dan suara masyarakat di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya rebranding Hanura, termasuk penguatan identitas partai dengan logo baru berikon singa, untuk membangun kembali kepercayaan publik dan mengembalikan Hanura ke panggung politik nasional.
Bagi Hanura, Pemilu 2029 bukan sekadar pertarungan elektoral, tetapi menjadi momentum pembuktian bahwa partai tersebut masih memiliki energi, kader, dan mesin politik untuk kembali duduk di Senayan. (tim)