BANJARBARU, SP - Ribuan kader dan simpatisan Partai Hanura dari 13 kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan memadati kawasan Kantor DPD Hanura Kalsel di Landasan Ulin, Banjarbaru, Minggu (30/8/2026).
Mengenakan pakaian olahraga merah putih dengan logo Kepala Singa, mereka mengikuti jalan sehat sejauh sekitar 3,5 kilometer. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi Hanura Kalsel dan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sejak sekitar pukul 07.00 WITA, peserta mulai berdatangan dan memenuhi halaman kantor DPD Hanura Kalsel. Suasana semakin semarak ketika para kader bersiap mengikuti jalan sehat yang mengambil start dari pintu masuk kantor dan berakhir di Gedung Sayed Jafar Alaydrus (SJA).
Di tengah barisan peserta, Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella bersama Ketua DPD Hanura Kalsel Sayed Jafar Alaydrus (SJA) turut mengikuti kegiatan tersebut.
Sejumlah pengurus Tim Task Force DPP Hanura juga hadir, di antaranya Sekretaris Tim Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Tim Task Force Indah Sri Rezeki, serta anggota Tim Task Force Ratna Ester Lumban Tobing, Yossie Indra Pramana dan Togar Manahan Nero.
Bagi Hanura, jalan sehat tersebut bukan sekadar agenda olahraga dan hiburan masyarakat.
Momentum itu dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempertemukan struktur partai dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan kehadiran pihaknya di Kalsel merupakan bagian dari upaya memastikan proses konsolidasi organisasi berjalan hingga tingkat kecamatan.
“Kami ingin memastikan bahwa proses konsolidasi partai sampai ke tingkat kecamatan itu bisa berjalan dengan baik,” kata Rio.
Menurutnya, DPP memberikan batas waktu hingga 30 September 2026 untuk menyelesaikan konsolidasi DPC tingkat kabupaten/kota hingga struktur di kecamatan.
Karena itu, kegiatan yang mempertemukan kader dari berbagai wilayah Kalsel menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu arah.
Bukan Sekadar Jalan Sehat
Rio menegaskan, konsolidasi yang dilakukan Hanura tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan verifikasi partai politik.
Lebih jauh, DPP ingin membangun mesin politik yang benar-benar siap bekerja menghadapi agenda politik 2029.
“Jadi konsolidasi ini bukan hanya untuk persiapan verifikasi partai politik pada tahun depan, tapi lebih kepada mempersiapkan mesin politik Hanura,” tegasnya.
Menurut Rio, struktur partai yang lengkap di atas kertas belum cukup. Struktur tersebut harus solid, memiliki koordinasi dan mampu bergerak sampai tingkat paling bawah.
“Agar nanti di 2029 akan datang, mesin ini bisa bekerja efektif untuk memenangkan para caleg kita, memenangkan kepala daerah, dan seterusnya di Provinsi Kalimantan Selatan ini,” ujarnya.
Karena itu, jalan sehat yang melibatkan ribuan peserta dinilai menjadi salah satu bentuk konsolidasi lapangan yang mempertemukan kader sekaligus membangun kedekatan partai dengan masyarakat.
Kalsel Jadi Laboratorium Konsolidasi
Keseriusan DPP mengawal konsolidasi Kalsel terlihat dari keterlibatan langsung Tim Task Force dalam berbagai agenda daerah.
Rio bahkan berharap pola konsolidasi yang dilakukan di Kalimantan Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
“Kami berharap bahwa Kalimantan Selatan ini bisa menjadi laboratoriumnya konsolidasi Partai Hanura se-Kalimantan,” katanya.
Ia menilai Kalsel memiliki modal organisasi dan kepemimpinan daerah yang dapat dikembangkan.
Rio juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan SJA yang dinilainya memiliki pengalaman politik.
“Pak SJA ini bukan politisi baru. Dia politisi yang punya jam terbang, punya pengalaman,” ujar Rio.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi salah satu modal untuk membangun organisasi Hanura Kalsel agar lebih solid.
SJA Fokus Benahi Struktur
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Kalsel Sayed Jafar Alaydrus mengatakan dirinya saat ini masih fokus menyelesaikan pembenahan struktur organisasi.
Ia menyebut masih terdapat pekerjaan rumah, termasuk penyelesaian struktur DPC di Banjarmasin dan Martapura.
“Yang penting pada saat ini saya diberi tugas oleh DPP adalah untuk membenahi struktur yang ada. Karena struktur kami masih ada yang perlu kami selesaikan,” kata SJA.
Ia menargetkan pembenahan tersebut dapat diselesaikan sebelum akhir September.
Bagi SJA, struktur organisasi harus diperkuat terlebih dahulu sebelum Hanura berbicara lebih jauh mengenai figur yang akan dimajukan dalam berbagai kontestasi politik.
“Kemudian struktur ini dulu yang kita benahi. Kalau berbicara nanti siapa tokoh yang harus kita majukan, nanti kita lihat ke depan,” ujarnya.
Ia menggunakan analogi perahu untuk menggambarkan pentingnya menyelesaikan pekerjaan organisasi sebelum masuk ke pertarungan politik.
“Yang penting perahu ini harus lolos dulu, maju dulu ke depan,” katanya.
Setelah konsolidasi rampung, Hanura Kalsel akan memetakan figur yang berpotensi maju untuk berbagai kontestasi, mulai dari DPR RI, legislatif daerah hingga pemilihan gubernur, bupati dan wali kota.
Buka Ruang bagi Anak Muda
SJA juga memastikan Hanura Kalsel membuka ruang bagi generasi muda untuk tampil dalam politik.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan munculnya wajah baru di tubuh Hanura Kalsel, ia belum bersedia menyebut nama.
Namun, ia menegaskan bahwa peluang bagi anak muda cukup besar.
“Banyak anak muda,” ujarnya.
Rio sebelumnya juga menyebut sejumlah kelompok yang berpotensi menjadi bagian dari regenerasi Hanura Kalsel, mulai dari anak muda, tokoh agama, tokoh perempuan hingga akademisi.
Mengenai nama-nama tersebut, Rio menyerahkannya kepada SJA sebagai pimpinan DPD Hanura Kalsel.
“Kalau wajah baru, anak muda, alim ulama, tokoh perempuan, akademisi, dan sebagainya, Pak SJA ini yang paling tahu siapa yang akan diajak,” kata Rio.
Lima Pesan Ketua Umum
Dalam momentum konsolidasi tersebut, Rio juga menyampaikan lima pesan Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) kepada kader.
Pesan pertama berkaitan dengan pentingnya konsolidasi. Kedua, Hanura ditegaskan sebagai partai nasionalis, agamis dan memiliki sikap kebangsaan.
Pesan berikutnya menyangkut soliditas kader serta kesungguhan dalam membesarkan partai.
Rio mengatakan tidak boleh ada keraguan dalam membangun mesin politik Hanura.
“Kalau ada yang ragu-ragu dan tidak sungguh-sungguh membesarkan partai ini, Ketum menyampaikan pesan jangan ragu-ragu untuk kemudian tidak dilibatkan dalam proses selanjutnya,” ujarnya.
Pesan terakhir, kata Rio, adalah mengenai makna kemenangan.
“Kemenangan ini bukan kemenangannya Ketua Umum, bukan ketuanya Pak SJA, bukan ketuanya Pak Syarifah, tapi kemenangan kader, kemenangan rakyat,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari agenda konsolidasi yang terus dilakukan Tim Task Force DPP bersama jajaran Hanura Kalsel.
Ribuan Peserta, Bukan Sekadar Angka
Sekretaris DPD Hanura Kalsel Syarifah Santiyansah mengatakan jalan sehat mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Menurutnya, pendaftaran yang dibuka selama empat hari berhasil menjaring sekitar 3.000 peserta dari 13 kabupaten dan kota.
“Ini pertama kalinya Hanura Kalsel mengadakan gerak jalan santai dengan dukungan Pak SJA. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa dan menjadi evaluasi bagi kami untuk menyempurnakan kegiatan ke depan,” kata Syarifah.
Selain mengikuti jalan sehat, sejumlah peserta juga disebut menyampaikan ketertarikan untuk bergabung dengan Hanura.
Bagi Syarifah, respons tersebut menjadi sinyal positif bagi partai dalam memperkenalkan organisasi kepada masyarakat.
Rio pun menilai besarnya jumlah peserta bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Ini bukan ujung dari perjuangan Hanura, tetapi titik awal untuk lebih besar ke depannya,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak lanjutan terhadap pengenalan Hanura di tengah masyarakat.
“Bukan sekadar angka 3.500 peserta, tetapi multiplier effect-nya,” ujar Rio.
Target Satu hingga Dua Kursi DPR RI
Penguatan struktur tersebut pada akhirnya diarahkan untuk menghadapi berbagai agenda politik mendatang.
Rio menyebut Hanura Kalsel membidik satu hingga dua kursi DPR RI pada Pemilu mendatang.
“Kami meyakini, berapapun parliamentary threshold yang diterapkan, Hanura akan mampu melewatinya. Di Kalsel, target kami bisa mendapatkan satu atau dua kursi DPR RI,” tegas Rio.
Namun, SJA belum ingin terburu-buru membicarakan target politik.
Menurutnya, konsolidasi organisasi harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Tanggung jawab saya untuk menyelesaikan konsolidasi ini, kemudian struktur yang ada. Karena ke depan nanti konsolidasi kita ini harus kita benahi, perbaiki semua dulu,” ujarnya.
Dari Jalan Sehat Menuju Mesin Politik
Jalan sehat di Landasan Ulin pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar kegiatan olahraga.
Ribuan kader yang hadir dari berbagai daerah menjadi gambaran bagaimana Hanura Kalsel sedang berusaha membangun komunikasi dan soliditas internal sekaligus memperluas interaksi dengan masyarakat.
Di balik kemeriahan kegiatan tersebut, terdapat pekerjaan organisasi yang lebih besar.
Tim Task Force DPP Hanura masih harus mengawal konsolidasi DPD, DPC hingga tingkat kecamatan dengan target penyelesaian pada akhir September.
Sementara SJA bersama jajaran DPD Kalsel bertugas memastikan struktur tersebut benar-benar siap bergerak.
Jika konsolidasi menjadi fondasi, maka Pemilu 2029 menjadi arena yang hendak dituju.
Dan jalan sehat yang diikuti ribuan peserta itu menjadi salah satu momentum untuk menunjukkan bahwa proses tersebut mulai digerakkan dari bawah.
“Kami berharap semangat Hanura di Kalsel di bawah kepemimpinan Pak SJA dapat menyebar ke seluruh pelosok Kalimantan Selatan,” kata Rio.
Tim Task Force dan Agenda 2029
Aktivitas Tim Task Force DPP Hanura di Kalsel pada akhirnya memperlihatkan bahwa partai sedang memasuki fase penguatan organisasi.
Jalan santai hanya menjadi salah satu bagian dari rangkaian aktivitas di lapangan. Di balik kegiatan tersebut terdapat agenda yang lebih besar: memastikan struktur DPD, DPC hingga kecamatan memiliki kesiapan untuk bergerak sebagai satu mesin politik.
Target akhir September menjadi tenggat terdekat. Sementara 2029 menjadi sasaran jangka panjang.
Rio berharap proses yang berlangsung di Kalsel tidak hanya menghasilkan struktur yang lengkap secara administratif, tetapi juga melahirkan mesin politik yang benar-benar bekerja.
“Kami berharap semangat Hanura di Kalsel di bawah kepemimpinan Pak SJA dapat menyebar ke seluruh pelosok Kalimantan Selatan,” katanya.
Dengan demikian, aktivitas Tim Task Force DPP di Kalsel bukan sekadar kunjungan dan menghadiri agenda daerah.
Mereka menjadi bagian dari upaya DPP mengawal konsolidasi dari pusat hingga daerah, mengejar target struktur, membuka ruang regenerasi sekaligus menyiapkan kekuatan politik menghadapi pertarungan 2029. Dan bagi Hanura Kalsel, pekerjaan itu baru dimulai. (tim)