Oleh: Gatut Teguh Tetuko
Mahasiswa Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Malang
PEMIMPIN adalah seseorang yang mempunyai tanggungjawab besar dalam sebuah keorganisasian ataupun kehidupan bermasyarakat.
Tema kepemimpinan selalu menarik untuk menjadi topik pembahasan yang tidak pernah habis untuk selalu diperbincangkan. Ini karena kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat dinamis dan komplek. Dalam Islam mengajarkan bahwa, pemimpin harus dapat dijadikan panutan atau suritauladan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan moralitas dalam kehidupannya, dengan selalu memiliki sifat rendah hati, jujur, pemaaf, penuh kasih sayang dan dapat dipercaya.
Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang di pimpinnya (H.R Al-Bukhari Muslim). Hadist ini menjelaskan tentang sudah jelas bahwasannya setiap orang itu adalah pemimpin, tidak memandang dari suku, golongan maupun ras.
Dijelaskan dalam ayat Al-quran, bahwa manusia diturunkan di bumi ini memiliki tugas yang salah satunya yaitu menjadi khalifah (pemimpin), oleh karena itu manusia tidak bisa terlepas dari tugas dan perannya sebagai pemimpin yang minimal memimpin dirinya sendiri atau dalam lingkup kecil sebagai pemimpin dalam keluarga.
Kepemimpinan dalam perspektif Islam dapat kita lihat dari Al-Qur’an. Diantara surat yang ada didalam Al-quran yang menjelaskan tentang kepemimpinan adalah surat Al- Baqarah ayat 30 “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. Mereka berkata “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih, memuji-Mu, dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman,”Sungguh Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”(al-Baqarah:30).
Istilah yang dipakai di dalam ayat diatas yaitu Khalifah, merupakan pemimpin yang memikul amanah dan tanggung jawab untuk mengakkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Istilah lain yang dipakai yaitu Imam, pemimpin yang menjalankan tanggung jawab berdasarkan petunjuk Allah. Istilah ini dapat dilihat dalam Al-quran surah Al- Anbiya’; 73. Jika dilihat dari persepektif Islam kepemimpinan dapat diartikan kegiatan menuntun, membimbing, memandu, dan menunjukkan jalan yang diridhoi oleh Allah S.W.T. yang menjadi pembeda dengan kepemimpinan lainnya yaitu kepemimpinan Islam mengutamakan nilai-nilai yang diajarkan Islam dan juga semua itu dilakukan karena mengaharap ridho Allah.
Kepemimpinan Islami merupakan kepemimpinan dengan konsep yang menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, tugas kepemimpinan tidak hanya tugas kemanusiaan yang dipertanggungjawbakan hanya kepada anggota, tetapi juga dihadapan Allah SWT.
Kepemimpinan Islami lebih dari sekedar pencapaian tujuan yang bersifat sementara seperti pada kepemimpinan organisasi pada umumnya, melainkan upaya penegakan tatanan Islami dalam organisasi.
Peran pemimpin sangatlah penting bagi anggota atau instansi yang dipimpinnya, karena pemimpin yang baik akan mampu membawa perubahan positif terhadap apa yang dipimpinnya, dan sebaliknya juga bisa membawa perubahan yang negatif.
Nabi Muhammad adalah suri tauladan yang baik. Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah dalam firmannya bahwa Rasulullah adalah suri tauladan bagi umat manusia. Ada 4 sifat rasulullah yang membuat sukses dan dipercaya oleh banyak orang, dan juga harus dimiliki dan dijadikan contoh oleh pemimpin yaitu Siddiq (jujur), Amanah (Dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan), dan Fatanah(cerdas).
Dalam memimpin, Rasulullah lebih mendahulukan sikap keteladanan dan musyawarah. Sehingga kepemimpinan Rasulullah dapat disebut sebagai kepemimpinan yang demokratis. Kepemimpinan Rasulullah dikatakan kepemimpinan yang demokratis karena Rasulullah selalu terbuka, yaitu selalu menerima bila dikritik dan diberi masukan oleh para sahabat.
Dalam gaya kepemimpinannya juga, Rasulullah menggunakan pendekatan persuasif atau mengajak dengan tidak menggunakan kekerasan atau represif.
Sebagai agama yang sesuai dengan fitrah manusia, Islam memberikan pedoman yaitu berdasarkan Al-Qur'an dan As-sunnah. Kepemimpinan merupakan tanggungjawab sekaligus amanah yang berat yang harus diemban dengan sebaik-baiknya.
Disinilah pentingnya dikembangkan kepemimpinan yang berbasis nilai-nilai Islam yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mukmin, memiliki sifat-sifat yang dapat diteladani dari Nabi Muhammad SAW yaitu siddiq, amanah, tablig dan fathonah. Penerapan nilai- nilai Islam dalam fungsi kepemimpinan sebagai panutan adalah keteladanan dan bimbingan, ibadah, tanggung jawab, dan kejujuran.
Pemimpin pun harus sepakat bahwa untuk menjadi panutan maka pemimpin harus bisa menjadi teladan bagi para anggotanya. Dengan terpenuhinya sifat-sifat tersebut diharapkan seorang pemimpin dapat membawa kita kepada kesejahteraan dunia, dan kebahagian akhirat.(*)