PONTIANAK, SP – Menutup masa bakti dan pengabdiannya sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari Harisson memilih berbagi kasih bersama anak-anak panti asuhan.
Senin (31/8/2026), Windy menyambangi Panti Asuhan Al Hidayah dan Panti Asuhan Al Amien. Kunjungan tersebut menjadi salah satu momentum terakhir Windy menjalankan kegiatan sosial dalam kapasitasnya sebagai Ketua DWP Kalbar periode 2022-2026.
Kehadiran Windy bersama jajaran DWP Kalbar tidak sekadar membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan perhatian dan semangat bagi anak-anak yang tinggal di panti asuhan.
Senyum dan kebersamaan mewarnai kunjungan tersebut. Windy berbagi cerita, menyapa anak-anak serta menyerahkan tali kasih dan masker sebagai bentuk kepedulian DWP Kalbar kepada kelompok yang membutuhkan perhatian.
Bagi Windy, kegiatan sosial menjadi bagian penting dari perjalanan DWP selama dirinya mendapat amanah memimpin organisasi tersebut.
Selama periode kepemimpinannya, DWP Kalbar tidak hanya menjalankan program yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan keluarga ASN, tetapi juga aktif hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Berbagi kebahagiaan bersama anak-anak panti asuhan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut.
Kegiatan di Panti Asuhan Al Hidayah dan Al Amien sekaligus menjadi penanda bahwa pengabdian Windy di DWP Kalbar ditutup dengan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Windy sebelumnya dipercaya menjadi Ketua DWP Kalbar sejak 14 Januari 2022, mendampingi Harisson yang saat itu menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam perjalanannya, Windy juga sempat mengemban amanah sebagai Penjabat Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat ketika Harisson mendapat mandat sebagai Penjabat Gubernur Kalbar pada 2023 hingga 2025.
Setelah Harisson kembali menjabat sebagai Sekda Kalbar, Windy kembali menjalankan amanah sebagai Ketua DWP Kalbar hingga 31 Agustus 2026.
Selama masa kepemimpinannya, sejumlah program menjadi perhatian DWP Kalbar, mulai dari penguatan kapasitas istri ASN, pemberdayaan ekonomi keluarga, pendidikan anak usia dini, kesehatan hingga kegiatan sosial.
DWP Kalbar juga menginisiasi berbagai kegiatan kesehatan dan kemanusiaan, termasuk program Sejuta Vaksin HPV bagi anggota KORPRI dan keluarga serta ASN perempuan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan kanker serviks.
Selain itu, kegiatan donor darah juga rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan darah dan upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.
Program DWP Mengajar juga menjadi salah satu kegiatan yang memberikan perhatian pada pendidikan anak usia dini. Melalui kegiatan tersebut, pengurus DWP turun langsung ke PAUD dan TK untuk memberikan edukasi dengan pendekatan bermain dan mendongeng.
Kepedulian terhadap kelompok rentan juga diwujudkan melalui kunjungan ke pasien kanker anak di RSUD dr. Soedarso Pontianak, anjangsana ke panti asuhan serta berbagai kegiatan berbagi pada momentum Ramadan dan hari besar lainnya.
Sementara dalam bidang pemberdayaan, DWP Kalbar mendorong peningkatan kapasitas perempuan serta penguatan ekonomi keluarga melalui pengembangan potensi usaha anggota.
Kini, setelah lebih dari empat tahun menjalankan amanah, Windy resmi menuntaskan masa baktinya sebagai Ketua DWP Provinsi Kalbar.
Menutup perjalanan tersebut dengan berbagi kasih di panti asuhan seolah menjadi gambaran dari semangat pengabdian yang selama ini dibangun: hadir, peduli dan memberikan manfaat.
Windy menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program DWP Kalbar selama masa kepemimpinannya.
Menurutnya, berbagai capaian yang telah dilakukan bukanlah hasil kerja satu orang, melainkan buah dari kebersamaan seluruh pengurus, anggota, mitra kerja serta dukungan pemerintah dan masyarakat.
Ia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang telah dibangun dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan DWP Kalbar berikutnya.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan anggota DWP Kalbar, pemerintah daerah, ASN, masyarakat, mitra kerja serta semua pihak yang selama ini bersama-sama mendukung setiap program. Mohon maaf apabila selama saya menjalankan amanah ada kekurangan dan kesalahan,” ujarnya.
Bagi Windy, berakhirnya masa amanah bukan berarti berakhirnya kepedulian. Semangat untuk berbagi, membantu sesama dan memberikan manfaat bagi masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan pengabdian ke depan.(din)