Di tengah persoalan air baku akibat musim kemarau dan intrusi air asin, Pemerintah Kota Pontianak bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa memperluas layanan air tawar gratis bagi masyarakat.
Setelah sebelumnya menyediakan layanan di booster Perumnas III, Pontianak Timur, kini warga juga dapat memperoleh air tawar gratis di booster Wonoyoso, Jalan Purnama Madya, Pontianak Selatan.
Layanan tersebut dibuka mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Warga dapat membawa jeriken, galon, maupun wadah lainnya untuk mengambil air sesuai kebutuhan rumah tangga.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, langkah tersebut merupakan bentuk respons pemerintah terhadap kondisi air baku yang mengalami gangguan akibat musim kemarau dan meningkatnya intrusi air asin.
“Saya sudah memerintahkan PDAM untuk menyiapkan tempat-tempat tersebut,” ujar Edi.
Menurutnya, penyediaan air tawar gratis menjadi penting karena kebutuhan masyarakat meningkat, terutama untuk kebutuhan konsumsi. Dalam beberapa hari terakhir, antrean di sejumlah depot air juga terjadi akibat meningkatnya kebutuhan warga terhadap air dengan kualitas yang lebih baik.
Edi menegaskan, pemerintah berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air tawar tanpa harus menggunakan air galon untuk seluruh kebutuhan rumah tangga.
“Kami usahakan air tawar ini tetap tersedia,” katanya.
Selain membuka titik pengambilan air, Pemkot Pontianak juga meminta Perumda Tirta Khatulistiwa memperkuat distribusi melalui mobil tangki ke kawasan yang membutuhkan.
Namun, distribusi tersebut masih menghadapi keterbatasan armada. Karena itu, pemerintah menggandeng sejumlah pihak, mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI), pemadam kebakaran, kepolisian hingga kendaraan bak terbuka yang dilengkapi tandon air.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Abdullah mengatakan, layanan air tawar gratis di sejumlah titik telah berjalan sejak Rabu.
Masyarakat dapat langsung mengambil air dengan membawa wadah masing-masing. Perumda telah menyiapkan keran khusus sehingga proses pengambilan dapat dilakukan secara mudah.
“Airnya gratis. Kualitasnya bisa untuk minum, tetapi kami harapkan sebelum dikonsumsi dimasak terlebih dahulu,” ujarnya.
Dari sisi ketersediaan, stok air di Booster Perumnas III saat ini mencapai sekitar 500 meter kubik. Jumlah yang hampir sama juga tersedia di Booster Wonoyoso.
“Stok kita di Perumnas III kurang lebih 500 kubik. Di Wonoyoso hampir sama, sekitar 500 kubik. Untuk Imam Bonjol kondisional,” jelas Abdullah.
Ia memastikan layanan air tawar gratis tersebut tidak mengganggu pelayanan rutin pelanggan. Seluruh instalasi pengolahan air tetap dioperasikan secara maksimal dengan menyesuaikan kondisi air baku.
“Untuk operasional rutin, semua instalasi tetap kita maksimalkan. Ini tidak mengganggu aliran harian,” katanya.
Abdullah menyebut, kondisi kadar garam air baku di Sungai Kapuas saat ini mulai membaik dengan kadar di bawah 1.000 miligram per liter. Kondisi serupa juga terjadi di Parit Mayor sehingga distribusi melalui jaringan perpipaan tetap dimaksimalkan.
Perumda Tirta Khatulistiwa juga memberikan perhatian khusus terhadap fasilitas kesehatan yang membutuhkan pasokan air bersih secara berkelanjutan.
Salah satunya rumah sakit yang melayani pasien cuci darah. Pasokan untuk fasilitas tersebut menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan layanan medis dan keselamatan pasien.
“Yang rutin kami lakukan adalah suplai untuk instalasi darurat rumah sakit, terutama rumah sakit yang menangani pasien cuci darah. Itu menjadi prioritas kami,” jelas Abdullah.
Ke depan, Perumda akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, kecamatan dan kelurahan untuk memetakan kebutuhan air di lapangan.
Jika permintaan meningkat, titik pengambilan air tawar juga akan dievaluasi dan dapat ditambah sesuai kondisi.
Layanan air tawar gratis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Heri, warga Siantan, Pontianak Utara, mengaku terbantu dengan keberadaan layanan air tawar di Booster Perumnas III. Ia bahkan sudah beberapa kali datang untuk mengisi galon kosong miliknya.
“Bagus untuk keluarga dan masyarakat. Sekarang di Pontianak ini kendalanya air asin. Dengan bantuan ini bisa membantu masyarakat,” katanya.
Air yang diperolehnya digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, terutama memasak dan mencuci.
Hal serupa disampaikan Ari, warga Purwosari IV yang memanfaatkan layanan di Booster Wonoyoso. Ia mengatakan, dalam beberapa hari terakhir antrean di sejumlah depot pengisian air cukup panjang.
Air yang diperolehnya dari layanan gratis tersebut digunakan untuk mencuci dan kebutuhan konsumsi keluarga.
“Semoga cepat hujan, dan ada truk-truk tangki PDAM yang didistribusikan ke warga,” harapnya.
Di tengah upaya memperkuat pasokan air tawar, Pemkot Pontianak bersama Perumda Tirta Khatulistiwa juga melakukan perbaikan terhadap sejumlah jaringan pipa yang mengalami kebocoran.
Edi Rusdi Kamtono meninjau langsung layanan air tawar di Booster Perumnas III, Senin malam. Ia mengatakan, perbaikan pipa tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi air tawar.
Jika perbaikan rampung, sumber tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 100 liter air tawar per detik dengan kadar garam di bawah 100 miligram per liter.
“Kita juga sedang memperbaiki pipa yang bocor. Nanti itu akan memproduksi air tawar 100 liter per detik dan menjadi sumber air tawar dengan kadar garam di bawah 100 miligram per liter,” jelas Edi.
Ia memastikan produksi air Perumda tetap berjalan meski kadar garam pada sumber air baku mengalami fluktuasi.
Menurutnya, air hasil produksi perpipaan tetap dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Sementara air tawar dari titik layanan gratis diarahkan untuk membantu kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Sebenarnya produksi air PDAM tetap terus berjalan. Fluktuasi kadar garam ini di antara seribu sampai di bawah seribu. Kita tetap produksi untuk cuci dan mandi,” katanya.
Untuk air tawar yang disediakan di titik pengambilan, Edi memastikan kualitasnya telah melalui pengujian laboratorium. Meski demikian, masyarakat tetap dianjurkan memasaknya sebelum dikonsumsi.
“Ini harus dimasak, tapi yang jelas airnya tawar dan layak. Sudah dites dan diuji di laboratorium,” ujarnya.
Selain Booster Perumnas III dan Wonoyoso, layanan air tawar juga tersedia di kawasan Imam Bonjol. Untuk wilayah yang belum memiliki titik pengambilan, distribusi dilakukan menggunakan mobil tangki.
Pemkot Pontianak juga terus menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat distribusi air kepada masyarakat yang membutuhkan.
Edi menegaskan, seluruh air tawar yang disediakan pemerintah diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat, bukan untuk kepentingan komersial.
“Yang jelas untuk konsumsi sendiri, bukan untuk dijual,” pesannya.
Pemkot Pontianak bersama Perumda Tirta Khatulistiwa akan terus memantau kondisi air baku dan kebutuhan masyarakat. Penambahan titik layanan maupun distribusi menggunakan mobil tangki akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Di tengah kemarau yang belum sepenuhnya berakhir, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus memastikan pelayanan dasar tetap berjalan. (din)