PONTIANAK,SP - Pengurus Kota Persatuan Panahan Indonesia (Pengkot Perpani) Kota Pontianak menyatakan kesiapannya untuk berlaga dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat 2026.
Sebanyak 29 atlet panahan terbaik disiapkan untuk mengamankan perolehan medali pada ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
Ketua Pengkot Perpani Kota Pontianak, Hamdani, S.E., mengungkapkan bahwa pada gelaran Porprov kali ini, pihaknya secara khusus mengandalkan regenerasi atlet dengan menurunkan mayoritas pemanah berusia muda.
"Untuk Porprov kali ini, kami sengaja menurunkan atlet-atlet panahan usia muda. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pembinaan jangka panjang serta regenerasi atlet panahan di Kota Pontianak," ujar Hamdani saat ditemui di Venue Panahan Komplek Gelanggang Olahraga (Gor) Sultan Syarif Abdurrahman (SSA), Rabu (4/11/2026) pagi.
Berdasarkan data Panitia Pelaksana Pertandingan Cabang Olahraga (Cabor) Panahan, Porprov 2026 bakal diikuti sebanyak 209 atlet panahan dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat. Rangkaian pertandingan cabor panahan dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 20 November 2026 dengan memperebutkan total 44 medali emas.
Di tengah optimisme menghadapi Porprov, Hamdani—yang juga dikenal sebagai pelatih bertangan dingin—menyoroti krusialnya ketersediaan sarana pendukung. Pihaknya sangat berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dapat memberikan perhatian serius terkait pembangunan venue panahan mandiri di wilayah Kota Pontianak.
Selama ini, proses latihan atlet panahan Kota Pontianak masih menumpang di lokasi milik Pemerintah Provinsi Kalbar, yang kondisinya dinilai sudah kurang memadai untuk standar kejuaraan.
"Sementara ini untuk latihan kami masih mengandalkan venue milik provinsi. Itupun boleh dikatakan sudah tidak layak lagi untuk digunakan sebagai tempat pertandingan level Porprov," jelasnya.
Lebih lanjut, Hamdani menegaskan bahwa potensi dan minat masyarakat Kota Pontianak—khususnya generasi muda—terhadap olahraga panahan berkembang sangat pesat.
Kehadiran fasilitas yang memadai menjadi kunci utama dalam memfasilitasi bakat-bakat muda tersebut agar mampu berprestasi lebih tinggi.
"Kami menginginkan ada perhatian dari Pemkot Pontianak untuk membangun venue panahan di Kota Pontianak. Olahraga panahan makin digemari masyarakat, terutama generasi muda. Mereka hanya butuh wadah penyaluran yang tepat. Ibarat kata tak ada rotan akar pun jadi, kami pengurus Perpani Kota Pontianak tetap bersemangat memajukan dan membina olahraga panahan di daerah ini," pungkasnya. (*)