PONTIANAK, SP – Tidak ada kata berhenti belajar bagi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Windy Prihastari.
Di tengah tanggung jawab memimpin pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di Kalbar, Windy terus berupaya mengoptimalkan potensi diri melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi.
Kali ini, Windy berhasil menuntaskan Pendidikan dan Pelatihan Asesor Kompetensi Pemerintahan Tahun 2026 yang diselenggarakan BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan dalam melaksanakan asesmen kompetensi pemerintahan secara profesional, objektif, dan akuntabel.
Rangkaian pendidikan dan pelatihan tersebut resmi ditutup di Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Windy mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan sebagai bagian dari komitmennya untuk terus mengembangkan kapasitas diri.
Bagi Windy, pengembangan diri merupakan proses yang harus terus dilakukan, terlebih bagi ASN yang memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia meyakini kualitas aparatur tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki, tetapi juga kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan potensi.
“Menjadi ASN berkualitas bukan tentang siapa yang paling pintar dan hebat, melainkan siapa yang paling gigih mengembangkan potensi diri demi memberikan pengabdian terbaik,” ungkap Windy.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas ASN harus bermuara pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat. Sebab, kompetensi aparatur yang terus berkembang akan menjadi modal penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berkualitas.
Menurutnya, pengembangan kapasitas ASN tidak boleh dipandang sebatas pemenuhan kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Lebih dari itu, peningkatan kompetensi harus mampu diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung.
"Peningkatan kompetensi ASN menjadi penting sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," tegas Windy.
Keikutsertaan Windy dalam pelatihan ini juga memiliki arti penting bagi penguatan kelembagaan BPSDM Kalbar. Kompetensi asesor dibutuhkan untuk memastikan proses penilaian kemampuan aparatur berjalan berdasarkan standar yang terukur, sehingga pengembangan kompetensi ASN dapat dilakukan secara lebih tepat.
Menurut Windy, lewat peningkatan kompetensi para asesor diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun kualitas sumber daya manusia pemerintahan.
Penilaian yang profesional dan objektif menjadi salah satu fondasi untuk menghadirkan aparatur yang berintegritas serta mampu menjalankan tugas pelayanan publik.
Penyelesaian Diklat Asesor Kompetensi Pemerintahan 2026 menjadi salah satu langkah Windy dalam memperkuat kapasitas profesionalnya. Lebih dari pencapaian pribadi, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembinaan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar.
Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pemerintahan harus dimulai dari sumber daya manusianya.
"ASN yang terus bertumbuh diharapkan mampu memberikan pengabdian terbaik sekaligus menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat," pungkas Windy.(din)