Pontianak dan Ketapang Berbagi Emas, Kubu Raya Koleksi Tiga Medali dalam Dua Hari Pertandingan
PONTIANAK,SP – Cabang olahraga (cabor) Triathlon menjadi pembuka sekaligus cabor pertama yang menuntaskan rangkaian pertandingan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Kalimantan Barat Tahun 2026. Seluruh pertandingan yang berlangsung selama dua hari, 2–3 November 2026, berjalan aman dan lancar.
Tuntasnya pertandingan Triathlon menjadi gambaran kesiapan penyelenggaraan Porprov XIV Kalbar 2026 yang telah dipersiapkan dengan baik. Lebih dari sekadar kelancaran teknis, kompetisi ini juga menjadi panggung bagi atlet kabupaten/kota untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membuktikan hasil pembinaan olahraga di daerah masing-masing.
Rangkaian pertandingan Triathlon diawali Senin (2/11/2026) melalui nomor Aquathlon putra dan putri yang berlangsung di Kolam Renang Oevang Oerai Kompleks Stadion Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak.
Pada kategori putra, atlet Kabupaten Kubu Raya, Untung Saputra, berhasil meraih medali emas. Rekannya, Riko, menyusul di posisi kedua dengan medali perak. Sementara medali perunggu diraih Darmawan Fadillah dari Kabupaten Mempawah.
Persaingan kategori putri juga berlangsung menarik. Maharani Azhri dari Kota Pontianak berhasil menempati posisi pertama dan membawa pulang medali emas. Medali perak diraih Aiko Zeeba Velica dari Kabupaten Ketapang, sedangkan Arum Mawadah dari Pontianak memperoleh medali perunggu.
Memasuki hari kedua, Selasa (3/11/2026), pertandingan berlanjut melalui nomor Duathlon putra dan putri yang mengambil lokasi di kawasan jalan lingkar kompleks Stadion SSA Pontianak.
Pada nomor Duathlon putra, atlet Kabupaten Ketapang, Fuad Tajuluzma, berhasil finis sebagai yang terbaik dan berhak membawa pulang medali emas.
Posisi kedua ditempati Horga Praja Septiansyah dari Kabupaten Kubu Raya yang meraih perak, sedangkan medali perunggu menjadi milik M. Rizky Alamsyah, yang juga berasal dari Kabupaten Ketapang.
Sementara pada kategori putri, Maharani Azhri Wahyuniytyas dari Kota Pontianak sukses merebut medali emas. Susi Aryani dari Kabupaten Kubu Raya menyusul di posisi kedua dengan medali perak, sedangkan medali perunggu diraih Fitriani dari Kabupaten Mempawah.
Dari hasil dua hari pertandingan tersebut, Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya masing-masing berhasil mengoleksi satu medali emas. Ketapang juga mengamankan satu emas, sedangkan Mempawah turut menyumbangkan medali dari nomor Aquathlon dan Duathlon.
Pontianak dan Ketapang Koleksi Emas
Berdasarkan rekapitulasi hasil pertandingan Aquathlon dan Duathlon yang dirilis Unit Pelaksana Pertandingan (UPP) Triathlon, berikut perolehan medali sementara cabor Triathlon hingga Selasa (3/11/2026).
Kabupaten/Kota| Emas| Perak| Perunggu| Total
Pontianak| 2| 0| 1| 3
Ketapang| 1| 1| 1| 3
Kubu Raya| 1| 3| 0| 4
Mempawah| 0| 0| 2| 2
Total| 4| 4| 4| 12
Hasil tersebut menunjukkan persaingan yang cukup merata. Pontianak dan Ketapang masing-masing mengoleksi medali emas, sementara Kubu Raya menjadi daerah dengan jumlah medali terbanyak, yakni empat medali, terdiri dari satu emas dan tiga perak.
Ketua Pengprov Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalbar, Jarot Sutrisno, menjelaskan bahwa pada Porprov XIV Kalbar 2026, cabor Triathlon mempertandingkan dua nomor, yakni Aquathlon dan Duathlon.
Nomor Aquathlon menggabungkan dua disiplin olahraga, yaitu renang dan lari. Sementara Duathlon memadukan kemampuan atlet dalam berlari dan bersepeda. Kedua nomor tersebut menuntut daya tahan, kecepatan, kekuatan fisik, serta kemampuan atlet menjaga konsistensi sepanjang perlombaan.
Menurutnya, keikutsertaan Triathlon dalam Porprov menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan dan meningkatkan kualitas atlet di daerah. Pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi masing-masing kabupaten/kota untuk mengukur kemampuan atlet setelah menjalani proses latihan dan persiapan menghadapi kompetisi.
"Melalui Porprov ini, kita ingin melihat sejauh mana perkembangan pembinaan Triathlon di kabupaten/kota. Selain menjadi ajang perebutan medali, pertandingan ini juga menjadi kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding."
Ketua Umum KONI Kalbar, Daud Yordan, menyampaikan bahwa pelaksanaan pertandingan setiap cabang olahraga merupakan bagian penting dari upaya membangun prestasi olahraga daerah. Porprov tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga wadah pembinaan, evaluasi, dan penjaringan atlet potensial yang dipersiapkan untuk menghadapi kompetisi pada level lebih tinggi.
"Porprov ini menjadi momentum bagi seluruh atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di daerah masing-masing. Kami berharap seluruh pertandingan dapat berlangsung dengan baik, menjunjung tinggi sportivitas, serta melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya bisa membawa nama Kalimantan Barat pada berbagai kejuaraan tingkat nasional."
Sementara itu, Ketua PB Porprov XIV Kalbar 2026, H. Raden Hidayatullah Kusuma Dilaga, mengatakan bahwa pelaksanaan pertandingan Triathlon menjadi bagian dari rangkaian kompetisi yang telah dipersiapkan panitia bersama masing-masing pengurus cabang olahraga.
Menurutnya, koordinasi antara panitia besar, panitia pelaksana, dan pengurus cabang olahraga menjadi faktor penting agar seluruh pertandingan dapat berjalan sesuai jadwal, dengan tetap memperhatikan kesiapan lokasi, perangkat pertandingan, serta kebutuhan atlet.
"Kami berharap seluruh cabang olahraga yang mulai dipertandingkan dapat berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Panitia terus berkoordinasi dengan masing-masing pengurus cabang olahraga agar pelaksanaan Porprov XIV Kalbar 2026 berlangsung tertib, lancar, dan memberikan pengalaman pertandingan yang baik bagi seluruh atlet."
Tuntasnya pertandingan Triathlon menjadi awal positif bagi pelaksanaan Porprov XIV Kalbar 2026 yang mempertandingkan 53 cabang olahraga. Sejumlah cabor telah memulai kompetisi lebih awal sejak 2 November, sebelum upacara pembukaan resmi yang dijadwalkan pada Sabtu (14/11/2026) di GOR Terpadu A Yani Pontianak.
Rangkaian pesta olahraga terbesar di Bumi Khatulistiwa ini berlangsung secara bertahap sepanjang November dengan venue yang tersebar di sejumlah daerah, di antaranya Pontianak, Singkawang, dan Ketapang. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berakhir pada 21 November 2026 melalui upacara penutupan.
Porprov XIV Kalbar 2026 bukan sekadar panggung perebutan medali dan pembuktian kemampuan atlet. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum mempererat persaudaraan antardaerah, memperkuat pembinaan olahraga, serta menumbuhkan harapan lahirnya prestasi terbaik yang mampu mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Di balik setiap medali yang diraih, ada proses panjang pembinaan, perjuangan atlet, dan dukungan berbagai pihak.
Dengan persiapan penyelenggaraan yang terus berjalan, Porprov XIV Kalbar 2026 diharapkan menjadi panggung lahirnya atlet-atlet berprestasi sekaligus membawa kemajuan olahraga di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. (*)