Ponticity post author Kiwi 04 November 2026

Gelar Gathering Bertema We Grow Together: Bulog Kalbar Perkuat 1.700 Jaringan RPK, Mitra Wajib Patuhi Aturan Penjualan Beras SPHP

Photo of Gelar Gathering Bertema We Grow Together: Bulog Kalbar Perkuat 1.700 Jaringan RPK, Mitra Wajib Patuhi Aturan Penjualan Beras SPHP

PONTIANAK, SP - Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) memperkuat pengawasan sekaligus memperluas jaringan distribusi pangan melalui Rumah Pangan Kita (RPK).

Tidak hanya mengejar penambahan jumlah mitra, Bulog juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan penjualan, terutama komoditas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Komitmen tersebut menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan Gathering RPK bertema We Grow Together yang digelar di Grand Kartika Hotel Pontianak, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan yang diikuti para mitra jaringan penjualan Bulog tersebut, ditegaskan bahwa RPK bukan sekadar jaringan bisnis distribusi pangan, melainkan kepanjangan tangan pemerintah dalam memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalbar, Rasiwan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat koordinasi, sekaligus mengevaluasi kinerja seluruh jaringan penjualan Bulog di Kalbar.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur jaringan distribusi, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), jaringan Kodam, Polda, ritel modern, hingga pedagang tradisional.

"Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan bersama mitra Bulog, khususnya mitra jaringan penjualan komoditas pangan. Pesertanya berasal dari jaringan RPK, Kodam, Polda, ritel modern, termasuk pedagang tradisional," ujar Rasiwan.

Menurutnya, keberadaan jaringan penjualan tersebut sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas Bulog, terutama memastikan ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan stabilisasi pangan di tengah masyarakat.

Karena itu, keberhasilan Bulog tidak bisa hanya diukur dari ketersediaan stok di gudang, tetapi juga bagaimana komoditas pangan tersebut dapat terdistribusi dengan baik dan mudah dijangkau masyarakat.

"Ini menjadi tugas kita bersama untuk memastikan ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga pangan benar-benar tercapai. Seluruh jaringan Bulog yang ada di lapangan harus bekerja bersama. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa kita diperkuat oleh seluruh stakeholder," jelasnya.

1.700 RPK Layani 14 Kabupaten/Kota

Rasiwan mengungkapkan, hingga saat ini jaringan RPK yang telah bergabung dengan Bulog di Kalbar mencapai kurang lebih 1.700 unit.

Jaringan tersebut tersebar di 14 kabupaten/kota dan memiliki potensi pelayanan terhadap masyarakat dengan jumlah penduduk sekitar 5,8 juta jiwa.

Meski demikian, Bulog menilai jumlah tersebut masih perlu ditingkatkan. Sebab, semakin banyak jaringan distribusi yang tersedia, semakin luas pula akses masyarakat untuk mendapatkan komoditas pangan dengan harga yang terjangkau.

"Kami melihat jumlah RPK ini perlu terus ditambah. RPK merupakan kepanjangan tangan Bulog di tengah masyarakat. Karena itu, bukan hanya jumlahnya yang perlu diperbanyak, tetapi kualitas pelayanannya juga harus ditingkatkan," katanya.

Ia berharap keberadaan RPK dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk kawasan yang membutuhkan akses distribusi pangan lebih dekat.

Dengan begitu, masyarakat tidak harus menempuh jarak terlalu jauh untuk mendapatkan beras dan komoditas pangan lainnya yang disalurkan Bulog.

Rasiwan juga mengajak para pelaku usaha, pemilik toko, maupun pedagang yang berminat menjadi mitra Bulog untuk bergabung dalam jaringan RPK.

Menurutnya, persyaratan untuk menjadi mitra relatif mudah. Calon mitra hanya perlu menyiapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Induk Berusaha (NIB), serta dokumen lokasi tempat usaha.

"Untuk bergabung dengan Bulog sebagai jaringan penjualan pangan sangat mudah. Cukup melampirkan KTP, NIB, dan dokumen lokasi tempat RPK akan melakukan penjualan. Ini untuk memastikan keberadaan mitra sehingga benar-benar bisa melayani masyarakat di sekitarnya," terangnya.

Selain itu, Bulog juga menyediakan aplikasi yang dapat diakses untuk mendukung proses kemitraan dan transaksi. Calon mitra dapat berkoordinasi langsung dengan tim Bulog, baik melalui Kantor Wilayah Kalbar maupun lima kantor cabang yang tersebar di wilayah Kalbar.

Mitra Wajib Patuhi Komitmen Penjualan Beras SPHP

Di balik upaya memperluas jaringan distribusi tersebut, Bulog juga menaruh perhatian serius terhadap kepatuhan mitra dalam menjual beras SPHP.

Hal itu dituangkan dalam dokumen Komitmen Kepatuhan RPK yang menjadi pedoman bagi setiap mitra dalam menjalankan fungsi distribusi beras program pemerintah.

Dalam komitmen tersebut, setiap RPK menyatakan kesediaannya menjadi jaringan distribusi Perum Bulog untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui pemanfaatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Ada sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi mitra. Pertama, setiap transaksi penjualan beras SPHP harus dilaporkan melalui aplikasi KLIK SPHP.

Kedua, mitra wajib menjual beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di wilayah masing-masing berdasarkan ketentuan Kepala Badan Pangan Nasional.

Ketiga, mitra dilarang membuka kemasan, mencampur, maupun mengoplos beras SPHP dengan beras jenis lainnya.

Keempat, penjualan kepada konsumen akhir dibatasi maksimal dua kemasan ukuran dua kilogram dan maksimal lima kemasan ukuran lima kilogram. Beras tersebut juga tidak diperuntukkan untuk dijual kembali.

Ketentuan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga agar beras SPHP benar-benar diterima konsumen akhir sesuai tujuan program pemerintah.

Mitra juga menyatakan kesediaannya menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku apabila tidak memenuhi ketentuan tersebut.

Dengan adanya komitmen kepatuhan ini, Bulog berharap seluruh jaringan RPK menjalankan aktivitas penjualan secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab.

Pengawasan terhadap pelaksanaan ketentuan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar program stabilisasi pangan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat.

Realisasi Bantuan Pangan Capai 99,87 Persen

Di sisi lain, Rasiwan juga menyampaikan perkembangan penyaluran bantuan pangan di Kalbar. Ia mengatakan, penyaluran bantuan pangan telah diselesaikan pada September 2026 dengan realisasi mencapai 99,87 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu yang terbaik secara nasional dan tidak terlepas dari dukungan serta koordinasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses penyaluran.

"Alhamdulillah, penyaluran bantuan pangan sudah dapat kita selesaikan pada September. Realisasi penyalurannya mencapai 99,87 persen dan menjadi salah satu capaian terbaik secara nasional," ungkapnya.

Menurut Rasiwan, keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya peran jaringan distribusi dan kerja sama seluruh stakeholder dalam mendukung program ketahanan pangan.

Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui Gathering RPK 2026 dapat terus berlanjut dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Melalui tema We Grow Together, Bulog ingin memastikan seluruh mitra tidak hanya berkembang dari sisi usaha, tetapi juga tumbuh bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kita ingin seluruh mitra saling menguatkan, tumbuh dan berkembang bersama. Harapannya, kita bisa terus memberikan pelayanan kepada masyarakat Kalbar, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau," pungkas Rasiwan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda