Ponticity post authorKiwi 16 Juni 2026

FK Untan Edukasi Ibu Muda Tangkal Hoaks Imunisasi di Kampung Dalam

Photo of FK Untan Edukasi Ibu Muda Tangkal Hoaks Imunisasi di Kampung Dalam

PONTIANAK, SP - Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura (FK Untan) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Literasi Digital dalam Menyaring Informasi Hoaks Seputar Imunisasi Dasar Lengkap pada Kelompok Ibu Muda” di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak pada Sabtu, 13 Juni 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Agus Fitriangga, MKM., sebagai ketua tim, bersama anggota tim dr. Alex, M.Biomed., Asmaurika Pramuwidya, S.ST., M.Kes., dan Faisal Kholid Fahdi, Ns., M.Kep.

Kegiatan ini juga melibatkan dokter muda FK Untan yang sedang praktek koas di Puskesmas Kampung Dalam, yaitu Annisa Usholihah, Muhammad Syifa Irfandy, Nikita Estefania, Nafilla Dyah Ayuningtyas, dan Tengku Faireiz Atthallah Hamid.

Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pentingnya imunisasi dasar lengkap serta kemampuan menyaring informasi kesehatan yang beredar di media digital.

Sasaran utama kegiatan adalah ibu muda yang memiliki bayi dan balita. Kegiatan berlangsung dengan dukungan penuh dari Puskesmas Kampung Dalam.

Dalam sambutannya, dr. Mishermaliyani, selaku kepala Puskesmas Kampung Dalam menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi memberikan manfaat besar bagi masyarakat, namun juga membawa tantangan berupa maraknya penyebaran informasi hoaks kesehatan.

Menurutnya, informasi yang tidak benar mengenai imunisasi sering kali menimbulkan keraguan orang tua dalam memberikan vaksin kepada anak. Kondisi tersebut dapat berdampak pada rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap di masyarakat.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapreasiasi kegiatan peningkatan literasi digital ini sebagai salah satu strategi penting dalam mendukung keberhasilan program imunisasi,” katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan ibu muda, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan setempat. Peserta mendapatkan materi mengenai manfaat imunisasi dasar lengkap, jadwal imunisasi nasional, keamanan vaksin, serta dampak penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Selain itu, tim PKM juga menjelaskan berbagai bentuk hoaks yang sering beredar di media sosial terkait vaksin dan kesehatan anak. Peserta diajak memahami bagaimana informasi yang tidak valid dapat mempengaruhi pengambilan keputusan kesehatan keluarga.

Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan yang disampaikan peserta mengenai isu-isu yang sering mereka temui di media sosial. Suasana kegiatan berlangsung antusias dan komunikatif.

Pemateri pada kegiatan PKM ini adalah Agus Fitriangga, MKM., yang menjelaskan bahwa rendahnya literasi digital menjadi salah satu tantangan dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui media sosial harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memverifikasi kebenaran informasi yang diterima.

Kemudian pemateri kedua adalah Muhammad Syifa Irvandy yang menjelaskan terkait bagaimana menangkal informasi hoax tentang imunisasi yang beredar di masyarakat.

Sementara itu, Asmaurika Pramuwidya, S.ST., M.Kes menekankan pentingnya peran ibu dalam pengambilan keputusan kesehatan anak, termasuk memastikan kelengkapan imunisasi sesuai jadwal.

dr. Alex, M.Biomed memberikan penjelasan mengenai aspek ilmiah vaksin dan proses pembentukan kekebalan tubuh setelah imunisasi. Di sisi lain, Faisal Kholid Fahdi, Ns., M.Kep mengajak peserta untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai informasi kesehatan yang beredar di ruang digital.

Kelima narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan dalam meningkatkan kepercayaan terhadap program imunisasi.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi praktik dan simulasi.

Peserta diberikan contoh berbagai unggahan media sosial yang berisi informasi kesehatan, kemudian diminta mengidentifikasi apakah informasi tersebut valid atau termasuk hoaks.

Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh. Tim PKM turut membagikan media edukasi berupa infografis dan materi digital yang dapat digunakan kembali oleh peserta setelah kegiatan berakhir.

Kader kesehatan yang hadir juga didorong untuk menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, manfaat kegiatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, tim PKM FK Untan berharap terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap serta kemampuan menyaring informasi kesehatan secara kritis.

Program ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Kerja sama antara perguruan tinggi, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program kesehatan di tingkat lokal.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau wilayah yang lebih luas. Dengan masyarakat yang semakin cerdas dalam memilah informasi, diharapkan cakupan imunisasi dasar lengkap dapat terus meningkat.

Hal ini akan berkontribusi pada terwujudnya generasi anak yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. (aep)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda