Ponticity post author Kiwi 18 Juni 2026

Beban Guru Kian Kompleks, PGRI Kalbar Dorong Penguatan Kesehatan Mental Pendidik

Photo of Beban Guru Kian Kompleks, PGRI Kalbar Dorong Penguatan Kesehatan Mental Pendidik PGRI Kalbar menggelar webinar nasional bertajuk “Guru Sehat Mental, Pendidikan Berkualitas” yang diikuti guru dan dosen dari berbagai daerah.

PONTIANAK, SP – Di tengah semakin kompleksnya tantangan dunia pendidikan, kesehatan mental guru kini menjadi isu yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Beban administrasi yang terus bertambah, tuntutan profesionalisme, ekspektasi orang tua, hingga tanggung jawab mendampingi peserta didik setiap hari, membuat para pendidik rentan mengalami tekanan psikologis.

Kesadaran itulah yang mendorong Biro Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi Pengurus Provinsi (PP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat menggelar webinar bertajuk “Guru Sehat Mental, Pendidikan Berkualitas”. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring tersebut berhasil menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 198 peserta yang terdiri dari guru, dosen, tenaga kependidikan hingga pemerhati pendidikan mengikuti kegiatan tersebut. Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu kesehatan mental guru semakin mendapat perhatian luas dan menjadi kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan.

Webinar dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua V PGRI Kalimantan Barat, Masturah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesehatan mental guru memiliki hubungan yang sangat erat dengan kualitas pendidikan yang diterima peserta didik.

Menurutnya, banyak persoalan yang muncul di lingkungan sekolah sesungguhnya berakar dari kondisi psikologis pendidik yang tidak mendapatkan perhatian yang memadai.

“Guru menghadapi tekanan dari berbagai arah: tuntutan administrasi yang padat, beban mengajar, ekspektasi orang tua, sekaligus keharusan memberikan perhatian penuh kepada peserta didik. Ketika pertahanan mental melemah dan emosi tidak terkelola dengan baik, maka risiko berbenturan dengan hukum pun semakin terbuka,” ujarnya.

Masturah menilai bahwa pembahasan mengenai kesehatan mental guru saat ini sudah menjadi kebutuhan mendesak. Sebab, guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, pembimbing, sekaligus pengayom bagi peserta didik.

Karena itu, menjaga kesehatan mental guru bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi pendidik, melainkan juga bagian penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang sehat, aman dan berkualitas.

Dalam pelaksanaannya, webinar ini dirancang untuk mencapai empat tujuan utama yang saling berkaitan.

Pertama, meningkatkan pemahaman guru mengenai pentingnya kesehatan mental dalam menjalankan profesinya sehingga mampu menghindari berbagai persoalan yang berpotensi muncul dalam hubungan antara guru dan peserta didik.

Kedua, membekali para guru dengan strategi praktis dalam mengelola stres serta menjaga kesejahteraan psikologis di tengah tingginya tuntutan pekerjaan.

Ketiga, mendorong terciptanya lingkungan kerja dan lingkungan belajar yang lebih sehat, nyaman, serta suportif bagi seluruh warga sekolah.

Keempat, mewujudkan pendidikan yang berkualitas melalui kehadiran guru yang sehat secara fisik maupun mental.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan Psikolog Citra Amelia sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Citra menjelaskan berbagai strategi konkret yang dapat dilakukan guru untuk menjaga keseimbangan emosi, mengelola tekanan pekerjaan, serta membangun ketahanan mental dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Materi yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta. Hal itu terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung dinamis dan interaktif. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga aktif menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Beragam pertanyaan muncul, mulai dari cara menghadapi tekanan administrasi, mengelola konflik di lingkungan kerja, menghadapi perilaku peserta didik yang beragam, hingga menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan tanggung jawab profesi.

Citra Amelia menjawab berbagai pertanyaan tersebut dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif sehingga mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari para pendidik.

Tingginya minat peserta juga terlihat dari sebaran wilayah asal mereka. Tidak hanya berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat seperti Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Bengkayang, Sanggau, Sambas, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Mempawah, webinar ini juga diikuti peserta dari luar provinsi.

Beberapa daerah yang turut berpartisipasi antara lain Pangandaran, Jambi, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku hingga Nusa Tenggara Timur.

Partisipasi lintas daerah tersebut menunjukkan bahwa persoalan kesehatan mental guru merupakan isu nasional yang dirasakan hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Tak hanya guru sekolah, kalangan akademisi juga memberikan perhatian besar terhadap tema yang diangkat dalam webinar tersebut. Sejumlah dosen dari Universitas Tanjungpura, Universitas PGRI Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak, Universitas Bengkulu hingga Institut Agama Islam Nurul Jadid turut hadir mengikuti kegiatan.

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang pendidikan semakin memperkaya diskusi dan memperluas perspektif mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam dunia pendidikan.

Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Pontianak juga tercatat mengikuti webinar tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kesejahteraan psikologis para pendidik.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia yang dipimpin Lili Pulungan menutup kegiatan dengan pembagian hadiah berupa uang pengganti kuota internet kepada lima peserta yang beruntung.

Meski sederhana, apresiasi tersebut disambut hangat oleh peserta dan menambah semarak suasana webinar hingga akhir kegiatan.

Lebih dari sekadar forum berbagi ilmu, webinar ini menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, sarana prasarana, atau teknologi pembelajaran. Di balik seluruh proses pendidikan, terdapat sosok guru yang setiap hari berhadapan dengan berbagai tantangan dan tekanan yang tidak ringan.

Karena itu, perhatian terhadap kesehatan mental guru harus menjadi agenda bersama seluruh pemangku kepentingan pendidikan. Guru yang sehat secara mental akan lebih mampu menciptakan suasana belajar yang positif, membangun hubungan yang baik dengan peserta didik, serta menjalankan tugas profesionalnya dengan optimal.

Melalui webinar ini, PGRI Kalbar berharap kesadaran mengenai pentingnya kesehatan mental guru semakin meningkat. Sebab, guru yang sehat mental bukan hanya menjadi fondasi lahirnya pendidikan yang berkualitas, tetapi juga menjadi kunci terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, humanis, dan bebas dari berbagai bentuk kekerasan maupun konflik yang dapat menghambat proses belajar mengajar.

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda