Ponticity post author Kiwi 21 Oktober 2026

UMKM Kalbar Raup Rp113,51 Juta di ISEF 2026, Dua Talenta Juara Kompetisi Chef Halal

Photo of UMKM Kalbar Raup Rp113,51 Juta di ISEF 2026, Dua Talenta Juara Kompetisi Chef Halal Dua perwakilan Kalimantan Barat berfoto bersama usai meraih Juara I dalam Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) pada ajang ISEF 2026 di Jakarta, 15 Oktober 2026.

PONTIANAK, SP - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta talenta Kalimantan Barat mencatatkan prestasi di Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026. Tujuh UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Barat membukukan penjualan Rp113,51 juta, sementara dua perwakilan daerah ini meraih juara pertama dalam kompetisi memasak halal tingkat internasional.

ISEF 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Ajang tersebut menjadi wadah promosi produk halal, perluasan akses pasar, serta penguatan kolaborasi pelaku usaha dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

Dua talenta Kalimantan Barat yang meraih juara pertama Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) adalah Eko Hendrawan pada kategori profesional dan Elpidius Ricky pada kategori vokasi.

Prestasi juga diraih UMKM binaan KPwBI Kalimantan Barat, Ong Birdnest, yang mendapat apresiasi sebagai tenant dengan penjualan tertinggi untuk kategori makanan dan minuman olahan kemasan.

Partisipasi dalam ISEF turut membuka peluang transaksi lanjutan bagi UMKM daerah. Ong Birdnest memperoleh pesanan 50 kilogram produk dari pembeli asal Taiwan. Sementara itu, Alfkhanza Herbal mendapat pesanan masing-masing 20 kilogram bawang dayak dan 20 kilogram kayu bajakah dari pembeli lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, menilai capaian tersebut menjadi peluang bagi UMKM dan talenta daerah untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing.

“Keikutsertaan UMKM Kalimantan Barat dalam ISEF tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga membuka peluang transaksi dan memperluas jaringan usaha. Capaian ini diharapkan menjadi dorongan bagi pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing agar mampu menembus pasar yang lebih luas,” kata Doni, Rabu (21/10/1026).

Selain produk makanan dan minuman, ISEF 2026 juga menjadi panggung promosi fesyen dan wastra khas Kalimantan Barat. Tenun Sidan dari Kabupaten Kapuas Hulu diperkenalkan melalui peragaan busana, disertai partisipasi sejumlah UMKM fesyen daerah dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026.

Pelaku usaha yang terlibat antara lain Jazila by BornNeo, Susiana by Uchie Machran, serta Special Parade Dewan IKRA yang menampilkan karya Wignyo Rahadi.

Keterlibatan tersebut memperluas ruang promosi bagi produk fesyen lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra Kalimantan Barat kepada pasar yang lebih luas.

*ISEF Catat Transaksi Triliunan Rupiah*

Secara nasional, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar. Kegiatan business matching pembiayaan dan perdagangan syariah mencapai Rp3,16 triliun, terdiri atas pembiayaan syariah Rp2,6 triliun dan perdagangan syariah Rp558,4 miliar.

Selain itu, tercatat komitmen kerja sama pasar uang dan pasar valuta asing syariah sebesar Rp6,05 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, mengatakan capaian tersebut perlu diikuti dengan upaya memastikan manfaat ekonomi syariah dirasakan masyarakat secara luas.

“Capaian ini mencerminkan aktivitas yang terbangun. Ke depan, yang terpenting adalah memastikan capaian tersebut memberikan manfaat nyata bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Solikin saat menutup ISEF 2026 di Jakarta, 18 Oktober.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak cukup diukur dari peningkatan transaksi. Akses masyarakat terhadap peluang usaha dan pembiayaan juga perlu diperluas agar pertumbuhan ekonomi berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Pembiayaan syariah, lanjutnya, perlu terhubung dengan kegiatan produktif. Sementara itu, keuangan sosial syariah perlu diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

ISEF tahun ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”. Lebih dari 100 kegiatan diselenggarakan secara luring dan daring, melibatkan UMKM, lembaga keuangan syariah, industri kreatif, investor, serta berbagai pemangku kepentingan.

Selama pelaksanaan, ISEF dikunjungi sekitar 93 ribu orang dengan jangkauan melalui media massa dan media sosial mencapai 26,5 juta orang. Lebih dari 1.000 pelaku industri halal turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Ajang ini juga menghadirkan berbagai kompetisi, seperti Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC), Video Animasi Kreatif Ekonomi Syariah (VITRAH), Olimpiade Ekonomi Syariah Nasional (OESN), dan Youth Shariapreneur Innovation Competition (YSIC). Selain itu, diumumkan penerima ISEF Award 2026 serta finalis Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI)–DIGDAYA x Hackathon 2026.

ISEF diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), didukung kementerian dan lembaga, asosiasi industri halal, lembaga keuangan syariah, perguruan tinggi, komunitas kreatif, serta mitra internasional.

Capaian UMKM dan talenta Kalimantan Barat dalam ajang tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperluas akses pasar, memperkuat inovasi, serta meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian daerah. (jee)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda