PONTIANAK,SP - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat akan menggelar Bimbingan Teknis Training of Trainer (ToT) Implementasi Aplikasi SATUMU pada 6 Juni 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Barat, Jalan Abdul Muis, Tanjung Hulu, Pontianak Timur
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Ketua PWM Kalbar, Pabali Musa, menyampaikan bahwa digitalisasi kini menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan organisasi.
“Selama ini kami kesulitan ketika ditanya berapa jumlah anggota Muhammadiyah secara pasti, distribusi pendanaan juga kurang optimal, dan basis data kader masih manual,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa melalui aplikasi SATUMU, Muhammadiyah diharapkan dapat mengoptimalkan gerakan berbagai majelis serta memaksimalkan potensi kader, termasuk mereka yang berkiprah sebagai pejabat publik.
“Dengan sistem digital, kita bisa membaca kekuatan organisasi secara real-time dan memaksimalkan kolaborasi antar majelis,” tambahnya.
Kegiatan ToT ini akan diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) kabupaten/kota.
Keterlibatan aktif ini dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan Muhammadiyah yang lebih modern, maju, dan berdaya saing.
“Semoga langkah digitalisasi ini menghadirkan manfaat nyata dan menjadikan kita terhormat di hadapan manusia serta mulia di sisi Allah,” ujarnya.
SATUMU sendiri merupakan platform digital berbasis website yang dirancang sebagai sistem tata kelola persyarikatan Muhammadiyah melalui satu data terintegrasi yang disebut Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM).
Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan organisasi, termasuk data keanggotaan, iuran, dan layanan administrasi lainnya.
Berdasarkan hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta, organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan transformasi digital.
Muhammadiyah sebagai organisasi civil society sekaligus badan hukum mendorong desentralisasi pengelolaan dengan tetap menjaga integritas sistem organisasi.
Program SATUMU menjadi bagian dari upaya mempercepat digitalisasi yang mampu menjawab tantangan pengelolaan organisasi yang semakin kompleks, tanpa meninggalkan karakter dasar Muhammadiyah.
Sistem DOM juga dirancang sebagai ruang kolaboratif untuk mengelola seluruh unsur dan entitas organisasi di lingkungan persyarikatan.
Dalam implementasinya, Bank Syariah turut menjadi mitra dalam mendukung ekosistem digital Muhammadiyah agar berjalan lebih inklusif dan berkelanjutan.
Transformasi digital Muhammadiyah mencakup sembilan pilar utama, yakni identitas digital, digitalisasi proses bisnis organisasi, keamanan siber, keterbukaan akses, partisipasi warga persyarikatan dan masyarakat, keberlanjutan, inklusivitas, dashboard data real-time, serta pengambilan keputusan berbasis data dan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan perubahan budaya organisasi secara menyeluruh.
Setelah sesi pengantar materi selesai, pembinaan dilanjutkan dengan praktek input data DOM, praktek alur kerja proses pendaftaran E-KTAM, dan ditutup dengan sesi pembinaan mitra Bank Danamon Syariah. (mul)