Potret post author Bob 06 November 2025

Kisah Fajar, Pelajar MAN 1 Pontianak yang Bangga jadi Duta Safety Riding: Astra Motor Kalbar Gencarkan Gerakan Cari aman

Photo of Kisah Fajar, Pelajar MAN 1 Pontianak yang Bangga jadi Duta Safety Riding: Astra Motor Kalbar Gencarkan Gerakan Cari aman

PONTIANAK, SP – Setiap pagi, Fajar Ramadhan menyalakan motornya dan melaju di jalanan Pontianak menuju sekolah.

Tapi kini, rutinitas itu terasa berbeda. Fajar, 17 tahun, bukan sekadar pengendara muda biasa. Ia adalah Duta Safety Riding Astra Motor Kalbar, dan setiap perjalanan adalah kesempatan untuk mempraktikkan apa yang ia pelajari.

“Awalnya malu-malu ikut program ini,” kenang Fajar. “Tapi begitu ikut simulasi Honda Riding Trainer dan memahami risiko berkendara, saya merasa ini penting. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk teman-teman dan orang-orang di sekitar saya,” paparnya.

Menjadi duta tidak hanya soal teori atau praktik di simulator. Fajar aktif membagikan tips keselamatan berkendara di sekolah, ikut kampanye di media sosial, dan terlibat dalam kegiatan komunitas.

Ia bahkan membuat video kreatif tentang mengenakan helm yang benar, pentingnya sabuk pengaman, dan menjaga jarak aman saat berkendara.

Tips Keselamatan Berkendara dari Astra Motor Kalbar: 1. Selalu gunakan helm SNI saat berkendara, meski hanya jarak dekat.

2. Periksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, mulai dari rem, lampu, hingga tekanan ban. 3. Gunakan perlengkapan lengkap seperti jaket, sarung tangan, dan sepatu tertutup.

4. Patuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan**, jangan tergoda untuk mengebut. 5. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan untuk mengantisipasi pengereman mendadak.

6. Hindari penggunaan ponsel** saat berkendara agar fokus tetap terjaga. 7. Perhatikan kondisi jalan dan cuaca, kurangi kecepatan jika jalan licin atau hujan.

“Tips-tips ini saya bagikan ke teman-teman biar mereka lebih sadar. Kadang ada yang nanya, ‘Kenapa harus ribet pakai helm atau jaga jarak?’ Nah, tugas saya menjelaskan dengan cara yang seru, biar mereka juga paham,” ungkap Fajar.

Program ini merupakan bagian dari Sinergi Bagi Negeri menuju Gerakan Cari_Aman. Bagi Fajar, hal yang paling membanggakan adalah merasakan dampak nyata dari edukasi ini.

“Beberapa teman dulu suka sembrono saat berkendara. Sekarang mereka mulai lebih hati-hati, pakai helm, dan mematuhi rambu lalu lintas. Rasanya senang banget bisa berkontribusi,” ujarnya.

Selain itu, pengalaman menjadi duta juga memperluas wawasannya. Fajar belajar bekerja sama, berbicara di depan banyak orang, dan mengekspresikan ide kreatifnya agar pesan keselamatan sampai ke semua orang.

Bagi Astra Motor Kalbar, sosok Fajar adalah contoh nyata bahwa generasi muda bisa menjadi agen perubahan. Dengan semangat kreatif dan kepedulian tinggi, mereka membuktikan bahwa keselamatan berkendara bukan hanya aturan, tapi gaya hidup yang bisa dibanggakan.

Fajar menutup percakapan dengan senyum lebar: “Kalau satu orang saja terselamatkan karena apa yang saya sampaikan, itu sudah membuat saya merasa bangga. Dan saya ingin terus berbagi, karena keselamatan itu keren!”

Berikut adalah versi **feature naratif** dari berita “Di Jalan Fokus, Kuliah Mulus” yang lebih menarik dan mudah dibaca:

Di Jalan Fokus, Kuliah Mulus: Mahasiswa Belajar Berkendara Aman dengan Cara Seru

sebelumnya, bayangkan ribuan mahasiswa dari Aceh hingga Papua duduk serius, tapi tetap antusias, mengikuti dialog interaktif tentang keselamatan berkendara.

Itu yang terjadi sepanjang bulan September, saat 4.894 mahasiswa dari 29 perguruan tinggi ikut serta dalam kampanye “Di Jalan Fokus, Kuliah Mulus.”

Kegiatan yang digagas PT Astra Honda Motor (AHM) bersama PT Jasa Raharja dan jaringan main dealer Honda ini bukan sekadar seminar biasa. Peserta diajak untuk memahami bahwa berkendara tidak hanya soal kecepatan atau gaya, tapi juga fokus dan kesiapan diri.

“Kepekaan generasi muda terhadap keselamatan berkendara di jalan sangat penting. Kami ingin mereka bisa menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” jelas Andy Wijaya, General Manager Marketing Planning and Analysis AHM.

Belajar Serius, Tapi Tetap Seru

Selama sesi, mahasiswa tidak hanya mendengar teori. Mereka diajak berinteraksi melalui kuis seru dengan hadiah jutaan rupiah, diskusi kelompok, hingga simulasi praktis dengan instruktur safety riding Honda. Selain itu, perwakilan kepolisian hadir untuk menjelaskan data kecelakaan dan pentingnya kelengkapan surat-surat berkendara.

Program ini menekankan fokus saat berkendara sebagai langkah preventif utama. Para mahasiswa belajar cara meminimalkan risiko kecelakaan, seperti: Istirahat cukup sebelum berkendara.

Menggunakan perlengkapan lengkap, termasuk helm SNI. Mematuhi rambu lalu lintas dan aturan jalan. Kontrol emosi agar tetap tenang menghadapi kondisi di jalan.

Tak hanya itu, AHM juga bekerja sama dengan Jasa Raharja untuk memberikan edukasi soal asuransi kecelakaan, menambah wawasan mahasiswa tentang perlindungan diri saat berkendara.

Dari Aceh Sampai Papua

Program “Di Jalan Fokus, Kuliah Mulus” menjangkau kampus-kampus di seluruh Indonesia, mulai dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, hingga Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Papua.

Sepanjang 2025 hingga September, AHM dan jaringan sepeda motornya telah mengedukasi 367.138 orang, mulai dari mahasiswa hingga pekerja di berbagai daerah.

Membangun Budaya Berkendara Aman

Menurut riset internal AHM, salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kurangnya fokus saat berkendara. Dengan edukasi ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan, membawa budaya keselamatan ke teman-teman dan keluarganya.

Fokus, persiapan, dan disiplin menjadi pesan utama kampanye ini. Bagi AHM, keselamatan berkendara bukan sekadar aturan, tapi gaya hidup yang menyenangkan, agar perjalanan tetap mulus, di jalan maupun di kampus. (mul)

 

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda