PONTIANAK, SP - Peran Satuan Tugas (Satgas) United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (Garuda Bhayangkara FPU 3 MINUSCA) yang terdiri dari para Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), sukses dengan gemilang.
Anggota Polri, yang tergabung dalam Satgas FPU ini memiliki tugas dan wewenang sesuai mandate dari PBB.
Di antaranya adalah untuk melindungi warga sipil dan menjaga fasilitas PBB. Satgas ini di bawah kepemimpinan Kepala Satuan Tugas (Kasatgas), Kombes Pol Raymond Marcellino Masengi, yang merupakan mantan Kapolres Sanggau dan Singkawang di Polda Kalbar,.
FPU 3 MINUSCA sendiri, melaksanakan Upacara Medal Parade di Lapangan Apel Garuda Camp, tampak tamu dari perwakilan PBB dan Perwakilan Negara yang tegabung dalam misi minusca hadir didalam Garuda Camp, Bangui, Republik Afrika tengah, Rabu (10/8/2022).
Putra dan putri Polri terbaik seluruh indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan meraih penghargaan UN Medal yang disematkan langsung oleh Deputy Special Representative of Secretary General (SRSG), Mrs. Lizbeth Cullity.
Setelah penyematan penghargaan itu, FPU 3 MINUSCA menampilkan Tarian Tradisional dan Tarian Bersama.
Dalam upacara Medal Parade ini juga terdapat Putra dan Putri Polri Kalimantan Barat (Kalbar), yang juga meraih penghargaan tinggi dari United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa di acara Medal Parade.
Ada enam Anggota Polda Kalbar, yang dipercaya untuk mengemban tugas mulia di misi internasional di Republik Afrika Tengah, tepatnya di Kota Bangui yang kurang lebih lamanya 1 tahun dan mengakhiri misinya pada September 2022 ini.
Atas kerja keras dan dedikasi tinggi serta menjalankan tugas dengan intensitas tinggi berbagai Konflik di negara tersebut, FPU Indonesia berhasil di Benua Hitam, yaitu Republik Afrika Tengah dalam menjalankan misi ini.
PBB memberikan penghargaan dan apresiasi tinggi kepada Kontingen Garuda FPU 3 Minusca termasuk di antaranya enam personel Polda Kalbar ini dengan penghargaan Medal UN.
Putra dan Putri ini yakni, Bripka Denny Faisal, Briptu Bahrudin, Briptu Zani Syawal, Briptu Azharus, Briptu Benedikta, dan Bripda Iqbal Ansyari.
Tak hanya itu dalam rangkaian acara medal parade ini, personel Polda Kalbar juga menampilkan Tarian Khas Kalimantan Barat, yakni Tidayu (Tionghoa, Dayak, dan Melayu).
Di hadapan para pejabat UN dan Minusca, sorak meriah tepuk tangan diberikan kepada Tim Tari dengan penampilan yang sangat memukau membawakan budaya tradisional tarian di hadapan mata dunia.
"Saya merasa sangat bangga bisa menampilkan budaya Kalimantan Barat dikancah Internasional ini, bahkan bisa mengharumkan nama polri dimata dunia dengan meraih Medal UN ini yang merupakan sukses nya melaksanakan misi selama kurang lebih satu tahun di Republik Afrika Tengah ini," ujar Briptu Zani.
Hal yang paling berkesan dan menjadikan acara Medal Parade selalu ditunggu-tunggu oleh seluruh personel FPU adalah interaksi tamu undangan dengan para pengisi acara melalui tarian bersama saat di penghujung acara yaitu Tari jerusalema secara massal.
Dan tentunya juga hidangan santap siang bersama pasukan, tamu undangan dan masyarakat lokal yang hadir saat itu.
Dengan berakhirnya Upacara Medal Parade ini FPU 3 Minusca akan dijadwalkan kepulangan ke tanah air pada Bulan September mendatang, dengan harapan tanpa kekurangan sedikitpun selama akhir end of misi ini. (ril)