Ponticity post authorKiwi 13 Mei 2026

ASN Kalbar Peduli, Donor Darah Massal Bantu Penyandang Talassemia

Photo of ASN Kalbar Peduli, Donor Darah Massal Bantu Penyandang Talassemia Sekda Harisson meninjau donor darah ASN Kalbar Peduli di BPSDM Kalbar dalam rangka Hari Talassemia Sedunia 2026.
 
PONTIANAK, SP - Ratusan aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat memadati Aula Bhinneka Tunggal Ika Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (12/5/2026). Kehadiran mereka bukan untuk mengikuti kegiatan seremonial biasa, melainkan menunjukkan kepedulian terhadap sesama melalui aksi donor darah sukarela.
 
Kegiatan bertajuk Gerakan ASN Kalbar Peduli Vol. 2 itu digelar dalam rangka memperingati Hari Talassemia Sedunia Tahun 2026. Selain donor darah, rangkaian kegiatan juga diisi seminar kesehatan bertema “Kenali Thalasemia, Lindungi Generasi Masa Depan”.
 
Mengusung tema “Tidak Lagi Tersembunyi: Menemukan yang Belum Terdiagnosis, Mendukung yang Tak Terlihat”, kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penyandang talassemia sekaligus upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan dukungan sosial bagi penderita.
 
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar, Harisson. Dalam sambutannya, Harisson mengapresiasi inisiatif Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari yang dinilai konsisten menghadirkan gerakan sosial ASN peduli masyarakat, termasuk aksi donor darah.
 
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala BPSDM yang sering menyelenggarakan gerakan ASN Peduli, di antaranya menyumbangkan darah. ASN ini di tengah keterbatasan dituntut untuk terus peduli kepada masyarakat di samping berorientasi pelayanan ASN Ber-AKHLAK,” ujarnya.
 
Menurut Harisson, kepedulian sosial harus menjadi bagian dari semangat pelayanan ASN kepada masyarakat. Salah satu bentuk nyata kepedulian itu adalah mendonorkan darah secara sukarela bagi masyarakat yang membutuhkan.
 
“Kita juga harus peduli dengan masyarakat salah satunya lewat donor darah secara sukarela untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
 
Ia mengungkapkan kebutuhan darah di RSUD dr Soedarso cukup tinggi, bahkan mencapai sekitar 200 kantong darah setiap harinya. Karena itu, kegiatan donor darah dinilai sangat membantu pemenuhan kebutuhan pasien.
 
“Kebutuhan darah di RSUD dr Soedarso itu 200 kantong dalam satu hari. Lewat kegiatan ini kita turut membantu sesama. Ini harus kita galakkan agar masyarakat secara sukarela mau mendonorkan darahnya dan membantu saudara-saudara kita yang memang sedang membutuhkan darah,” jelasnya.
 
Harisson mengatakan aksi donor darah yang dilakukan ASN Kalbar bukan pertama kali digelar. Menurutnya, semangat berbagi dan membantu sesama harus terus dipertahankan dan diperluas.
 
“Hari ini ASN menunjukkan kesekian kalinya sering kali memberikan donor darah untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Harisson juga menyoroti tingginya angka penderita talassemia di Indonesia yang diperkirakan mencapai tiga hingga 10 persen dari total populasi. Ia menegaskan hingga kini thalassemia masih belum dapat disembuhkan sehingga pasien membutuhkan transfusi darah secara rutin dan berkelanjutan.
 
“Talasemia sampai sekarang belum bisa disembuhkan jadi terus menerus membutuhkan darah,” ujarnya.
 
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalbar bersama pemerintah kabupaten/kota telah berupaya memperkuat layanan kesehatan bagi penyandang talassemia, termasuk di RSUD dr Soedarso yang kini telah memiliki fasilitas dan tenaga medis khusus untuk penanganan pasien.
 
“Pemprov Kalbar dan kabupaten kota sudah mempersiapkan. Misalnya di RSUD dr Soedarso sudah ada gedung sendiri, tempat tidur sendiri, sudah dokter spesialis yang menangani,” katanya.
 
Meski demikian, Harisson mengakui masih terdapat tantangan bagi pasien talassemia, terutama terkait akses transportasi dari daerah menuju rumah sakit.
 
“Yang menjadi masalah transport dari rumah ke rumah sakit kalau di kabupaten kota yang jauh dari rumah sakit ini yang menjadi masalah,” ungkapnya.
 
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalbar terus memberikan perhatian terhadap kebutuhan pasien talassemia, termasuk melalui dukungan anggaran untuk obat dan alat kesehatan yang belum ditanggung BPJS.
 
“Pemprov Kalbar melalui Dinas Kesehatan menganggarkan obat dan alat yang tidak ditangani BPJS. Pak Gubernur sudah memberikan perhatian. Begitu juga RSUD dr Soedarso sudah menganggarkan obat dan alat yang mereka butuhkan,” jelasnya.
 
Namun demikian, kebutuhan darah tetap menjadi tantangan utama yang memerlukan dukungan masyarakat luas.
 
“Tinggal darah yang harus kita galakkan. Masyarakat harus gencar melakukan donor darah untuk membantu talasemia,” tutup Harisson.
 
Sementara itu, Kepala BPSDM Kalbar sekaligus Ketua POPTI Kalbar, Windy Prihastari, mengatakan kegiatan ASN Kalbar Peduli bukan hanya sekadar agenda seremonial, tetapi bentuk nyata kepedulian ASN terhadap persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.
 
Menurut Windy, donor darah menjadi salah satu aksi sederhana namun memiliki dampak besar bagi keselamatan pasien, terutama para penyandang talassemia yang membutuhkan transfusi darah secara rutin.
 
“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian ASN Kalbar terhadap saudara-saudara kita para penyandang talassemia yang membutuhkan dukungan bersama. Donor darah bukan hanya soal membantu secara medis, tetapi juga bentuk empati dan solidaritas kemanusiaan,” ujarnya.
 
Sebagai Ketua POPTI Kalbar, Windy mengaku memahami langsung perjuangan para pasien talassemia dan keluarga mereka yang harus menjalani pengobatan jangka panjang.
 
Ia mengatakan kebutuhan darah bagi pasien talassemia tidak pernah berhenti sehingga diperlukan keterlibatan banyak pihak untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah.
 
“Pasien talassemia ini membutuhkan transfusi darah secara rutin seumur hidup. Karena itu kami terus mengajak masyarakat, khususnya ASN, untuk membangun budaya donor darah secara sukarela dan berkelanjutan,” katanya.
 
Windy juga menegaskan pihaknya akan terus menghadirkan gerakan sosial ASN Peduli sebagai ruang membangun kepedulian sosial di lingkungan birokrasi.
 
“ASN bukan hanya bekerja memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga harus hadir memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat peduli ini yang terus kami bangun di BPSDM Kalbar,” pungkasnya.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda