SANGGAU, SP - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat memperkuat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur strategis Trans Kalimantan yang menghubungkan Pontianak hingga Kuching, Malaysia.
Kehadiran infrastruktur ini menjadi langkah penting PLN dalam mendukung transisi energi bersih sekaligus mempermudah mobilitas pengguna kendaraan listrik untuk perjalanan antarkota hingga lintas negara.
Pengguna kendaraan listrik kini dapat memanfaatkan fasilitas SPKLU Ultra Fast Charging yang berada di Cafe Rumah Kedua, Simpang Ampar, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.
Selain itu, PLN juga menyediakan SPKLU Fast Charging di Rest Area Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, yang menjadi titik strategis sebelum pengguna melanjutkan perjalanan menuju kawasan perbatasan Entikong dan Kuching.
Manager PLN UP3 Sanggau, Hendy Gita Wedhatama, mengatakan pembangunan SPKLU di jalur Trans Kalimantan merupakan respons PLN terhadap meningkatnya kebutuhan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, khususnya untuk perjalanan jarak jauh.
“Kehadiran SPKLU di jalur Pontianak–Kuching kami siapkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan listrik. Infrastruktur pengisian daya yang andal menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan antarkota maupun lintas negara. Dengan adanya Ultra Fast Charging dan Fast Charging di titik strategis, pengguna EV kini tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pengisian daya selama perjalanan,” ujar Hendy, Selasa (12/52026).
Ia menambahkan, pengembangan SPKLU di wilayah kerja PLN UP3 Sanggau juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik di Kalbar seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap transportasi ramah lingkungan.
Selain memperluas infrastruktur, PLN terus menghadirkan kemudahan layanan digital melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat menemukan lokasi SPKLU, melakukan transaksi, hingga memantau proses pengisian daya kendaraan secara real time.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik merupakan bagian dari strategi PLN dalam mendukung agenda transisi energi nasional dan pengurangan emisi karbon.
“PLN berkomitmen menghadirkan ekosistem kendaraan listrik yang semakin lengkap, andal, dan mudah dijangkau masyarakat. Jalur Trans Kalimantan hingga perbatasan Indonesia–Malaysia menjadi salah satu fokus pengembangan karena memiliki mobilitas tinggi dan potensi besar dalam mendukung konektivitas kawasan. Kehadiran SPKLU ini tidak hanya mendukung pengguna kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi energi bersih yang berkelanjutan di Kalimantan Barat,” kata Maria.
Melalui pengembangan SPKLU di berbagai titik strategis, PLN optimistis penggunaan kendaraan listrik di Kalimantan Barat akan terus meningkat seiring tersedianya infrastruktur pendukung yang semakin memadai. Kehadiran SPKLU di jalur Pontianak–Kuching juga diharapkan menjadi penggerak baru mobilitas ramah lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan perbatasan. (*)