PONTIANAK, SP - Momentum Halal Bihalal dimanfaatkan Normah Medical Specialist Center untuk mempererat hubungan dan memperkuat kolaborasi.
Kegiatan yang digelar di Golden Tulip Pontianak, Sabtu (11/4/2026), tak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang memperkuat sinergi di sektor kesehatan.
Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal dan Majelis Silaturahmi Idul Fitri yang digelar Normah Medical Specialist Center di Pontianak.
Perwakilan Normah, Bidari, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat Idulfitri sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan kepercayaan.
“Kami mengucapkan selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin kepada semuanya yang selalu mendukung kami. Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami selama ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehadiran Normah bukan untuk bersaing, melainkan sebagai mitra strategis dalam mendukung pelayanan kesehatan.
“Kami hadir dalam kehidupan bukan untuk bersaing, tetapi sebagai partner strategis untuk semua,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan yang telah terjalin.
“Kami percaya dengan sinergi dan kerja sama yang erat, kita bisa memperkuat hubungan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bidari juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengembangkan layanan dengan pembangunan Normah tahap kedua di Sarawak.
“Sarawak saat ini dalam tahap akhir untuk membangun Normah 2, agar sama-sama lebih membantu dalam kecemerlangan dunia medis,” jelasnya.
Ia berharap, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus mempererat hubungan antar pihak ke depan.
“Semoga kebersamaan ini membawa keberkatan dan semakin mempererat hubungan kita semua,” tutupnya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kehadiran manajemen Normah menjadi bagian penting dalam memperkuat silaturahmi sekaligus kolaborasi di bidang kesehatan.
“Kehadiran manajemen ini bisa meningkatkan silaturahmi antar sesama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyoroti fenomena meningkatnya penyakit di usia muda, yang menurutnya dipengaruhi oleh pola makan dan lingkungan.
“Banyak yang usia muda sudah cuci darah. Ini pola makan ditambah lingkungan, dan kita harus menyikapi di tengah makanan yang serba instan,” katanya.
Ia menambahkan, gaya hidup yang cenderung mengutamakan rasa dan tampilan makanan seringkali mengabaikan aspek keamanan dan kesehatan.
“Kalau kita lihat, makanan sekarang lebih mengutamakan bentuk dan rasa, tetapi dari sisi keamanan kesehatan kadang kita lalai,” lanjutnya.
Meski demikian, Edi menyebut harapan hidup masyarakat di Kota Pontianak saat ini sudah cukup baik. Pemerintah Kota Pontianak pun terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk di sektor kesehatan.
“Pemerintah Kota Pontianak terus meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” ujarnya.
Salah satu fokus yang tengah dilakukan adalah peningkatan kualitas air bersih, sebagai bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat.
“Kita sedang fokus meningkatkan kualitas air bersih di Kota Pontianak,” pungkasnya.
Kegiatan Halal Bihalal ini pun menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Di balik suasana kebersamaan, tersimpan upaya membangun kolaborasi yang lebih kuat antara penyedia layanan kesehatan, pemerintah, dan masyarakat. (din)