SANGGAU, SP - Kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Daerah (Pemda) kembali diwujudkan melalui Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Perbatsan ke-128 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sanggau.
Program pembangunan melalui pengabdian TNI ini digelar oleh Komando Distrik Militer (Kodim) 1204/Sanggau dengan dukungan penuh dari Pemkab Sanggau dan menyasar pembangunan infrastruktur di jalur Desa Semayang menuju Desa Persiapan Tanak, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau.
“TMMD merupakan program unggulan yang memiliki dampak strategis bagi percepatan pembangunan di daerah. Pemkab Sanggau, tentunya sangat mendukung kegiatan ini,” kata Bupati Sanggau, Yohanes Ontot.
Ia juga menjelaskan Program TMMD menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas wilayah pedesaan. Program tersebut juga diharapkan mampu membuka akses dan mendorong pemerataan pembangunan di daerah.
“Saya mengharapkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lintas Sektoral dapat merencanakan peran dan kontribusinya dengan baik agar tidak terjadi tumpang tindih maupun kendala teknis,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan TMMD sangat bergantung pada sinergi lintas sektor. Dukungan seluruh OPD dinilai penting agar pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan optimal.
“Partisipasi dunia usaha dan stakeholder lainnya juga sangat diharapkan untuk mendukung pembangunan di wilayah sasaran TMMD,” tuturnya.
Melalui kolaborasi antara TNI, Pemerintah Daerah, OPD, pihak swasta, dan masyarakat, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 diharapkan dapat berjalan lancar.
Ontot berharap program ini mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Sanggau.
“Saya sangat berharap, dengan adanya TMMD bisa mengangkat derajat kehidupan masyarakat pedesaan, terutama di perbatasan negara, Indonesia-Malaysia,” paparnya.
Sementara itu, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menyatakan bahwa TMMD Regtas ke-128 yang resmi digelar sejak pembukaan pada 22 April hingga 21 Mei 2026, mencakup pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur dasar, seperti jalan desa, jembatan, sarana ibadah, serta fasilitas sanitasi lingkungan guna meningkatkan aksesibilitas wilayah.
Selain kegiatan fisik, TMMD juga memuat program non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat. Materi yang disampaikan meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, rekrutmen TNI, kesehatan, pertanian, hingga sosialisasi bahaya narkoba dan judi daring, serta edukasi hukum dan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Program TMMD harus berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal,” paparnya.
“TMMD bukan sekadar program rutin, melainkan wujud nyata pengabdian TNI untuk mempercepat pembangunan di daerah tertinggal,” lanjut Dadnim 1204/Sanggau.
Menurut Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Tanpa koordinasi yang baik, hasil pembangunan dikhawatirkan tidak optimal dan tidak berkelanjutan. (*)