Sambas post author Kiwi 25 Juli 2026

Perkuat Garda Terdepan Karhutla, Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan Bentuk dan Tingkatkan Kapasitas MPA Desa Tempapan Hulu

Photo of Perkuat Garda Terdepan Karhutla, Balai Dalkarhut Wilayah Kalimantan Bentuk dan Tingkatkan Kapasitas MPA Desa Tempapan Hulu Giat Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas

SAMBAS, SP - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak lagi dipandang sebagai isu lokal belaka, melainkan telah menjadi perhatian nasional hingga global.

Menanggapi ancaman yang terus berulang, penanggulangan Karhutla tidak bisa hanya bertumpu pada Pemerintah atau instansi teknis semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai mitra strategis di lapangan.

?Sebagai bentuk langkah konkret, Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang menggelar kegiatan Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) di Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas dari 23–24 Juli 2024.
?
"Kegiatan ini menitikberatkan pada pendekatan masyarakat berkesadaran hukum yang didukung oleh peningkatan kapasitas teknis operasional," kata Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang, Yuyu Wahyudin, Sabtu (25/7).

Dia menyampaikan bahwa pelibatan masyarakat lokal merupakan salah satu strategi krusial dalam mitigasi Karhutla.

?"Meningkatnya partisipasi masyarakat melalui MPA dengan pendekatan masyarakat berkesadaran hukum yang didukung dengan peningkatan kapasitasnya adalah salah satu Strategi Pengendalian Kebakaran Hutan Lahan. Masyarakat Peduli Api yang telah dibentuk diharapkan dapat mencegah desa tempat tinggalnya yang berbatasan dengan kawasan hutan produksi dan hutan konservasi dari kebakaran hutan, sekaligus sebagai first responder pada saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerahnya," ujar Yuyu.

Dia mengungkapkan, selama dua hari pelatihan, para peserta MPA dibekali pemahaman komprehensif yang mencakup:
?
Adapun materi kelas (teori & regulasi) yang disampaikan meliputi kebijakan dan hukum Karhutla (kesadaran hukum).
?
Pemahaman dasar-dasar Karhutla dan perilaku api dan
?penyusunan peta partisipatif desa.

Kemudian, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
?Tata kelola dan penguatan kelembagaan MPA serta praktik lapangan (Teknis Operasional).

?Pihaknya juga mengutamakan keselamatan personil dalam operasi pemadaman.

"Pengoperasian dan perawatan sarana-prasarana Karhutla," ungkapnya.

Melakukan pembuatan sekat bakar (firebreaks) untuk menahan laju api.

?Pelatihan penggunaan aplikasi Avenza Maps untuk pencarian titik api (hotspot), perekaman jejak lokasi, serta pengukuran luasan area Karhutla secara presisi.
?Sinergi dan Komitmen Berkelanjutan

?"Melalui pelatihan ini, kolaborasi antara Daops Manggala Agni Kalimantan IX/Singkawang dan masyarakat Desa Tempapan Hulu diharapkan semakin solid. Keberadaan MPA yang terlatih dan responsif menjadi kunci utama pencegahan dini agar api tidak meluas ke kawasan hutan konservasi maupun hutan produksi di wilayah Kabupaten Sambas," jelasnya. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda