SAMBAS, SP - Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers (WBVL) kembali membuktikan bahwa komunitas Vespa bukan sekadar wadah menyalurkan hobi berkendara. Melalui keikutsertaannya dalam Parade Scooter Borneo (PSB) XXI Tahun 2026 di kawasan wisata Temajok, Kabupaten Sambas, FRKP WBVL sukses membawa misi kemanusiaan, bakti sosial, pelestarian lingkungan, serta mempererat persaudaraan lintas negara.
Sebanyak 31 peserta dengan 26 unit Vespa berangkat dari Sekretariat FRKP Pontianak pada Jumat (24/7/2026) menuju Temajok.
Sebelum memulai perjalanan, rombongan berkumpul di Tugu Khatulistiwa bersama komunitas Vespa lainnya, kemudian membentuk iring-iringan menuju kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Perjalanan ratusan kilometer tersebut berlangsung penuh kehangatan. Beberapa peserta bahkan membonceng istri dan anak-anak mereka, mencerminkan bahwa komunitas Vespa telah menjadi ruang kebersamaan lintas generasi.
Sepanjang perjalanan, rombongan beberapa kali beristirahat. Mereka menikmati kopi bersama di Sungai Pinyuh, melaksanakan Salat Jumat di Kota Mempawah, makan siang di Singkawang, hingga akhirnya singgah di Pastoran Sambas.
Di Pastoran Sambas, rombongan mendapat sambutan hangat dari Pastor Joni OFMCap, Pastor Paroki Sambas, yang tidak hanya menjamu para peserta dengan kopi, tetapi juga memberikan dukungan berupa bahan bakar Pertalite sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan kemanusiaan yang dilakukan para scooterist menuju Parade Scooter Borneo XXI.
Lebih dari Touring, Membawa Misi Kemanusiaan
Sesampainya di Temajok, seluruh peserta mengikuti berbagai agenda utama Parade Scooter Borneo XXI bersama ratusan scooterist dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Kegiatan tersebut meliputi bakti sosial kepada masyarakat, bakti kesehatan, pelepasan tukik (anak penyu) sebagai bentuk kepedulian terhadap konservasi pesisir, rolling wisata kawasan Temajok, hingga malam keakraban antar peserta sebagai simbol persaudaraan lintas negara.
Penasehat FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengatakan sejak awal pihaknya memang ingin menghadirkan wajah komunitas Vespa yang tidak hanya identik dengan touring, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Parade Scooter Borneo bukan sekadar ajang berkumpul para pecinta Vespa. Ini adalah ruang untuk memperkuat persaudaraan, berbagi kasih, melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan, sekaligus mengajak semua orang peduli terhadap lingkungan. Melalui pelepasan tukik dan kegiatan sosial lainnya, kami ingin meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat Temajok," ujar Bruder Steph.
Menurutnya, semangat kemanusiaan merupakan nilai yang selalu dibawa FRKP West Borneo Vespa Lovers dalam setiap perjalanan.
"Komunitas ini dibangun bukan hanya karena kecintaan terhadap Vespa, tetapi karena semangat saling membantu, saling peduli, dan menjadi berkat bagi sesama," katanya.
Persaudaraan Tanpa Batas Negara
Parade Scooter Borneo XXI juga menjadi momen emosional bagi Bruder Steph. Di Temajok, ia kembali bertemu dengan sejumlah sahabat scooterist asal Sabah, Malaysia, yang pernah menolong dirinya saat mengalami kecelakaan lalu lintas di Sabah pada tahun 2023.
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa persaudaraan dalam komunitas Vespa mampu melampaui batas negara.
"Saya sangat bersyukur dapat kembali bertemu dengan saudara-saudara dari Sabah. Mereka adalah orang-orang yang membantu saya tanpa pamrih ketika mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu. Pertemuan ini membuktikan bahwa persaudaraan dalam komunitas Vespa tidak mengenal batas negara. Sekali saudara, tetap saudara," ungkapnya.
Parade Scooter Borneo XXI sendiri diikuti ratusan scooterist dari berbagai daerah di Indonesia, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sumatera, Ambon, serta peserta dari Kuching, Simunjan, Sabah, dan Brunei Darussalam, menjadikannya salah satu ajang silaturahmi Vespa terbesar di Pulau Borneo.
Malam Keakraban Penuh Kekeluargaan
Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu dari Malaysia dan Brunei Darussalam, FRKP West Borneo Vespa Lovers menggelar malam keakraban di lokasi penginapan yang berdampingan dengan rombongan scooterist Malaysia.
Suasana semakin hangat dengan makan malam bersama yang menyajikan ikan Napoleon panggang.
Bruder Steph menyampaikan apresiasi kepada Brigadir Jenderal TNI (Mar) Yustinus Rudiman, Sahli Kasal Tingkat III Bidang Teknik Pernika dan Siber, melalui Kolonel Laut (P) Wahyu Rozana, S.E., M.Han., Asisten Intelijen Koarmada XII, beserta jajaran TNI Angkatan Laut yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya malam kebersamaan tersebut.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para relawan, termasuk Togianto dan Diki, yang sejak awal bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan konsumsi bagi para peserta.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Semangat gotong royong inilah yang membuat kebersamaan semakin bermakna. Persaudaraan tidak dibangun oleh kemewahan, tetapi oleh keikhlasan untuk saling membantu," ujarnya.
Temajok Menjadi Saksi Solidaritas
Meski sempat terjadi pemadaman listrik pada malam hari di kawasan Temajok, seluruh rangkaian kegiatan tetap berlangsung dengan penuh keakraban.
Bakti sosial, pelayanan kesehatan, pelepasan tukik, rolling wisata, hingga malam persaudaraan menjadi simbol bahwa komunitas Vespa mampu menjadi penggerak aksi sosial sekaligus duta pelestarian lingkungan.
Bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, kegiatan tersebut bukan hanya tentang mencapai garis finis perjalanan dari Pontianak menuju perbatasan Indonesia-Malaysia.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa komunitas dapat tumbuh karena nilai-nilai kemanusiaan, saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga alam bagi generasi mendatang.
Perjalanan Pulang Penuh Syukur
Usai mengikuti seluruh rangkaian Parade Scooter Borneo XXI, rombongan FRKP West Borneo Vespa Lovers melanjutkan perjalanan pulang dengan penuh rasa syukur.
Mereka bermalam di Aruk sebelum kembali menuju Pontianak. Dalam pesan yang disampaikan kepada seluruh anggota komunitas, para peserta mengungkapkan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan.
"Terima kasih Tuhan atas penyertaan-Mu. Setelah mengikuti seluruh rangkaian Parade Scooter Borneo di Temajok, kami dapat beristirahat dengan baik dan pagi ini kembali melanjutkan perjalanan pulang dengan penuh sukacita. Dampingi kami hingga seluruh perjalanan selesai dengan selamat," demikian doa bersama yang dipanjatkan rombongan sebelum melanjutkan perjalanan.
Sementara itu, sejumlah scooterist dari Malaysia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada FRKP West Borneo Vespa Lovers atas sambutan hangat dan persaudaraan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Keikutsertaan FRKP West Borneo Vespa Lovers pada Parade Scooter Borneo XXI Tahun 2026 kembali menegaskan jati diri komunitas tersebut sebagai organisasi yang mengedepankan persaudaraan, bakti sosial, bakti kesehatan, kepedulian lingkungan, serta persahabatan lintas negara. Melalui semangat "Sekali Saudara, Tetap Saudara," West Borneo Vespa Lovers terus membuktikan bahwa Vespa bukan sekadar kendaraan klasik, melainkan sarana membangun solidaritas, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, dan menjadi jembatan persahabatan masyarakat Borneo tanpa mengenal batas wilayah maupun kebangsaan. (mul)