SANGGAU. SP - Suasana menjelang fajar di Masjid Mujahidin, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara jajaran Polres Sanggau dan masyarakat.
Melalui kegiatan Subuh Keliling, polisi tidak hanya hadir untuk menjalankan ibadah bersama, tetapi juga menyerap langsung berbagai aspirasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan dipimpin Kapolres Sanggau AKBP Kadek Ary Mahardika, S.I.K., M.H., didampingi KBO Satresnarkoba Polres Sanggau Ipda Novi Iswandi serta sejumlah personel Polres Sanggau. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah jamaah menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sanggau mengajak jamaah untuk bersama-sama menjaga suasana keamanan dan persatuan, khususnya di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Jangan mudah percaya terhadap berita hoaks maupun informasi yang mengandung ujaran kebencian. Kita harus bijak menerima dan menyampaikan informasi, karena berita yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman, memecah persatuan dan pada akhirnya mengganggu situasi kamtibmas,” ujar AKBP Kadek Ary.
Selain persoalan informasi, Kapolres juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas. Imbauan tersebut disampaikan seiring berlangsungnya rangkaian Operasi Patuh Kapuas 2026 yang mengedepankan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas demi terciptanya keselamatan di jalan raya.
“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mematuhi rambu dan aturan yang berlaku, menggunakan kelengkapan keselamatan serta tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” katanya.
Kapolres juga menegaskan perhatian Polres Sanggau terhadap persoalan kekerasan terhadap anak dan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama melalui edukasi, pengawasan dan kehadiran polisi di lingkungan pendidikan.
“Kami memberikan perhatian khusus terhadap kekerasan terhadap anak dan bullying. Polres Sanggau akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan sambang ke sekolah-sekolah sebagai langkah pencegahan, sekaligus membangun komunikasi dengan guru, siswa dan orang tua agar persoalan tersebut dapat ditangani sedini mungkin,” tutur AKBP Kadek Ary.
Dialog kemudian berlangsung dalam sesi tanya jawab. Sejumlah jamaah menyampaikan masukan yang dinilai penting untuk menjadi perhatian kepolisian, salah satunya terkait perlunya peningkatan patroli dan sambang ke sekolah guna mencegah kekerasan maupun tindakan perundungan terhadap anak.
Saparani Minasta mengapresiasi langkah Polres Sanggau yang selama ini telah melaksanakan kegiatan sambang ke sekolah. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara rutin sehingga keberadaan polisi semakin dirasakan oleh para siswa dan tenaga pendidik sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.
Selain lingkungan sekolah, jamaah juga menyoroti aktivitas anak muda yang kerap berkumpul hingga larut malam di sekitar kawasan Kodim. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan kamtibmas, sehingga masyarakat berharap kepolisian meningkatkan patroli di kawasan tersebut untuk mencegah terjadinya tindak kriminal maupun perbuatan yang mengganggu ketertiban umum.
Persoalan lain yang turut disampaikan adalah penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong yang dinilai menimbulkan kebisingan dan mengganggu kenyamanan masyarakat, khususnya ketika digunakan oleh kalangan remaja. Jamaah berharap kepolisian tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan imbauan agar kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh sejak dini.
Kapolres Sanggau menyambut baik seluruh masukan tersebut dan menegaskan bahwa aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan langkah kepolisian di lapangan.
“Kami berterima kasih atas masukan yang disampaikan. Polri tidak dapat bekerja sendiri. Keamanan dan ketertiban akan lebih mudah diwujudkan apabila masyarakat dan kepolisian saling berkomunikasi, saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan,” tegasnya.
Kegiatan Subuh Keliling tersebut merupakan bagian dari implementasi program Polisi Bersama Masyarakat yang bertujuan mendekatkan kepolisian dengan warga. Melalui kegiatan keagamaan dan dialog seperti ini, Polres Sanggau berupaya mempererat silaturahmi, menyampaikan pesan kamtibmas, menyerap aspirasi masyarakat serta membangun kepercayaan publik guna menciptakan situasi keamanan yang aman, tertib dan kondusif. _(Dit)