Ponticity post author Kiwi 31 Oktober 2026

Perkuat Hubungan Indonesia-Malaysia, UPGRI Pontianak Gelar PKM Internasional di Sarawak

Photo of Perkuat Hubungan Indonesia-Malaysia, UPGRI Pontianak Gelar PKM Internasional di Sarawak Dosen dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UPGRI Pontianak menggelar PKM Internasional di Sarawak, Malaysia, untuk memperkuat dialog pendidikan, komunikasi, dan pemahaman lintas budaya Indonesia-Malaysia.

PONTIANAK, SP – Memperkuat hubungan pendidikan dan budaya lintas negara menjadi salah satu langkah yang dilakukan Universitas PGRI Pontianak. Melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Kejuruan (FBSK), kampus ini menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Kuching, Sarawak, Malaysia, 28–31 Oktober 2026.

Mengusung tema Cross-Cultural Understanding: Seminar Interaktif Pengenalan Budaya Indonesia-Malaysia melalui Komunikasi Akademik, kegiatan ini mempertemukan pendidik dan pelajar dari dua wilayah serumpun untuk saling mengenal budaya, bertukar pengalaman, serta memperluas wawasan pendidikan.

Kalimantan Barat dan Sarawak memiliki kedekatan geografis, sejarah, dan akar budaya. Namun, ruang pertemuan bagi guru dan pelajar dari kedua wilayah untuk berdialog dan belajar bersama masih perlu diperluas. Melalui kegiatan tersebut, Universitas PGRI Pontianak berupaya menghadirkan ruang interaksi yang mendorong pemahaman lintas budaya.

Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa komunikasi bersama, sementara kekayaan budaya Indonesia dan Malaysia menjadi bahan diskusi untuk mengenali persamaan, memahami perbedaan, serta membangun sikap saling menghargai.

Dekan FBSK Universitas PGRI Pontianak, Dedi Irwan, mengatakan kegiatan internasional tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam memperluas manfaat ilmu pengetahuan kepada masyarakat.

Menurutnya, predikat akreditasi Unggul yang diraih Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, sebagai salah satu dari dua program studi sejenis di Kalimantan Barat yang memperoleh predikat tersebut, harus diikuti kontribusi nyata di luar lingkungan kampus.

“Predikat Unggul itu bukan untuk dibanggakan, tapi untuk dipertanggungjawabkan. Kampus jangan hanya sibuk mengurus dirinya sendiri. Ilmu yang kami punya harus sampai ke guru, pelajar, dan masyarakat, termasuk saudara serumpun kita di Sarawak,” ujar Dedi.

Ia menilai, posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Sarawak memberikan peluang sekaligus tanggung jawab bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran dalam membangun hubungan kedua wilayah.

“Lewat pendidikan bahasa dan budaya, hubungan dua bangsa bisa dirawat dengan cara yang damai dan bertahan lama. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa dosen kami sanggup berbagi ilmu di forum internasional, dan mahasiswa kami siap menjadi guru yang terbuka dan peka budaya,” katanya.

Kegiatan PKM Internasional tersebut dipimpin Ketua Tim Pengabdi, Desi Sri Astuti, didampingi Wakil Dekan I Eti Ramaniar dan Wakil Dekan II Dian Sinta Sari. Tim melibatkan sembilan dosen serta sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Berbagai agenda dilaksanakan, mulai dari seminar interaktif, diskusi kelompok, simulasi kasus budaya, hingga penyusunan materi ajar berbasis dialog Indonesia-Malaysia.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga terlibat memandu interaksi peserta dan merasakan langsung proses pembelajaran dalam forum internasional.

Pengalaman tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta pemahaman terhadap keberagaman budaya yang menjadi bekal penting bagi calon pendidik bahasa Inggris.

Wakil Dekan I FBSK, Eti Ramaniar, mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar dua arah. Selain berbagi pengetahuan, tim Universitas PGRI Pontianak juga memperoleh perspektif baru dari para pendidik dan pelajar di Sarawak.

“Kami datang bukan cuma untuk berbagi, tapi juga belajar. Berdialog dengan guru dan pelajar di Sarawak membuka cara pandang baru tentang mengajar bahasa Inggris yang lebih kontekstual, lebih dekat dengan kehidupan masyarakat di kawasan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan II FBSK, Dian Sinta Sari, berharap pertemuan tersebut dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret.

Menurutnya, keberlanjutan program menjadi penting agar manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan seminar, tetapi juga dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah maupun pengembangan akademik kedua wilayah.

“Jangan sampai ini jadi acara sekali jalan. Kami ingin ada tindak lanjut supaya manfaatnya terus dirasakan sekolah dan masyarakat di dua wilayah,” ujarnya.

Ketua Tim Pengabdi, Desi Sri Astuti, juga melihat antusiasme peserta sebagai indikasi bahwa ruang dialog lintas budaya dibutuhkan oleh pendidik dan pelajar dari Kalimantan Barat maupun Sarawak.

“Pesertanya aktif sekali berbagi pengalaman. Ternyata guru dan pelajar di Kalbar dan Sarawak punya banyak hal untuk saling dipelajari,” tuturnya.

Setelah pelaksanaan kegiatan, tim Universitas PGRI Pontianak merencanakan sejumlah tindak lanjut untuk menjaga keberlanjutan program. Di antaranya menyusun panduan pembelajaran lintas budaya bagi guru, menulis artikel ilmiah berdasarkan hasil kegiatan, serta menjajaki kerja sama lanjutan dengan mitra pendidikan di Sarawak.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas penerapan pembelajaran bahasa Inggris berbasis konteks budaya lokal sekaligus memperkuat literasi lintas budaya di kalangan pendidik dan pelajar.

Melalui kegiatan ini, Universitas PGRI Pontianak juga mendorong agar kedekatan geografis dan budaya antara Kalimantan Barat dan Sarawak dapat dikembangkan menjadi kerja sama pendidikan yang lebih luas.

Pertemuan akademik lintas negara tersebut menjadi ruang bagi dosen untuk berbagi keilmuan, mahasiswa mengembangkan pengalaman internasional, serta guru dan pelajar mengenali keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun hubungan masyarakat serumpun.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda