SINGKAWANG, SP - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, melakukan kunjungan kerja ke PLTU 3 yang berlokasi di Kabupaten Bengkayang, Kamis (29/10).
Kunjungan kerja orang nomor satu di Kalbar ini dilakukan guna mencari tahu secara langsung penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi dan dikeluhkan masyarakat Kalimantan Barat dalam beberapa minggu terakhir.
"Berdasarkan pengecekan di lapangan, memang mereka sedang melakukan perbaikan mesin (turun mesin), sehingga ada pemadaman listrik bergilir di Kalbar," kata Gubernur.
Ia menjelaskan, dari hasil pertemuan dan penjelasan yang diberikan oleh pihak PLN, perbaikan besar pada mesin pembangkit tersebut memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Berdasarkan penjelasan dari pihak PLN, target penyelesaian perbaikan mesin ini paling lama adalah pada 5 Desember 2026 mendatang.
"Tapi saya minta kepada PLN, kalau bisa perbaikan dilakukan lebih cepat dari target itu," ujarnya.
Gubernur berharap proses pemeliharaan dan perbaikan mesin pembangkit dapat dipercepat agar pasokan listrik di Kalbar kembali normal dan masyarakat tidak lagi merasakan dampak pemadaman bergilir.
Ia juga meminta kepada seluruh masyarakat di Kalbar untuk bersabar menghadapi kondisi ini.
"Untuk masyarakat Kalbar saya minta bersabar dan mudah-mudahan perbaikan yang PLN lakukan bisa cepat selesai dan tidak sampai pada 5 Desember 2026," harapnya.
Sementara itu, Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalbar, Muklis, membenarkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pemeliharaan menyeluruh pada mesin pembangkit di PLTU.
Terkait hal itu, ia mengimbau kepada masyarakat Kalbar untuk bersabar dan bijak dalam menggunakan listrik, khususnya pada saat beban puncak.
"Kami mengimbau untuk bijak menggunakan listrik khususnya di beban puncak pada pukul 17.00 hingga pukul 00.00 WIB," katanya.
Ia menambahkan, jika memang ada listrik atau peralatan elektronik yang tidak digunakan, harap segera dipadamkan. Hal ini dilakukan agar manajemen beban listrik bisa berjalan dengan baik dan pemadaman tidak meluas ke wilayah lain.
Selama masa pemeliharaan mesin ini masih berlangsung, durasi pemadaman bergilir berlangsung selama 2 jam di setiap wilayah terdampak, dengan catatan tergantung pada kondisi cuaca maupun beban pemakaian.
"Alhamdulilah, dalam dua-tiga hari ini beban cukup stabil sehingga ada sedikit pengurangan pemadaman, bahkan di Rabu malam kemarin dikatakan tidak ada pemadaman," ujarnya.
PLN UID Kalbar memastikan akan terus menginformasikan jadwal pemadaman secara berkala kepada masyarakat melalui kanal resmi. (rud)