Ponticity post author Kiwi 30 Oktober 2026

Inagurasi FIPPS 2026, Rektor UPGRI Pontianak Tekankan Karakter dan Integritas Mahasiswa

Photo of Inagurasi FIPPS 2026, Rektor UPGRI Pontianak Tekankan Karakter dan Integritas Mahasiswa Rektor Universitas PGRI Pontianak Muhamad Firdaus mengingatkan mahasiswa baru FIPPS pentingnya karakter, integritas, disiplin, dan kerja keras dalam Inagurasi 2026 yang melibatkan enam program studi.

PONTIANAK, SP – Rektor Universitas PGRI Pontianak, Muhamad Firdaus, mengajak mahasiswa baru Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS) membangun karakter, menjaga integritas, serta menanamkan semangat kerja keras sejak memulai perjalanan akademik di perguruan tinggi.

Menurut Firdaus, keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga sikap, kedisiplinan, rasa ingin tahu, dan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan dunia kerja dan mengambil peran dalam pembangunan.

Pesan itu disampaikan Firdaus saat menghadiri Inagurasi Mahasiswa Baru FIPPS Universitas PGRI Pontianak Tahun 2026 bertema Satu Asa, Sejuta Cerita, Ciptakan Karya Bersama Fakultas IPPS di Sport Hall Universitas PGRI Pontianak, Jumat (30/10/2026).

Firdaus mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada FIPPS yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia berharap inagurasi menjadi pengalaman positif sekaligus awal yang menyenangkan bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan kampus.

Ia menekankan pentingnya membangun suasana hati yang baik ketika memulai suatu kegiatan, termasuk proses belajar. Menurutnya, rasa senang dapat menjadi motivasi yang membantu seseorang menerima dan memahami sesuatu dengan lebih mudah.

“Kita mengikuti suatu hal harus happy dulu. Kalau sesuatu tidak dimulai dengan senang, hasilnya tidak akan baik. Kalau ada satu mata kuliah yang kita senangi, termasuk dosennya, maka apa yang disampaikan akan lebih mudah diterima. Begitu juga dengan belajar, mulailah sesuatu dengan rasa happy dan senang,” ujarnya.

Firdaus kemudian mengingatkan mahasiswa baru agar memahami visi Universitas PGRI Pontianak, yakni menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing tinggi dalam menghasilkan lulusan berkarakter, inovatif, dan berwawasan global pada 2045.

Menurutnya, predikat unggul harus diwujudkan melalui hasil dan kontribusi nyata. Mahasiswa tidak cukup hanya mengejar kelulusan, tetapi juga harus mempersiapkan diri agar mampu memberikan manfaat dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Ia menjelaskan, salah satu aspek penting dalam mewujudkan visi tersebut adalah pendidikan karakter. Mahasiswa diharapkan terus memperbaiki diri, membangun kejujuran, menjunjung nilai religius, serta memiliki sikap toleransi terhadap keberagaman.

“Lulusan yang berkarakter itu bagaimana dari yang belum baik menjadi baik. Kita bicara religius, kita semua beragama dan undang-undang menghargai itu. Bicara jujur, kalau kejujuran hilang, semuanya bisa runtuh. Itu yang harus kita pegang,” tegasnya.

Firdaus juga menyoroti pentingnya toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat. Menurutnya, perbedaan latar belakang suku dan budaya bukan menjadi alasan untuk membatasi pergaulan, melainkan kesempatan untuk saling mengenal, menghargai, dan menghormati.

Selain itu, disiplin menjadi nilai yang tidak boleh diabaikan. Ia menilai keberhasilan membutuhkan konsistensi dalam menjalankan tanggung jawab, baik sebagai mahasiswa maupun ketika nantinya memasuki dunia kerja.

“Disiplin itu harus kita pegang. Saya dan kita semua harus disiplin kalau ingin berhasil. Rasa ingin tahu juga harus terus ditingkatkan dan diperkuat,” katanya.

Di hadapan mahasiswa baru, Firdaus berharap lulusan Universitas PGRI Pontianak kelak mampu mengambil peran dalam pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton. Untuk itu, mahasiswa harus membangun kompetensi dan memperkuat berbagai nilai yang menjadi bekal menghadapi masa depan.

Ia menyebut kerja keras sebagai salah satu kunci penting, termasuk bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Selain itu, integritas harus dijaga oleh seluruh unsur kampus, mulai dari dosen, pegawai, hingga mahasiswa.

Menurutnya, hilangnya integritas dapat menjadi ancaman bagi individu maupun lembaga. Karena itu, kejujuran dan tanggung jawab harus menjadi prinsip yang diterapkan dalam setiap aktivitas akademik.

Firdaus juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kolaborasi. Mahasiswa tidak seharusnya hanya bergaul dengan teman satu program studi, tetapi perlu membangun jejaring dan bekerja sama dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.

“Ke depan kalian harus jadi orang hebat. Kita jangan hanya menjadi penonton. Lulusan Universitas PGRI Pontianak harus bisa mengisi pembangunan. Kerja keras, integritas, dan kolaboratif harus terus dibangun. Mahasiswa harus bisa berteman dengan yang lain, tidak hanya dengan teman satu prodi,” pesannya.

Ia mengaku bangga dengan semangat mahasiswa baru dan berharap kegiatan inagurasi menjadi momentum untuk membangun optimisme dalam menempuh pendidikan.

“Jadikan kegiatan ini untuk meraih masa depan. Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Itu tergantung kerja keras kita semuanya,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar mahasiswa FIPPS mempersiapkan diri menjadi pendidik yang tidak hanya dikenal karena kemampuan mengajar, tetapi juga karena karakter dan keteladanan. Bahkan ketika kelak memperoleh jabatan maupun kemakmuran, mereka diharapkan tetap rendah hati dan memiliki hati nurani.

Inagurasi FIPPS 2026 tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga dirancang sebagai ruang pembelajaran kolaboratif untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan akademik, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap fakultas dan universitas.

Mengusung tema Satu Asa, Sejuta Cerita, Ciptakan Karya Bersama Fakultas IPPS, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, solidaritas, kreativitas, dan pembentukan karakter generasi muda di lingkungan akademik. INAGURASI merupakan akronim dari Inisiatif, Adaptasi, dan Guyub untuk Aktualisasi Solidaritas.

Kegiatan tahun ini melibatkan mahasiswa dari enam program studi di lingkungan FIPPS, yakni Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bimbingan dan Konseling (BK), Pendidikan Geografi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD).

Keterlibatan keenam program studi tersebut mencerminkan keberagaman disiplin keilmuan yang disatukan melalui semangat membangun generasi pendidik, akademisi, dan calon pemimpin masa depan yang berkarakter, inovatif, serta berwawasan global.

Untuk memberikan pengalaman bermakna kepada peserta, panitia menyiapkan sejumlah agenda edukatif, inspiratif, dan rekreatif.

Rangkaian kegiatan meliputi workshop untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kompetensi mahasiswa, seminar motivasi guna membangun kepercayaan diri dan semangat berprestasi; serta kuliah umum untuk memperluas wawasan akademik dan memperkuat identitas mahasiswa.

Selain itu, terdapat kegiatan outbound yang diarahkan untuk membangun kerja sama tim, kepemimpinan, komunikasi, kekompakan, dan solidaritas antarmahasiswa lintas program studi. Pentas seni mahasiswa juga menjadi ruang ekspresi sekaligus apresiasi terhadap keberagaman bakat dan kreativitas peserta.

Dekan FIPPS Universitas PGRI Pontianak, Eka Jaya Putra Utama, mengatakan kegiatan inagurasi diharapkan dapat memperkuat identitas mahasiswa sebagai bagian dari keluarga besar fakultas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan bekerja sama dalam keberagaman disiplin ilmu.

Menurutnya, perbedaan program studi dan cita-cita tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan. Seluruh mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga nama baik fakultas dan almamater.

“Kita boleh berasal dari program studi yang berbeda, tetapi kita adalah satu keluarga besar FIPPS. Kita boleh memiliki cita-cita yang berbeda, tetapi kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga nama baik fakultas dan almamater,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Eka berharap lahir persahabatan lintas program studi, pengalaman inspiratif, serta karya-karya mahasiswa yang dapat memberikan kontribusi positif bagi fakultas, universitas, dan masyarakat.

Inagurasi FIPPS 2026 sekaligus menjadi simbol bahwa keberagaman latar belakang dan bidang keilmuan bukanlah penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda