PONTIANAK, SP – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Pontianak yang menggelar Cerdas Cermat Kebangsaan untuk memperingati HUT ke-67 Pemuda Pancasila dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, 2026.
Menurut Edi, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara kreatif untuk memperkuat wawasan kebangsaan generasi muda. Ia berharap organisasi kemasyarakatan lainnya juga menghadirkan kegiatan edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih. Kegiatan HUT Pemuda Pancasila ke-67 yang diinisiasi MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak sangat inovatif dan kreatif, terutama dengan menggelar lomba cerdas cermat,” ujar Edi pada malam puncak peringatan, Kamis (29/10/2026).
Selain cerdas cermat, rangkaian peringatan tersebut diisi dengan dialog kepemudaan, kunjungan dan penyerahan bantuan ke panti asuhan, serta donor darah.
Edi secara khusus menyoroti kegiatan donor darah karena kebutuhan darah di Pontianak masih belum sebanding dengan ketersediaan. Menurut dia, kebutuhan darah mencapai 120–140 kantong per hari, sedangkan rata-rata pasokan hanya 70–90 kantong.
“Kalau ada kekurangan darah, tidak semua jenis darah sama. Karena itu, kita cari pendonor tetap yang berkontribusi untuk kemanusiaan,” katanya.
Ia mengajak berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan, mendorong masyarakat menjadi pendonor rutin untuk membantu memenuhi kebutuhan darah.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Pontianak Muhamad Firdaus mengatakan, pembenahan internal menjadi prioritas sejak dirinya mendapat amanah memimpin organisasi.
Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi Pemuda Pancasila terhadap pembangunan daerah.
Firdaus menegaskan, pihaknya ingin menjadikan Pemuda Pancasila sebagai organisasi kemasyarakatan yang humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat.
“Kami pertama-tama membenahi diri. Bagaimana mengubah pola pikir masyarakat bahwa keberadaan Pemuda Pancasila dapat memberikan kontribusi positif untuk pembangunan kota dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut keberagaman latar belakang kader menjadi tantangan sekaligus potensi bagi organisasi. Karena itu, pembekalan melalui kegiatan kebangsaan dan sosial diperlukan agar kader memiliki pemahaman yang sama mengenai tanggung jawab organisasi serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Firdaus, kegiatan cerdas cermat kebangsaan, dialog kepemudaan, kunjungan ke panti asuhan, dan donor darah merupakan bagian dari upaya tersebut.
“Kami berikhtiar dan bekerja keras untuk mewujudkan Pemuda Pancasila Kota Pontianak agar betul-betul dapat menjadi fondasi pembangunan masyarakat di Kota Pontianak,” tegasnya. (din)