PONTIANAK, SP - Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, dan sekitarnya mengikuti edukasi keselamatan berkendara hingga akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha yang dikemas dalam kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya di Astra Motor, Jalan Ayani II Kabupaten Kubu Raya, Selasa (27/10).
Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalbar, Febry Andrian, mengatakan, pengendara perlu menjadikan prinsip cari aman sebagai kebiasaan setiap kali berkendara. Menurut dia, potensi kecelakaan dapat muncul kapan saja, termasuk ketika pengendara merasa sudah mengenal kondisi jalan yang dilalui.
Kata Febry, bagi pelaku UMKM yang menggunakan sepeda motor untuk mengangkut barang dagangan, pengaturan muatan juga menjadi perhatian. Barang bawaan tidak boleh mengganggu pandangan, keseimbangan, maupun kemampuan pengendara mengendalikan kendaraan.
"Karena itu, muatan perlu diatur agar tidak melebihi tinggi badan pengendara maupun melebar melampaui batas lebar setang sepeda motor," jelasnya.
Corcom Astra Motor Kalbar, Florencita Yessica, menambahkan, keselamatan berkendara penting bagi pelaku UMKM yang memiliki mobilitas tinggi. Penggunaan sepeda motor untuk menunjang usaha harus disertai kesadaran menjaga keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya.
"Tentunya kami berharap kampanye keselamatan berkendara semakin luas menjangkau masyarakat dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari," ucapnya.
Peserta kegiatan, Lisa Halim, mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti edukasi tersebut. Dia mengatakan, materi safety riding yang diikutinya untuk pertama kali itu memberikan pemahaman mengenai cara mengenali bahaya, mencegah kecelakaan, dan mengurangi risiko saat berkendara.
“Materi safety riding ini baru pertama kali saya ikuti. Ternyata sangat penting untuk dipelajari. Informasi ini menambah wawasan kami tentang pentingnya keselamatan berkendara, termasuk bagaimana mengenali bahaya, mencegah, dan mengurangi risiko kecelakaan,” ujar Lisa, seraya
mengatakan pengetahuan yang diperolehnya akan diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari dan dibagikan kepada pelaku UMKM lainnya.
Ketua panitia penyelenggara, Berlian Pasore, mengatakan, keselamatan berkendara perlu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan usaha. Pelaku UMKM tidak boleh mengabaikan keselamatan diri dan pengguna jalan lainnya demi mengejar waktu maupun keuntungan.
“Jangan sampai demi mengejar waktu dan keuntungan, kita mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegas Berlian.
Dia berharap kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, tetapi juga mendorong pelaku UMKM meningkatkan kemampuan mengelola usaha.
Selain keselamatan berkendara, peserta memperoleh materi mengenai pembiayaan usaha, sertifikasi halal, pengelolaan Rupiah, dan digitalisasi usaha.
Barlian menilai, pemanfaatan teknologi komunikasi, pemasaran digital, dan sertifikasi halal perlu diperhatikan agar produk semakin dipercaya dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
"Melalui kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya, kami berharap para pelaku usaha tidak hanya semakin sadar, peduli dan disiplin akan pentingnya keselamatan berkendara, tetapi juga mampu memanfaatkan akses pembiayaan, sertifikasi halal, edukasi keuangan, dan layanan digital untuk mendukung keberlanjutan usaha," pungkasnya. (mul)