SINGKAWANG, SP - Pelaksana kegiatan Houl ke-7 Fahmi Ummi melalui pihak Event Organizer (EO), Tri Agus Tian, masih mempertanyakan penyelesaian sisa pembayaran kegiatan yang menghadirkan penceramah Ustadz Abdul Somad beberapa waktu lalu.
Tri Agus Tian selaku pihak EO menyampaikan bahwa hingga saat ini persoalan sisa pembayaran kegiatan tersebut belum menemukan titik terang.
Ia mengaku telah menempuh berbagai upaya untuk menyelesaikan persoalan itu, mulai dari mediasi hingga melayangkan somasi.
Namun, menurut Tri Agus Tian, berbagai upaya yang telah dilakukan belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.
“Berbagai upaya sudah kami lakukan, mulai dari mediasi, somasi, dan langkah lainnya. Namun, sampai sekarang belum ada titik terang terkait penyelesaian sisa pembayaran tersebut yang mencapai Rp69.980.000,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihak EO telah menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Singkawang. Langkah itu ditempuh sebagai upaya untuk memperoleh kepastian hukum dan memperjuangkan hak pihak EO atas pekerjaan yang telah dilaksanakan.
Tri Agus Tian berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan secara adil.
Ia juga menegaskan bahwa masih terdapat sejumlah kewajiban pembayaran kepada vendor yg bekerja sama dengan EO, termasuk upah yang menurutnya belum diselesaikan.
Menurutnya, penyelesaian sisa pembayaran tersebut sangat penting bagi pihak EO, mengingat kegiatan telah dilaksanakan dan terdapat hak-hak pekerja yang perlu dituntaskan.
"Kami berharap penyelesaian melalui jalur hukum nantinya dapat memberikan kepastian serta menghadirkan keadilan bagi semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Houl ke-7 Fahmi Ummi," ungkapnya.
Di tempat terpisah, Ketua PD Fahmi Ummi Singkawang, Hj. Huzaifah Musyaffa menegaskan telah memberikan dua opsi untuk pencairan sisa pembayaran tersebut.
Pertama, pihaknya meminta laporan pengeluaran keuangan dari EO secara rill.
Kedua, pihaknya meminta EO untuk segera mengklarifikasi semua konten yang diduga telah mencemarkan nama pengurus PD Fahmi Ummi di media sosial.
"Hanya saja, kedua opsi yang ditawarkan tersebut sampai saat ini masih belum dilaksanakan EO," sesalnya. (rud)