SINGKAWANG, SP - Penambalan jalan berlubang di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Condong, Kecamatan Singkawang Tengah yang dilakukan UPJJ Wilayah I, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat mendadak viral dan menuai sorotan tajam warganet.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang pekerja dengan alat pemadat aspal berkapasitas kecil atau baby roller sedang melakukan penambalan di ruas jalan provinsi tersebut.
Alat yang dinilai kecil itu membuat sejumlah netizen berkomentar miring dan menyebut pekerjaan terkesan asal-asalan.
Padahal, kegiatan pemeliharaan tersebut dilakukan dengan cara pemadatan menggunakan babby roller adalah bersifat sementara guna tindakan pencegahan warga terjadinya kecelakaan karena lobang di jalanan, sambil menunggu mobilisasi alat ke lokasi Singkawanag.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnaen akhirnya angkat bicara. Ia meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menghakimi dan melihat persoalan secara utuh.
"Tapi itu baru merupakan tindakan untuk menutupi lubang-lubang terlebih dahulu, agar tidak terjadi kecelakaan dalam berkendara. Selain itu, karena lobangnya tidak merata dan dilokasi yang cukup padat diperlukan alat konpensional dulu sambil menunggu alat yang sedang di mobilisasi ke Singkawang. Kedepannya kita akan jadwalkan finishing pekerjaan tersebut di jam kepadatan kendaraan lalu lintas berkurang," kata Iskandar, Minggu (1/11).
Menurutnya, apa yang terlihat di media sosial itu adalah tahap awal atau penanganan darurat. Pihaknya sengaja menggunakan alat kecil agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di Jalan Jenderal Sudirman yang dikenal sebagai salah satu ruas tersibuk di Kota Singkawang.
Ia menjelaskan, Jalan Jenderal Sudirman memiliki volume kendaraan yang sangat padat setiap harinya. Jika langsung menggunakan alat berat seperti tandem roller besar atau finisher, maka arus lalu lintas harus ditutup total, dan itu akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat.
"Jadi sementara ditangani dengan alat kecil dulu, nanti setelah arus lalu lintas berkurang mereka akan melakukan pekerjaan lanjutan untuk penghalusan," ungkapnya.
Ia pun mengapresiasi kepedulian netizen yang turut mengawasi proyek pemerintah. Menurutnya, kritik masyarakat adalah bentuk partisipasi yang baik dalam pembangunan.
"Meski demikian, ia menghargai pendapat daripada netizen yang turut mengawasi proyek pemerintahan," ujarnya.
Namun, ia mengimbau agar masyarakat tidak langsung memberikan komentar negatif di media sosial sebelum mengetahui kondisi teknis di lapangan.
Alangkah baiknya, masyarakat melakukan komfirmasi terlebih dahulu kepada Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJE) Wilayah I yang berkantor di Kota Singkawang agar mendapat penjelasan yang benar.
"Karena mereka (UPJJE) diamanahkan agar jangan sampai ada lubang yang kiranya dapat mengganggu pengguna jalan," jelasnya.
Pihaknya berjanji akan memberikan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk kepentingan masyarakat,terutama terhadap fungsi layanan infrastruktur jalan dan jembatan," pungkasnya. (rud)