Sanggau post author Kiwi 20 Juli 2026

BPBD Sanggau Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Melalui Penguatan Destana

Photo of BPBD Sanggau Tingkatkan Kewaspadaan Bencana Melalui Penguatan Destana

SANGGAU. SP - Kabupaten Sanggau memiliki sejumlah potensi bencana alam yang perlu diantisipasi secara serius. Meliputi banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan saat musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau terus meningkatkan kewaspadaan serta upaya mitigasi bencana guna mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

BPBD Kabupaten Sanggau mencatat, wilayah yang berada di sekitar aliran sungai menjadi daerah yang rawan banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Sementara itu, daerah perbukitan juga memiliki potensi tanah longsor, sedangkan kekeringan kerap terjadi di sejumlah wilayah saat musim kemarau panjang.


Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sanggau Andy Darmawan,S.T. Kasi Pencegahan Kristian Hendro,S.K.M menyampaikan, sebagai langkah antisipasi kewaspadaan bencana, BPBD Sanggau melakukan pemetaan wilayah rawan bencana, pemantauan kondisi cuaca, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait.

"Sosialisasi dan edukasi kebencanaan juga terus kita lakukan agar masyarakat memiliki pemahaman dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Salah satu upaya strategis yang dilakukan BPBD Sanggau adalah penguatan peran Desa Tangguh Bencana (DESTANA)," Ujar Hendro.

Program Destana, lanjut Hendro. Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat desa agar mampu mengenali ancaman bencana, melakukan upaya pencegahan, serta siap menghadapi dan menangani bencana secara mandiri di tingkat desa.

"Saat ini BPBD Sanggau memetakan sebanyak puluhan desa dan kelurahan di Kabupaten Sanggau yang rawan banjir dan rawan bencana setiap musim penghujan,"ungkapnya.

Puluhan wilayah tersebut telah membentuk Desa atau Kelurahan Tangguh Bencana sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Melalui Destana, menurutnya. Masyarakat dibekali pelatihan kebencanaan, simulasi evakuasi, hingga pembentukan relawan desa.

"Selain itu, desa juga didorong untuk memiliki sistem peringatan dini dan rencana penanggulangan bencana yang disesuaikan dengan kondisi wilayah masing-masing," kata Hendro.

Hendro mengungkapkan bahwa bencana di Sanggau telah kami petakan dan ada beberapa potensi bencana dalam dokumen. Meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gempa.

"Tiga potensi bencana yang menjadi prioritas yaitu banjir, tanah longsor, angin kencang dan karhutla," pungkasnya. (Dit)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda