Opini post author Kiwi 20 Juli 2026

Hidup Manfaat Tebar Maslahat

Photo of Hidup Manfaat Tebar Maslahat

Oleh Sholihin HZ / Kepala MAN I Pontianak / Sekretaris IPIM Kalbar

TERMASUK manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Demikian diantara makna hadits Rasulullah SAW tentang manusia yang paling baik.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Versi Online disebutkan bermanfaat berarti ada manfaatnya; berguna; berfaedah.

Hidup bermanfaat mengandung arti hidupnya berguna, berfaedah dan memberikan manfaat.

Ada satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar terhindar dari orang yang memiliki ilmu tetapi ternyata ilmunya tidak membawa kemanfaatan baik bagi dirinya maupun orang lain.

Tidak membawa kemanfaatan bagi dirinya berarti ilmu yang ada tidak mampu menjaganya dari keburukan, ilmunya tidak menjadikannya sebagai tameng dari kejahatan dan tidak menjadi pagar yang membatasi dirinya.

Seorang yang tahu karena memiliki ilmu namun kemudian tidak diindahkannya maka sesungguhnya keadaannya tidak lebih baik dari orang yang tidak berilmu.

Demikian juga seorang yang berilmu namun tidak memberikan kemanfaatan bagi orang lain sesungguhnya keadaannya tidak memberikan efek dan faidah dan dampaknya adalah ia tidak menjadi pendorong, penasihat bahkan pengingat orang lain pada kebaikan.

Ilmunya hanya untuk dirinya. Disinilah kewajiban bagi orang yang belajar dan sudah belajar adalah mengamalkan ilmunya sebagai pencerah dan penerang bagi orang lain.

Muhammad Farid Wajdi (2017: 170-173) dalam bukunya ‘Kun Ibadurrahman’ menyebutkan keutamaan orang-orang yang memberi manfaat (tentu dalam rangka kebaikan yang sesuai dengan ajaran Islam).

Pertama, orang yang memberi manfaat termsuk makhluk yang Allah SWT cintai. Hadits Riwayat Thabrani menyebutkan: … fa ahabbuhum ilallaahi anfa’uhum li’iyaalihi (maka yang paling dicintai Allah SWT adalah diantara mereka yang paling bermanfaat bagi keluarganya).

Kedua, diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”.
Ketiga, dari Ibnu Umar ra disebutkan sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya Allah SWT memiliki sejumlah makhluk yang diciptakan untuk memneuhi kebutuhan manusia, dimana banyak manusia yang meminta bantuannya (untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya) mereka adalah orang-orang yang selamat dari azab Allah”.

Keempat, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.ha bahwa Rasulullah saw bersabda: “barang siapa yang menghubungkan saudara kepada orang yang bisa memberinya satu manfaat, maka Allah akan menolongnya untuk menyeberangi shirath pada kiamat pada saat kaki-kaki tergelincir”. (HR Tabrani, Ibnu Hibban).

Terakhir, dalam kitab Makarim al Akhlaq disebutkan hadits Rasulullah saw: “sebaik-baik sedekah adalah sedekah lisan. Sahabat bertanya: Ya Rasulallah, wamaa sodaqotul lisan?

Beliau menjawab: yaitu syafaat (pertolongan) yang dengannya kamu dapat melepaskan tawanan atau dapat menyuntikkan (darah) pertolongan atau dapat mendatangkan kebaikan untuk saudaramu atau dapat menjauhkannya dari sesuatu yang tidak disukainya”.

Demikian orang-orang gemar menebar manfaat akan mendatangkan kebaikan yang sesungguhnya kebaikan yang dilakukan akan kembali kepada si pelaku kebaikan itu sendiri. Manfaat yang bagaimana yang dikehendaki?

Manfaat yang tetap dalam koridor ajaran agama, bukan manfaat yang justru salng mendukugn dalam keburukan dan dosa. Allah SWT mengingatkan kita untuk tidak tolong menolong dalam itsmi wa; ‘udwan (dosa dan permusuhan).

Kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain sesungguhnya mengajarkan bahwa hidup kita harus soleh tidak hanya personal tapi juga bermanfaat sosial.

Inilah maknanya sering ditemukan rangkaian kata aqiimus solaah selalu berangkai dan bergandeng dengan kata aatuz zakaah artinya mendirikan solat adalah kebaikan individu, investasi personal dan ia harus selalu bergandeng dengan amal sosial dalam bentuk peduli pada orang lain (zakat, infaq dan sedekah). Semoga Manfaat. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda