SINGKAWANG, SP - Di tengah ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Singkawang menyiapkan dua sumur bor di wilayah Kecamatan Singkawang Utara yang diharapkan menjadi sumber air bersih bagi masyarakat sekaligus mendukung kesiapsiagaan dalam penanganan Karhutla.
Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan bersama Kabagops AKP Budi Ristanto, Kapolsek Singkawang Utara AKP Sobitun, Kasi Humas IPTU Hidayatno dan Kasi Propam AKP Nasehudin, turun langsung melakukan peninjauan dan pengecekan terhadap pembangunan serta pemanfaatan dua sumur bor tersebut.
Kehadiran jajaran Polres Singkawang di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan sarana yang telah dibangun benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Dua sumur bor tersebut berada di Kelurahan Sungai Rasau, Kecamatan Singkawang Utara. Sumur pertama dibangun di Jalan Senen dengan kedalaman sekitar 22 meter, sedangkan sumur kedua berada di Jalan Sungai Bulan dengan kedalaman sekitar 21 meter," kata Kapolres, Jumat (4/9).
Kedua fasilitas tersebut disiapkan sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjadi salah satu alternatif sumber air dalam mendukung kegiatan pemadaman apabila terjadi Karhutla di wilayah sekitar.
Bagi masyarakat, keberadaan sumur bor bukan sekadar fasilitas fisik. Di tengah kondisi cuaca kering, ketersediaan air merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
"Karena itu, pemanfaatan sumur bor untuk kebutuhan air bersih masyarakat menjadi bentuk nyata kepedulian Polres Singkawang dalam menghadirkan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan," ujarnya.
Sementara dalam penanganan Karhutla, ketersediaan sumber air menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan.
Sumur bor yang berada di lokasi strategis dapat menjadi sumber air alternatif bagi personel gabungan ketika menghadapi kebakaran lahan, khususnya apabila sumber air seperti sungai atau parit sulit dijangkau maupun mengalami penyusutan akibat musim kemarau.
"Langkah tersebut sekaligus memperkuat prinsip bahwa penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus dipersiapkan sejak dini," ungkapnya.
Kapolres menegaskan pentingnya menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala terhadap pompa, pipa, instalasi listrik serta sarana pendukung lainnya perlu dilakukan untuk memastikan sumur bor selalu dalam kondisi siap digunakan. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga fasilitas tersebut.
"Dua sumur bor yang dibuat ini diharapkan tidak hanya menjadi sumber air bersih saja, tapi juga menjadi bagian dari ikhtiar bersama mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh menghadapi kekeringan dan Karhutla di Kota Singkawang," harapnya. (rud)