Singkawang post author Kiwi 28 September 2026

Ratusan Guru di Singkawang Ikuti Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Program Sagusaku

Photo of Ratusan Guru di Singkawang Ikuti Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Program Sagusaku Giat peningkatan kompetensi guru melalui program Sagusaku (Satu Guru Satu Buku) di Kantor Wali Kota Singkawang, Senin (28/9)

SINGKAWANG, SP - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang bersama Ikatan Guru Indonesia (IGI) menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui program unggulan bertajuk Sagusaku (Satu Guru Satu Buku).

Kegiatan tersebut dipusatkan di Basement Kantor Wali Kota Singkawang dan dihadiri sebanyak 140 guru se Kota Singkawang, Senin (28/9).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Sagusaku bukan sekadar program seremonial, melainkan investasi jangka panjang untuk kemajuan pendidikan di Singkawang.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja IGI Singkawang dan Korwil Provinsi dalam rangka meningkatkan kompetensi guru agar guru bisa menulis dengan target satu guru satu buku (Sagusaku)," kata Asmadi.

Ia menjelaskan, ada korelasi kuat antara kebiasaan menulis seorang guru dengan minat baca siswanya. Guru adalah role model utama di kelas. Jika guru malas menulis dan tidak menghasilkan karya, sulit mengharapkan muridnya akan cinta membaca.

"Dalam artian, tidak akan mungkin seorang anak gemar membaca, jika gurunya tidak rajin menulis. Sebaliknya, jika guru senang atau suka menulis otomatis anak didiknya juga akan suka membaca. Sehingga, literasi dan numerasi kita akan meningkat," ujarnya.

Menurut Asmadi, tantangan dunia pendidikan saat ini bukan hanya soal kemampuan mengajar, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan berkreasi. Dengan menulis buku, guru akan terasah kemampuan berpikir kritis, sistematis, dan inovatif yang pada akhirnya akan menular kepada peserta didik.

Sementara itu, Wakil Ketua IGI Kalimantan Barat, Arnold Jacobus, yang turut hadir sebagai pemateri utama, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta.

Menurutnya, kehadiran 140 guru ini menjadi bukti bahwa semangat literasi di Singkawang sangat tinggi.

"Para peserta yang hadir diharapkan bisa mencetak 1 buku yang ber-ISBN sehingga buku tersebut bisa berdampak positif bagi orang lain khususnya peserta didik," katanya.

Ia menekankan, target akhir dari program ini adalah setiap guru mampu menerbitkan minimal satu buku yang memiliki ISBN (International Standard Book Number) sehingga buku tersebut legal, tercatat secara nasional, dan bisa menjadi sumber belajar yang kredibel.

"Buku yang ber-ISBN itu bukan hanya untuk kebanggaan pribadi, tapi warisan. Ilmu yang ditulis akan terus hidup dan memberi manfaat bagi orang lain, terutama bagi peserta didik kita. Itulah esensi guru yang sesungguhnya, menginspirasi melalui karya," pungkasnya.

Dengan adanya program Sagusaku ini, diharapkan Kota Singkawang akan memiliki bank buku karya guru lokal yang kaya akan kearifan lokal dan inovasi pembelajaran, sehingga mampu mendorong peningkatan rapor literasi dan numerasi di tingkat provinsi maupun nasional. (rud)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda