Bengkayang post authorKiwi 14 Januari 2026

Pemkab Bengkayang Perkuat Numerasi Peserta Didik di Perbatasan

Photo of Pemkab Bengkayang Perkuat Numerasi Peserta Didik di Perbatasan

Bengkayang,SP– Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Gerakan Numerasi Nasional Perbatasan atau Gembira Bergerak Numerasi Nasional Perbatasan (Gebrak Numersan) sebagai upaya strategis memperkuat kemampuan numerasi peserta didik di wilayah perbatasan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang Heru Pujiono mengatakan, numerasi merupakan kecakapan hidup dasar yang sangat penting untuk mendukung kemampuan berpikir logis, kritis, dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penguatan numerasi perlu dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, khususnya di daerah perbatasan.

“Gebrak Numersan menjadi langkah konkret untuk mengurangi kesenjangan mutu pendidikan di wilayah perbatasan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan,” kata Heru di Bengkayang, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, melalui penguatan mindset, keterampilan guru, serta pemanfaatan alat dan media bernumerasi yang kontekstual, sekolah diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, relevan dengan lingkungan sekitar, dan berdaya saing. Numerasi tidak hanya dipahami sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Pencanangan Gerakan Numerasi Nasional yang dilaksanakan pada 19 Agustus 2025 di SD Negeri Meruya Selatan 04 Pagi, Jakarta, dengan slogan “Mahir Numerasi, Majukan Negeri”. Gerakan tersebut menekankan numerasi sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap individu untuk membangun budaya berpikir kritis dan analitis sejak dini.

Heru menambahkan, selama ini matematika kerap dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan bagi sebagian peserta didik. Melalui Gerakan Numerasi Nasional Perbatasan, diharapkan pembelajaran matematika dapat dikemas secara lebih menyenangkan sehingga anak-anak terbiasa berpikir logis dan analitis tanpa rasa takut.

Selain itu, berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Taman Numerasi telah diresmikan secara simbolis di Unit Pelaksana Teknis (UPT) GTKPG pada 16 provinsi, 156 sekolah, dan 13 desa di sejumlah wilayah Indonesia pada tahap awal, dan diharapkan terus bertambah ke depan.

Di Kabupaten Bengkayang, Gerakan Numerasi Nasional Perbatasan telah diluncurkan secara resmi oleh Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis bersama Direktur Guru Ditjen GTKPG Rachmadi Widdiharto pada 10 Desember 2025 di Aula Rangkaya Kantor Bupati Bengkayang. Peluncuran tersebut menjadi tonggak awal penguatan numerasi di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang telah menyampaikan kepada seluruh satuan pendidikan untuk mengembangkan Taman Numerasi sesuai dengan kondisi dan kearifan lokal masing-masing sekolah. Selain itu, pada 14 Januari 2026 dilaksanakan kegiatan pengimbasan Matematika Gembira oleh 10 guru fasilitator daerah.

“Pemerintah daerah berkomitmen tidak hanya mewujudkan pembelajaran matematika yang menggembirakan, tetapi juga meningkatkan kemampuan numerasi peserta didik secara nyata,” ujar Heru.

Ia menambahkan, selain merujuk pada indikator Programme for International Student Assessment (PISA), Gerakan Numerasi Nasional Perbatasan juga menjadi bagian dari komitmen Bupati Bengkayang yang telah mencanangkan program “Bengkayang SIAP TKA Tahun 2026”.

Komitmen tersebut sekaligus menjadi langkah persiapan tenaga pendidik dan satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda