Bengkayang,SP - Bupati Bengkayang, Kalimantan Barat Sebastianus Darwis membuka kegiatan lomba Bertutur tingkat SD/MI di kabupaten Bengkayang, Rabu (14/5).
Bupati dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya literasi sebagai pondasi dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di daerahnya. Ia mengatakan, lomba tersebut juga dalam rangka melestarikan budaya dan meningkatkan kemampuan bahasa dan literasi generasi muda sedini mungkin.
"Lomba bertutur ini bukan hanya sekedar kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam berbagai bidang," ujarnya.
Bupati menegaskan, pemerintah Kabupaten Bengkayang berkomitmen untuk meningkatkan pembangunan literasi masyarakat. Hal ini diukur dengan dua indikator, yaitu Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) masyarakat.
Pada tahun 2024, nilai IPLM Kabupaten Bengkayang sebesar 61,54 (kategori cukup), sedangkan TGM masyarakat mencapai 80,07, menempatkan Bengkayang sebagai terbaik kedua di Kalimantan Barat.
Bupati Bengkayang berharap melalui dukungan seluruh stakeholder terkait, kerja sama dan sinergisitas program dan kegiatan antar perangkat daerah, sekolah, pihak swasta, dan masyarakat, pembangunan literasi di masyarakat dapat terus ditingkatkan.
"Dengan demikian, kita dapat menciptakan generasi yang hebat, berkarakter, dan mampu mewujudkan keunggulan daerah," ujarnya.
Bupati juga mengajak masyarakat, terutama pelajar, untuk aktif membaca buku-buku yang bermanfaat dan berpartisipasi dalam kegiatan literasi. Sebab kata Bupati, membaca adalah jendela dunia.
" Dengan membaca, kita dapat mengakses informasi, pengetahuan, dan wawasan yang luas," katanya.
Pemkab juga terus berupaya gerakan minat membaca masyarakat Bengkayang khususnya pada siswa siswa. Sehingga anak-anak tumbuh menjadi anak dan remaja yang gemar membaca dan menjadi generasi bangsa yang cerdas dan bermartabat.
"Saya harap ini menjadi ajang untuk memperkenalkan Kekayaan budaya Bengkayang kepada masyarakat luas. Dan berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya lokal," ujarnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang, Heni Juniarti, mengatakan bahwa pembudayaan kegemaran membaca perlu ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin serta dilakukan secara berkelanjutan dalam kondisi yang kondusif, harmonis, dan komunikatif.
"Peran orang tua, masyarakat, pemerintah, dan lembaga swasta yang peduli juga merupakan faktor penting dalam meningkatkan minat baca anak-anak," kata Heni.
Lomba Bertutur ini diikuti oleh 33 peserta dari 11 sekolah baik negeri maupun swasta yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan pemenang lomba di tingkat kabupaten akan diikutsertakan dalam lomba di tingkat propinsi dan nasional.
Heni berharap bahwa kegiatan ini dapat membangkitkan cinta anak terhadap budaya daerah dan menumbuhkan rasa kekaguman kepada khasanah kekayaan budaya lokal.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus melestarikan dan mengembangkan budaya lokal," katanya.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bengkayang telah melakukan kerjasama dengan beberapa stakeholder, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, BNN Bengkayang, serta Dewan Kesenian Bengkayang.
Dengan kegiatan ini, diharapkan anak-anak di Bengkayang dapat menjadi generasi yang cerdas dan memiliki minat baca yang tinggi, serta dapat melestarikan budaya lokal yang kaya dan beragam.